Kumparan Logo

Vivo Vision Meluncur, Headset MR Pertama Vivo Pesaing Apple Vision Pro

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
vivo Vision Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
vivo Vision Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Vivo resmi meluncurkan Vivo Vision Discovery Edition, headset Mixed Reality (MR) pertamanya yang dikembangkan dalam 4 tahun terakhir. Vivo juga menjadi produsen smartphone China pertama yang membangun headset MR, yang dirilis dalam perayaan ulang tahun perusahaan ke-30 di Dongguan, China, Kamis (21/8).

Vivo Vision yang menyerupai kacamata ski ini mengusung desain ergonomis, datang sebagai kompetitor Apple Vision Pro hingga Meta Quest. Ia memiliki bobot hanya 398 gram, tinggi 83 mm, dan tebal 40 mm, sekitar 26% lebih kecil dibandingkan rata-rata industri. Bodi compact-nya menawarkan empat ukuran segel ringan dan delapan pilihan bantalan busa untuk memastikan kenyamanan pemakaian dalam waktu lama.

Headset dilengkapi layar Dual Micro-OLED 8K dengan akurasi warna setara monitor sinema profesional. Vivo Vision dapat menghasilkan layar teater 120 kaki (35 meter), memungkinkan pengguna menikmati pengalaman sinematik kapan pun dan di mana pun.

Dapur pacunya ditenagai Qualcomm Snapdragon XR2+ Gen 2. Prosesor ini menawarkan performa GPU 2,5 kali lebih tinggi dan AI 8 kali lebih cepat dari generasi sebelumnya, yang dapat memberikan dukungan komputasi tangguh untuk rendering berkecepatan tinggi dalam komputasi spasial.

Vivo Vision dilengkapi dengan baterai terpisah. Baterai eksternalnya ini terhubung ke kacamata melalui sambungan kabel.

vivo Vision Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Vivo Vision berjalan di sistem operasi khusus OriginOS Vision, dengan gestur tangan 'move and pitch' sebagai kontrolnya. Perangkat mendukung pelacakan mata presisi 1,5 derajat, pengenalan gerakan bebas ujung jari 26 derajat, dan rentang pelacakan vertikal 175 derajat, agar interaksi makin intuitif dan responsif.

"Hari ini, kami berada di Chang'an, tempat impian Vivo bermula," kata Hu Baishan, Executive Vice President & COO Vivo, President of Vivo Central Research Institute. "Kami di sini bukan untuk mengenang tonggak sejarah, melainkan untuk menyaksikan bagaimana Vivo telah menempa jalannya sendiri selama 30 tahun kerja keras dan ketekunan."

Ini adalah perjalanan penuh semangat yang didorong oleh teknologi dan berakar pada kemanusiaan.

- Hu Baishan, Executive Vice President & COO Vivo, President of Vivo Central Research Institute

Perusahan belum mengungkap detail harga dan kapan Vivo Vision dijual perdana. Namun perangkat bisa dijajal di 12 experience store Vivo di China mulai 22 Agustus 2025.

Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan Vivo Vision hadir di pasar global, termasuk Indonesia.

vivo Vision Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Selain Vivo Vision, Vivo juga mengumumkan strategi imaging terbaru yang berfokus pada integrasi skenario dan ekosistem lintas perangkat. Vivo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan fotografi profesional ke lebih banyak pengguna, termasuk melalui kolaborasi mendalam dengan ZEISS yang sudah berlangsung selama lima tahun.

Perayaan juga ditandai dengan pengumuman pemenang 2025 Vivo VISION+ Mobile PhotoAwards, yang menerima lebih dari 500.000 karya foto dari seluruh dunia.

Dengan visi “Technology Illuminates Beauty,” Vivo menegaskan ambisinya untuk terus menghadirkan inovasi berpusat pada pengguna, memperluas batas teknologi, sekaligus menjaga keberlanjutan untuk perjalanan bisnis jangka panjang.