Viral di WhatsApp Pemerintah Beri Kuota Gratis 10 GB, Ini Faktanya

4 Mei 2020 14:01 WIB
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penipuan yang menyebut pemerintah bekerja sama dengan operator seluler memberikan kuota internet 10 GB gratis. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penipuan yang menyebut pemerintah bekerja sama dengan operator seluler memberikan kuota internet 10 GB gratis. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Sebuah pesan WhatsApp beredar viral yang menyebut bahwa pemerintah Indonesia memberikan kuota internet gratis 10 GB kepada masyarakat untuk di tengah pandemi virus corona penyebab penyakit COVID-19. Pesan ini dapat dipastikan hoaks dan merupakan modus penipuan.
ADVERTISEMENT
Pesan viral itu bertajuk: Kuota 10GB Gratis untuk melawan virus covid-19. Di dalamnya juga mencantumkan link dengan alamat www(dot)dirumahaja(dot)tech.
"Meskipun kita diwajibkan untuk tetap di rumah tapi sangat penting untuk kita tetap berhubungan dengan kerabat maupun keluarga kita," demikian isi pesan WhatsApp tersebut. "Maka dari itu pemerintah bekerja sama dengan seluruh provider di Indonesia membagikan kuota sebesar 10 GB agar kita semua tetap berkomunikasi."
Ketika link www(dot)dirumahaja(dot)tech itu dibuka, maka ia menampilkan halaman situs web dengan keterangan serupa. Tampilannya seperti di bawah ini:
Penipuan yang menyebut pemerintah bekerja sama dengan operator seluler memberikan kuota internet 10 GB gratis. Foto: Istimewa
Menurut ahli keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, pesan berantai WhatsApp tersebut jelas adalah hoaks. Pesan tersebut merupakan scam untuk mendapatkan keuntungan dari korban.
"Ini scam. Tujuannya mendapatkan keuntungan dari tampilan iklan dengan iming-iming membohongi korbannya dengan kuota internet," kata Alfons kepada kumparanTECH, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
Scam sendiri merujuk kepada penipuan dalam bentuk apapun, di mana pelaku berupaya mengambil uang atau mendapatkan keuntungan finansial dari korban yang tidak menaruh curiga.
Ilustrasi WhatsApp. Foto: Allie via Unsplash
Senada dengan Alfons, ahli keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, juga menyebut pesan tersebut sebagai scam. Dia menyebut, meng-klik link dan menaruh data pribadi kita di tautan tersebut adalah tindakan yang sangat berbahaya.
Menurut Pratama, pelaku tak hanya bertujuan mengambil keuntungan dari iklan. Dalam hal ini, pelaku juga berupaya untuk meretas korban melalui malware atau phising.
"Jangan percaya terhadap layanan yang menawarkan pulsa gratis atu kuota gratis. Karena hampir dipastikan itu adalah scam yg isinya malware atau phising yang mau mencuri data-data pribadi kita," kata Pratama kepada kumparan. "Banyak orang yang akun WA atau akin internet yg lain di take over orang gara-gara web-web seperti ini."
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.