Xiaomi dan Nokia Kerja Sama Lisensi Paten

Nokia melihat China sebagai pasar yang menjanjikan. Oleh sebab itu, mereka mantap bekerja sama dengan produsen ponsel pintar dunia Xiaomi untuk memenuhi ambisinya menguasai pasar teknologi di Negeri Tirai Bambu Dalam kesepakatan yang dijalin kedua perusahaan, Xiaomi akan melisensikan paten mobile dan membeli peralatan telekomunikasi dari Nokia dengan nominal transaksi yang dirahasiakan. "Xiaomi adalah salah satu produsen ponsel pintar terkemuka di dunia, dan kami senang telah mencapai kesepakatan dengan mereka," kata presiden dan CEO Nokia, Rajeev Suri. "Selain menyambut perusahaan teknologi global terkemuka ke keluarga pemegang lisensi paten kami, kami juga berharap dapat bekerja sama dalam berbagai proyek strategis." Nokia memang sudah banyak meletakkan taruhan masa depannya di China. Pada 29 Juni lalu, Nokia mengumumkan telah menciptakan unit bisnis baru untuk fokus membantu "perusahaan Internet China berkembang di luar negeri." Unit bisnis tersebut akan menyediakan banyak hal, seperti pusat data dan layanan komputasi awan. Tidak lama setelahnya, Nokia menandatangani sebuah kesepakatan untuk membangun usaha patungan dengan China Huaxin Post dan Pusat Pengembangan Ekonomi Telekomunikasi yang menggabungkan bisnis peralatan mereka di Shanghai. Perusahaan juga mengumumkan kesepakatan baru dengan penyedia peralatan program kota pintar Shanghai dan kemitraan kesehatan digital dengna China Mobile. Langkah terbaru, Nokia juga akan menyerahkan lisensi paten bergerak Xiaomi.
Transaksi lisensi merupakan strategis bisnis yang dipilih Nokia sebagai upaya mereka menemukan jati dirinya kembali setelah beberapa tahun lalu memutuskan untuk menjual bisnis handset ke Microsoft. Nokia menciptakan unit di dalam dirinya sendiri yang disebut Nokia Technologies, yang secara teknis memegang portofolio paten yang dibangun perusahaan selama beberapa dekade. Perusahaan mengambil uang dari lisensi hak paten tersebut dan menggunakannya untuk mendanai pengembangan produk baru, seperti mengakuisisi bisnis Withings, yang membuat Nokia bermain di ranah kesehatan digital. Nokia Technologies juga telah merekrut Gregory Lee untuk menjadi presiden barunya. Lee sebelumnya memegang berbagai peran penting di Samsung sejak 2004, salah satunya presiden dan CEO Samsung cabang Amerika Utara.
