Kumparan Logo

X Sembunyikan Like Postingan Pengguna, Alasannya demi Lindungi Privasi

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo baru Twitter. Foto: Clodagh Kilcoyne/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Logo baru Twitter. Foto: Clodagh Kilcoyne/REUTERS

Media sosial X mulai mengubah Like, fitur untuk menyukai suatu postingan, menjadi lebih privat. Artinya, platform tidak lagi mengizinkan pengguna melihat postingan mana yang disukai pengguna lain.

Postingan yang pengguna suka akan tersembunyi secara default. Pengguna kini hanya bisa melihat sendiri postingan yang disukai.

Platform yang dulu bernama Twitter itu sudah menginformasikan perubahan Like melalui notifikasi, yang akan diterima pengguna ketika membuka aplikasi. Alasannya terkait privasi.

Kami menjadikan Like bersifat pribadi bagi semua orang untuk melindungi privasi Anda dengan lebih baik.

- X -

Notifikasi X yang menginformasikan perubahan fitur Like menjadi lebih privat. Foto: Screenshot aplikasi X/Muhammad Fikrie/kumparan

X menambahkan, jumlah like dan metrik lain untuk postingan pengguna akan tetap muncul di bawah notifikasi. Sementara itu, pembuat postingan masih dapat melihat siapa yang menyukai unggahannya.

Elon Musk, selaku pemilik X, menyebut pembaruan Like ini sebagai "perubahan penting."

X post embed

Sebelumnya, X merombak pedoman yang mengizinkan konten pornografi tayang di platformnya. Syaratnya, konten tidak boleh ditempatkan di lokasi mencolok, seperti gambar profil dan spanduk, konten harus ditandai sebagai NSFW (Not Safe For Work), dan hanya pengguna berusia minimal 18 tahun yang dapat melakukannya.

Pedoman baru kontroversial tersebut mendapat sorotan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pemerintah mengancam akan memblokir X jika tetap 'bandel' membolehkan konten pornografi tayang di platformnya.

“Soal pornografi X, saya sudah menyurati X. Kalau X tetap memperbolehkan pornografi di Indonesia, akan kita tutup, kita blok (tutup akses),” kata Budi Arie dalam rapat kerja bersama DPR RI, Senin (10/6).