Kumparan Logo

XL Axiata dan Smartfren Dilaporkan Jajaki Merger, Saingi Indosat - Tri?

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Operato telekomunikasi, XL Axiata. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Operato telekomunikasi, XL Axiata. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Operator seluler XL Axiata dan Smartfren dilaporkan tengah menjajaki kemungkinan merger. Laporan ini keluar setelah kedua pesaingnya, Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia, telah melakukan merger terlebih dahulu.

Axiata Group Berhad, perusahaan induk XL Axiata, dan Sinar Mas Group yang merupakan pemilik Smartfren, sedang menjajaki opsi yang dapat mencakup penggabungan operasi telekomunikasi mereka di Indonesia.

Sumber yang dekat dengan isu ini mengatakan kepada Bloomberg, kedua perusahaan telah menunjuk penasihat untuk kelancaran proses merger dan kesepakatan seputar berbagi jaringan mereka.

Sumber yang dirahasiakan itu, juga menekankan bahwa proses merger masih terlalu dini dan terus berlangsung. Belum ada perjanjian yang disepakati dan mungkin saja proses bisa batal, jika kedua operator tidak memenuhi titik temu.

Logo Smartfren. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, menjelaskan kepada Bloomberg, bahwa pihaknya terbuka dengan peluang yang ada untuk konsolidasi dengan operator lain. Namun,ia menekankan jika terjadi konsolidasi semua pihak harus mendapat manfaat yang sama.

Smartfren terbuka untuk berkonsolidasi atau berkolaborasi dengan pelaku industri lain yang bertujuan untuk efisiensi operasional. Namun, semua pihak harus mendapatkan manfaat yang sama.

- Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren -

Senada dengan Merza, Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan perusahaan selalu terbuka dengan berbagai kemungkinan untuk berkonsolidasi dengan pihak mana pun. Ia menambahkan semua keputusan diserahkan kepada para pemegang saham.

Kolaborasi strategis antara XL Axiata dan Smartfren muncul di tengah bergejolaknya pasar telekomunikasi di Indonesia, pasca Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia sepakat untuk menggabungkan bisnisnya dengan kesepakatan transaksi senilai 6 miliar dolar AS atau Rp 86 triliun.

Ilustrasi Base Transceiver Station (BTS). Foto: Dok. Smartfren

Merger tersebut akan menciptakan perusahaan telekomunikasi gabungan terbesar kedua di Indonesia dengan nama Indosat Ooredoo Hutchison dan perkiraan pendapatan tahunan hingga 3 miliar dolar AS.

Meski begitu, Telkomsel tetap menjadi operator terbesar di Indonesia.

XL Axiata sendiri memiliki 56,8 juta pelanggan per 30 Juni 2021, menurut laporan keuangan terbarunya. Laba bersih XL sekitar Rp 716 miliar dengan pendapatan hampir Rp 13 triliun selama enam bulan hingga Juni.

Sementara, Smartfren memiliki 27,9 juta pelanggan pada akhir tahun 2020, menurut laporan tahunan terbarunya. Perusahaan melaporkan rugi bersih Rp 452 miliar atas pendapatan Rp 4,95 triliun selama enam bulan 2021.

***

Ikuti survei kumparan Tekno & Sains dan menangi e-voucher senilai total Rp 3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveiteknosains.