XL Masih Kaji eSIM Sebelum Dirilis di Indonesia

Smartfren telah merilis eSIM di Indonesia pada akhir Juli 2019. Tak ingin ketinggalan, XL Axiata juga punya ingin meluncurkan teknologi yang sama di Indonesia.
Sayangnya, operator seluler itu belum mau mengungkap kapan peluncuran itu akan dilakukan. Menurut Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, pihaknya saat ini sedang mengkajinya terlebih dahulu dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebelum merilis eSIM di Indonesia.
"Jadi, eSIM yang kita coba adalah sebetulnya bentuk digitalisasi dari SIM card sendiri yang fisik. Jadi, ini bukan yang modelnya disruptor. Dan sekarang itu kita sedang alliance dengan Kominfo untuk melakukan kajian juga, sejauh mana, seperti apa, karena kalau sekarang yang bisa adopt dengan eSIM itu baru iPhone seri XS, XR, sama yang Max. Jadi belum semua (smartphone)," ucap Yessie di sela acara uji coba jaringan 5G di kantor XL Axiata di Jakarta, Rabu (21/8).
XL Axiata menilai, ada manfaat dari teknologi eSIM. Yang paling terasa bagi operator seluler adalah berkurangnya biaya distribusi kartu SIM fisik.
"Jadi yang paling banyak nanti berkurang adalah distribution cost. Sekarang kan kita harus mendistribusikan kartu ke seluruh Indonesia. Bayangkan, ke seluruh Indonesia itu kan banyak kota-kota. Ya itu distribusi, logistiknya itu mahal. Jadi, itu nanti efisiensi terbanyak akan datang dari sana," kata Dian Siswarini, selaku Presiden Direktur dan CEO XL Axiata.
Selain itu, eSIM juga mengurangi penggunaan SIM card fisik. Hal ini membuat operasional perusahaan lebih hemat dalam hal produksi kartu SIM.
Soal eSIM ini, XL Axiata mengaku saat ini sejumlah karyawannya sudah menjajal teknologi tersebut di perangkat yang mendukung, seperti iPhone XS, iPhone XS Max, atau iPhone XR.
"Untuk bapak ibu ketahui, internally, employee kita yang bisa afford membeli iPhone XS juga sudah memakai eSIM," beber I Gede Darmayusa, Group Head Technology Strategy & Architecture XL Axiata.
Teknologi eSIM atau kartu SIM elektronik memang tidak memiliki wujud fisik, melainkan modul yang terintegrasi dan melekat di dalam ponsel. eSIM ini memiliki fungsi yang sama dengan kartu SIM tradisional, dapat digunakan untuk mengakses panggilan telepon, SMS dan data internet.
Pengguna juga tidak perlu 'ribet' lagi mencungkil slot kartu SIM pada smartphone untuk mengganti nomor. Dengan perangkat berteknologi eSIM, pengguna bisa menikmati konektivitas out-of-the-box tanpa harus membeli kartu SIM secara terpisah.
