Kumparan Logo

Xiaomi Rangkul Toko Online Demi Jadi Raja Smartphone di Indonesia

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Xiaomi di Kanto Pusat Xiaomi Corp. (Foto: Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Logo Xiaomi di Kanto Pusat Xiaomi Corp. (Foto: Getty Images)

Perusahaan smartphone asal China, Xiaomi, punya strategi sendiri untuk meningkatkan penjualan demi mengejar ambisi jadi produsen smartphone terbesar di Indonesia.

Pada hari Jumat (19/01), Xiaomi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan situs belanja online Shopee yang juga sedang agresif melakukan pemasaran.

Kerja sama ini berupa peluncuran official store Xiaomi bagi konsumen di Indonesia. Dengan demikian, Xiaomi punya salur penjualan baru kepada konsumen.

Kerja sama Xiaomi dan Shopee. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kerja sama Xiaomi dan Shopee. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)

Hubungan ini ditandai dengan penjualan eksklusif smartphone Xiaomi Redmi Note 5A Prime melalui flash sale di Shopee pada 22 Januari pukul 12.00 WIB dengan harga Rp 2 juta.

"Kami yakin kolaborasi ini akan membantu memperluas jangkauan kami serta mewujudkan komitmen kami untuk memberikan produk-produk inovatif dan akses teknologi yang lebih baik bagi lebih banyak masyarakat Indonesia,” kata Head of Xiaomi South Pacific Region, Xiaomi Indonesia Country Manager, Steven Shi saat ditemui di sela jumpa pers di Jakarta, Jumat (19/01).

Xiaomi Redmi Note 5A Prime (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Xiaomi Redmi Note 5A Prime (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)

Tidak kali ini saja Xiaomi mengandeng platform belanja online di Indonesia. Bulan Desember tahun lalu, Xiaomi juga melakukan MoU dengan Lazada Indonesia sebagai mitra penjualan produk-produk andalan Xiaomi.

Lazada juga lebih dulu mendapatkan penjualan eksklusif Xiaomi Redmi 5A yang saat ini banyak dicari pasar, sementara itu jumlah unitnya sangat terbatas.

Steven mengaku memang ada masalah keterbatasan produksi, dan sempat terjadi kelangkaan unit Redmi 5A di pasar Indonesia.

X post embed

Sejauh ini belum diketahui lagi, apakah Xiaomi akan terus menjalin kerjasama dengan platform belanja online lainnya. Selain melalui jalur online, Xiaomi juga ingin mengembangkan Mi Store di Indonesia yang dikabarkan akan bertambah pada tahun ini.

Berdasarkan laporan firma riset pasar IDC pada kuartal III-2017, menunjukkan bahwa Xiaomi sudah masuk dalam daftar 5 pabrikan smartphone terbesar di Indonesia.

Xiaomi berada di urutan ke-lima dengan pangsa pasat 5,2 persen, berada di bawah Samsung, Oppo, Advan dan Vivo.

Xiaomi merasa tak puas dengan kondisi ini. Perusahaan yang dipimpin oleh CEO Lei Jun ini berniat menguasai pasaran smartphone Indonesia dalam waktu beberapa tahun ke depan.

"Impian kami adalah memimpin pasar smartphone di Indonesia ke depan," ujar Steven.

Hal ini sejalan dengan rencana Xiaomi untuk mengembangkan pasarnya setelah memimpin pasar smartphone di India, dan Indonesia diharapkan akan menjadi negara selanjutnya.