Vivo Produksi Ratusan Ribu Ponsel Per Bulan di Tangerang

Produsen ponsel asal China, Vivo, sudah lama menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia untuk menjual ponsel 4G LTE di sini. Mereka membangun pabrik lokal Vivo Mobile Indonesia di Cikupa, Tangerang, pada tahun 2016. Ini menjadi langkah Vivo yang mengambil aspek investasi manufaktur di mana mereka merakit smartphone buatannya di pabrik tersebut. Diketahui, beberapa aspek yang bisa dipenuhi oleh para vendor smartphone untuk menjual ponsel 4G LTE di Indonesia, yaitu manufaktur, pengembangan, aplikasi, dan investasi. Berkat dibangunnya pabrik ini, Vivo berhasil memenuhi TKDN sebesar 32 persen per kuartal pertama 2017. Mulai 2017, aturan TKDN sendiri mengharuskan para vendor mencapai angka 30 persen, meningkat dari 20 persen pada tahun 2016. Setelah berjalan lebih dari 1 tahun, Vivo Indonesia berencana memperluas pabrik tersebut hingga dua kali lebih besar. Perluasan pabrik tersebut dilakukan seiring dengan meningkatknya permintaan domestik. "Sehari bisa merakit ribuan, dan sebulan mampu memproduksi ratusan ribu smartphone, tergantung demand," ujar Product Engineer Vivo, Dodik Adhi Kris Nugroho, di Tangerang, Kamis (24/8).

Dodik mengungkapkan saat pabrik Vivo pertama kali dibangun di Tangerang pada 2016, hanya ada satu line yang beroperasi. Tapi pada Agustus 2017, setelah melakukan perluasan pabrik, ada enam line yang beroperasi.
Dari sektor karyawan, Vivo Indonesia mengaku merekrut warga Indonesia dengan lulusan SMA/SMK atau Sarjana dan jumlahnya ada lebih dari 1.000 untuk posisi operator dalam pabrik ini. Dengan adanya perluasan tersebut, maka Vivo Indonesia pun akan menjaring karyawan baru untuk mengoperasikan produksi ponsel di pabrik miliknya. Pada laporan kuartal pertama di tahun 2017 menurut lembaga riset Gartner, Vivo berhasil masuk ke dalam lima besar peringkat penjualan smartphone secara global, di mana perusahaan tersebut menduduki posisi ke lima. Vivo menjual 25,8 juta unit ponsel pada kuartal tersebut atau 6,8 persen dari pangsa pasar.
