Tekno & Sains
·
4 Mei 2020 13:06

Waspada Data Pengguna Tokopedia yang Bocor Dipakai Pinjaman Online

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Waspada Data Pengguna Tokopedia yang Bocor Dipakai Pinjaman Online (145019)
Ilustrasi Tokopedia. Foto: Tokopedia
Akhir pekan lalu, seorang hacker membuat geger media sosial dengan menyebarkan informasi bahwa jutaan data pengguna Tokopedia bocor dan diperjualbelikan di situs Raid Forums.
ADVERTISEMENT
Kasus pencurian data ini pertama kali dibeberkan oleh akun @underthebreach. Dalam laporan itu, akun Under The Breach menyebut hacker berhasil mencuri alamat email, user ID, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone dan password hash. Password hash adalah sebuah enkripsi password yang menyamarkan password asli pengguna.
Jumlah data pengguna yang bocor awalnya diperkirakan mencapai 15 juta, namun ternyata lebih dari itu bahkan disebut mencapai 91 juta akun dan 7 juta akun merchant. Jika mengacu pada data jumlah pengguna Tokopedia pada September 2019 lalu, maka hampir semua akun pengguna di Tokopedia telah diambil datanya oleh hacker.
Semua data pengguna yang bocor dijual di Raid Forums dengan harga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 74 juta. Bahkan, ada 14.999.896 akun Tokopedia yang datanya saat ini bisa di-download.
Waspada Data Pengguna Tokopedia yang Bocor Dipakai Pinjaman Online (145020)
Logo Tokopedia di Tokopedia Care cabang Puri Kembangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
Tokopedia mengakui adanya upaya pencurian data terhadap penggunanya. Tidak dijelaskan kapan peretasan terjadi, namun startup marketplace yang berdiri sejak Februari 2009 itu memastikan informasi penting pengguna, seperti password, berhasil terlindungi.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Tokopedia tetap meminta pengguna melakukan penggantian password pada akun mereka. Disarankan, pengguna untuk mengganti password secara berkala demi menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan," ujar Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia, dalam pernyataan resmi yang diterima kumparan, Sabtu (2/5).
Masalah kebocoran data pengguna Tokopedia tidak berhenti sampai di situ. Pakar media sosial dari Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, melihat dampak dari kebocoran data yang tersebar luas di jagat maya akan memiliki efek yang besar.
Ia mengatakan aspek terpenting dari kasus tersebut bukanlah soal password akun Tokopedia, melainkan data-data pribadi yang bocor, berisi email, nama, alamat, tanggal lahir, dan nomor telepon yang dapat digunakan untuk keperluan lain.
ADVERTISEMENT
"Tujuan saya, biar kita aware apa dampak dari data yang terbuka bebas ini. Kita hanya sibuk soal login ke Tokopedia, padahal aman. Kita lupa bahaya hal lain yang mungkin lebih besar," jelas Ismail, kepada kumparan, Senin (4/5).
Ismail menuturkan data-data personal yang diambil dari kasus kebocoran tersebut bisa dipakai untuk profiling, scamming atau phishing. Dari data yang dimiliki bisa saja seseorang berpura-pura menjadi pihak Tokopedia yang menghubungi pengguna untuk mendapatkan lebih banyak informasi dari data pribadi tersebut.
"Misalnya email tersebut digunakan untuk situs atau aplikasi lainnya yang butuh verifikasi. Data tersebut dipakai untuk hal-hal seperti ini, untuk scam. Itu yang bahaya," jelasnya.
Selain itu, ada banyak pemanfaatan data personal yang bisa digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya mengajukan pinjaman online (pinjol). Dengan data yang dimiliki berupa nama, alamat, email, nomor telepon bisa saja mengajukan pinjol atas nama pengguna Tokopedia yang datanya bocor.
ADVERTISEMENT
Ismail menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan selalu mewaspadai apa yang dilakukan di dunia maya. Pergantian password secara berkala dan menggunakan two factors authentication disarankan untuk mengamankan akun internet.
"Saya hanya ingin mengajak masyarakat aware akan pentingnya 'perlindungan data pribadi'. Kalau tidak mengalami atau melihat sendiri betapa mudahnya data-data itu dimanfaatkan, masyarakat akan anggap enteng soal kebocoran data ini. Semoga makin waspada," pungkasnya.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.