XLSmart Resmi Beroperasi 16 April 2025, Siap Bangun 8.000 Site Jaringan
·waktu baca 3 menit

XLSmart, entitas hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren, resmi beroperasi sebagai operator seluler baru per 16 April 2025. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk membangun 8.000 site jaringan.
Pembangunan infrastruktur itu merupakan kewajiban yang diminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk dipenuhi sebagai syarat agar XLSmart direstui. Sebagai catatan, dewan direksi dan komisaris XLSmart telah bertemu Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan jajarannya di Kantor Komdigi, Jakarta, Kamis (17/4).
"Selain merger, tadi ada investasi lagi yang baru. Nah, investasi yang baru ini untuk membeli improvement untuk pelanggan, untuk industri-nya lebih baik," kata Presiden Komisaris XLSmart, Arsjad Rasjid, kepada media di Kantor Komdigi, Kamis (17/4).
Tadi dikatakan juga bahwa akan ada lebih dari 8.000 site (jaringan) yang akan kita bangun, supaya coverage-nya lebih besar lagi. Jadi, supaya nanti juga secara teknologi bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan, untuk membantu juga pemerintahan."
- Arsjad Rasjid, Presiden Komisaris XLSmart -
Selain membangun 8.000 site jaringan, Komdigi juga menugasi XLSmart untuk meningkatkan kecepatan unduh hingga 16 persen yang ditargetkan rampung pada 2029 mendatang. Kemudian, operator juga diberi tanggung jawab untuk meningkatkan akses layanan digital di lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 fasilitas layanan kesehatan, dan 42.000 kantor pemerintahan di seluruh Indonesia.
"Ini juga kita harapkan dalam kerangka mencapai penyehatan industri seluler, dan juga kita tentu menitikberatkan betul bahwa layanan harus terjaga secara lebih baik, efisien, inklusif, dan terjangkau," kata Meutya.
XLSmart resmi beroperasi setelah pemegang saham XL Axiata dan Smartfren menyepakati merger kedua perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 25 Maret 2025. XL Axiata menggelar RUPS di Hotel JW Marriot, Jakarta, sementara Smartfren menggelar RUPS di kantor pusatnya di Jalan Sabang, Jakarta.
Perusahaan tetap mempertahankan produk dan layanan seluler XL Axiata, Smartfren, dan Axis. XLSmart dipimpin oleh dewan direksi dan komisaris yang sudah disepakati dalam RUPS sebagai berikut:
Dewan Direksi XLSmart
Presiden Direktur & CEO: Rajeev Sethi
Direktur & CFO: Antony Susilo
Direktur & CTO: Shurish Subbramaniam
Direktur & CCO: David Arcelus Oses
Direktur & CRO: Merza Fachys
Direktur & CIO: Yessie D. Yosetya
Direktur & Chief Enterprise & Strategic Relationships: Andrijanto Muljono
Direktur & Chief Strategy and Home: Feiruz Ikhwan
Direktur & CHRO: Jeremiah Ratadhi
Dewan Komisaris XLSmart
Presiden Komisaris: Arsjad Rasjid
Komisaris: Vivek Sood
Komisaris: L. Krisnan Cahya
Komisaris: Nik Rizal Kamil
Komisaris: Sean Quek
Komisaris: David R. Dean
Komisaris Independen: Retno Lestari Priansari Marsudi
Komisaris Independen: Robert Pakpahan
Komisaris Independen: Willem Lucas Timmermans
Kesepakatan merger XL Axiata dan Smartfren memiliki nilai gabungan pra-sinergi sebesar Rp 104 triliun (atau 6,5 miliar dolar AS). XL Axiata menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart.
Axiata Group Berhad (Axiata) dari Malaysia dan kelompok konglomerat Sinar Mas dari Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali bersama. Masing-masing memegang 34,8 persen saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan.
