Kumparan Logo

Xiaomi Kejar TKDN 30 Persen dari Ponsel Premium

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Handphone Xiaomi (Foto: REUTERS/Bobby Yip)
zoom-in-whitePerbesar
Handphone Xiaomi (Foto: REUTERS/Bobby Yip)

Xiaomi akhirnya mau melakukan investasi di Indonesia memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G demi bisa menjual ponsel secara legal. Perusahaan asal China itu berjanji untuk memenuhi TKDN 30 persen sebagaimana berlaku di tahun 2017 ini.

Untuk memenuhi regulasi TKDN ponsel 4G, Xiaomi telah menggandeng tiga perusahaan terkait manufaktur, distribusi, sampai penjualan, yaitu PT Sat Nusapersada, PT Tata Sarana Mandiri, dan PT Erajaya Swasembada.

Di tahap awal, Xiaomi akan merakit ponsel kelas bawah Redmi 4A di Batam yang kandungan lokalnya masih 20 persen karena sertifikasinya diraih pada Desember 2016 lalu masuk proses produksi Januari 2017. Di tahun 2017 ini, pemerintah Indonesia memberlakukan kandungan ponsel 4G wajib berada di angka 30 persen.

Johan Sutanto selaku COO Erajaya Swasembada, yang jadi salah satu mitra Xiaomi di Indonesia, menargetkan pada pertengahan tahun 2017 ini ponsel merek Xiaomi akan mencapai TKDN 30 persen berkat kerja sama yang terjalin dengan para mitra lokal.

Targetnya kami akan penuhi TKDN 30 persen pada pertengahan tahun ini. Rencananya nanti produk flagship sudah 30 persen.

Ia menyebut kemungkinan besar kandungan lokal tersebut dicapai ketika memproduksi ponsel Xiaomi seri premium, dan pernyataan Johan ini memberi angin segar bahwa Xiaomi tidak hanya memproduksi ponsel menengah ke bawah di Indonesia.

"Untuk saat ini kami masih pelajari bagaimana memenuhi angka 30 persen itu. Kami masih mencari akan investasi apa untuk menambah menjadi 30 persen. Kalau untuk 20 persen kemarin itu hardware," kata Johan di sela acara peluncuran Xiaomi Redmi 4A di Jakarta, Jumat (10/2).

Johan berkata TKDN 20 persen yang diraih oleh Xiaomi tersebut diraih dari aspek peranti keras (hardware) dan manufaktur. Redmi 4A, yang menyasar segmen bawah, dirakit di pabrik Sat Nusapersada di Batam dengan kapasitas produksi 100.000 unit per bulan.

Erajaya sendiri menjadi mitra Xiaomi untuk urusan distribusi, penjualan, sampai dengan layanan purnajual. Kerja sama di antara Xiaomi dengan Erajaya telah terjalin sejak 2014 ketika ponsel perdana Xiaomi, Redmi 1S, masuk Indonesia.

Duta Besar RRC untuk Indonesia, Xie Feng, menilai langkah Xiaomi ini menandai kerja sama kedua negara yang telah masuk babar baru, yaitu beralih dari perdagangan komoditas dan proyek kontrak menuju investasi, pengalihan teknologi, pelatihan personel, dan produksi bersama.

"Ini menunjukkan bahwa perusahaan asal Tiongkok sedang menjunjung tinggi konsep manajemen lokal dan aktif berintegrasi dengan masyarakat Indonesia dan bersedia berkembang bersama," kata Feng dalam siaran pers.

Ia berharap perusahaan asal China lain dapat meningkatkan kualitas produknya di Indonesia dan menaati undang-undang serta aturan yang berlaku.