Kumparan Logo

Waspada Ransomware dan Teror Rampok Siber di Internet

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Ancaman serangan siber sulit dihindari di era digital. Jumlah penetrasi pengguna internet yang melonjak tinggi, tidak sebanding dengan pemahaman keamanan siber masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Beberapa tahun terakhir tingkat peretasan semakin tinggi, terlebih di masa pandemi COVID-19. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat ada lebih dari 495 juta kejadian serangan siber selama 2020. Itu merupakan angka tertinggi sejak 2017.

Ilustrasi terkena serangan ransomware. Foto: Pixabay

Para peretas atau hacker semakin fokus dalam melakukan serangan siber ke perorangan atau organisasi dengan memanfaatkan program jahat sejenis ransomware. Ia termasuk malware yang menyandera data penting korban dan meminta imbalan uang tebusan agar data korban dapat diakses kembali.

Hacker yang melakukan serangan ransomware biasanya meneror korban dengan mengancam untuk mempublikasikan, memblokir, atau merusak datanya yang dienkripsi. Bahkan, pelaku bisa saja mencegah korban bekerja atau mengakses jaringan komputer mereka.

Ilustrasi hacker lakukan serangan ransomware. Foto: Shutterstock

Menurut laporan The 2021 Ransomware Survey Report dari Fortinet, serangan ransomware meningkat 1.070 persen antara Juli 2020 dan Juni 2021 secara global. Survei juga mengungkapkan sebagian besar organisasi lebih peduli tentang ransomware daripada ancaman siber lainnya.

Organisasi khawatir serangan ransomware karena bisa menyebabkan risiko kehilangan data, berkurangnya produktivitas, dan gangguan operasional lainnya yang mengandalkan jaringan komputer. Penuhi tuntutan hacker juga bukan jalan keluar terbaik, mengingat korban bisa saja diberi dekripsi palsu atau bahkan tak diberi kunci sama sekali untuk membuka file-nya yang terkunci, meski sudah membayar uang tebusan.

Penting bagi individu atau perusahaan untuk mengerti pemahaman dasar mengenai keamanan siber dan praktik terbaik melawan atau mencegah serangan siber, seperti menghindari klik link email dan website dari sumber yang tak diketahui, menggunakan software antivirus yang di-update secara berkala, serta melakukan pembaruan hardware agar memberikan perlindungan tambahan.

Ilustrasi salah satu insiden serangan ransomware. Foto: Associated Press

Untuk lebih memahami ancaman siber yang sedang tren saat ini dan bahayanya serangan ransomware, serta bagaimana pencegahannya, kamu bisa ikuti dalam Virtual Talk kumparan bersama Fortinet dengan tema “Awas Ransomware, Malware Penyandera Data Berharga” pada Selasa, 19 Oktober 2021, pukul 16.00 WIB, di channel YouTube kumparan.

Fortinet sendiri adalah perusahaan penyedia solusi keamanan siber dari Amerika Serikat yang menawarkan perlindungan aset paling berharga milik perusahaan, organisasi pelayanan publik, hingga sektor pemerintahan di Indonesia dan dunia. Tim Fortinet diperkuat oleh para peneliti keamanan siber, ahli kecerdasan buatan, hingga analis dan engineer untuk memberi solusi keamanan siber yang hebat.

Pembicara dalam Virtual Talk kumparan kali ini adalah Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia dan Kurniawan Darmanto, Head of Security Consultant, Fortinet Indonesia. Mereka akan membahas ransomware dan tren cybersecurity, termasuk solusi yang ditawarkan Fortinet untuk perlindungannya.

Di segmen selanjutnya bakal ada sharing session tentang Cyber Security Threat Landscape di Indonesia bersama Jonas Walker, Security Strategist, FortiGuard Labs Fortinet. Jangan sampai lewatkan Virtual Talk kumparan kali ini.