Yamato Lab di Jepang: Tempat Kelahiran ThinkPad dan 'Penyiksaan' Laptop Lenovo

27 Februari 2025 15:30 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Yamato Lab di Jepang, lokasi uji durabilitas Lenovo ThinkPad. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Yamato Lab di Jepang, lokasi uji durabilitas Lenovo ThinkPad. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan
ADVERTISEMENT
Suasana futuristik menyambut begitu kita masuk ke Minatomirai Center Building di Yokohama, Jepang. Dari lobi utama, kami berjalan ke kanan naik eskalator. Bersisian dengan eskalator tersebut, logo besar Lenovo terpampang di lantai 2 gedung ini. Di sini adalah salah satu fasilitas laboratorium tempat Lenovo melakukan uji teknologi dan ketahanan pada produk laptop mereka. Laboratorium itu dinamai Yamato Lab.
ADVERTISEMENT
Yamato Lab adalah tempat bagi Lenovo melakukan serangkaian uji coba teknologi dan ketahanan, sebelum sebuah desain laptop dijual ke pasar. Desain laptop itu juga akan melewati apa yang disebut “tes penyiksaan” untuk memastikan keandalan dan durabilitasnya.
Awalnya fasilitas ini berada di Kota Yamato dan oleh karenanya disebut laboratorium Yamato. Lenovo merelokasi lab ini ke Minatomirai Center Building di Yokohama, pada 2011. Fasilitas ini sangat penting bagi Lenovo, dan masih dijaga sampai sekarang, karena dari sanalah laptop seri ThinkPad lahir. Dulu, ThinkPad dimiliki oleh perusahaan teknologi IBM asal AS. Seri perdana yang dirilis adalah ThinkPad 700C pada Oktober 1992. Lenovo kemudian mengakuisisi bisnis PC ThinkPad dari IBM pada 2005.
ThinkPad adalah laptop legendaris. Dia memulai debut sebagai laptopnya para pebisnis papan atas. Laptop pilihan para ahli teknologi. Ia dikenal punya teknologi andal performa tinggi, sementara ketahanan desainnya sangat tangguh, bahkan berstandar militer.
ADVERTISEMENT
Pada 26 Februari 2025, jurnalis kumparan, Agaton Kenshanahan, melihat langsung uji teknologi dan ketahanan tersebut di Yamato Lab. Tur Yamato Lab dimulai dengan masuk ke sebuah ruangan berisi laptop ThinkPad dari masa ke masa. Di ruangan yang disebut Museum ThinkPad itu, kita bisa melihat laptop perdana seri ThinkPad, yaitu 700C. Saat diangkat, laptop ini kira-kira beratnya lebih dari 3 kg.
Pada 1998, ThinkPad 600 rilis dengan menjadi notebook pertama yang dibekali Floppy Disk Drive (FDD atau wadah disket) dan DVD.
Setahun setelahnya, 1999, ThinkPad 570 dirilis dengan menjual portabilitas. Laptop ini memiliki Ultrabase yang bertindak sebagai perangkat ekstensi untuk FDD, HDD, hingga CD Drive. Jika Anda ingin membuat laptop lebih tipis, Ultrabase yang terletak di bawah laptop dapat dilepas dengan mengorbankan kemampuan dari berbagai ekstensi tadi.
ADVERTISEMENT
Selain laptop tadi, Yamato Lab juga masih punya koleksi laptop ThinkPad 550 BJ (1993) yang punya fitur built-in printer. Ada juga ThinkPad W700ds (2009) yang bisa menggunakan dual screen di satu laptop dengan menarik layar kedua di balik layar utama. Dan, masih banyak lagi mengingat seri ThinkPad sudah menginjak usia 33 tahun sejak produk perdananya.

Menyiksa Laptop dengan Tes Durabilitas

Yamato Lab di Jepang, lokasi uji durabilitas Lenovo ThinkPad. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan
Salah satu pengetesan yang ikonik dari Yamato Lab adalah tes kekokohan dan durabilitas. Dalam pengetesan ini, laptop bakal dijatuhkan, diberi debu, hingga ditekan dengan kuat untuk mengetes kekuatan layar LCD-nya dari atas.
kumparan melihat langsung bagaimana proses menjatuhkan laptop di fasilitas Yamato Lab. Mereka mengangkat laptop setinggi lutut (saat ditanya, teknisi merahasiakan tinggi presisi penjatuhan laptop) lalu tiba-tiba dibuat terjun bebas dari berbagai posisi. Dari pengetesan itu, para teknisi laptop bakal mengetahui apa dampak yang ditimbulkan jika laptop jatuh dari ketinggian tertentu dan bagian desain mana yang harus ditingkatkan kekuatannya.
ADVERTISEMENT
“Bagian ini kami sebut tes ‘penyiksaan’. Menyiksa ThinkPad hingga batasnya, Anda tahu, membuat yakin terhadap kualitas dan itu merupakan standar dari ThinkPad,” ujar Yasumichi Tsukamoto, Vice President, Commercial Product Solutions Development, Commercial Product Center, Intelligent Devices Group (IDG), Lenovo, saat memberi pengarahan pada peserta tur.
Tes durabilitas Laptop Lenovo. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan
Bagian dari penyiksaan laptop lainnya ialah tes dampak dan getaran. Di sini laptop diuji dengan diberi getaran dan tekanan dari benda lain untuk mensimulasikan jika laptop ditaruh di tas lalu mendapat tekanan dari benda lain dan mengalami getaran dalam proses tersebut.
Ada juga tes durabilitas desain. Yamato Lab mengetes sejauh mana kekuatan engsel, desain perkabelan, hingga motherboad laptop agar bisa awet dengan cara melakukan buka tutup layar secara berkala. Mereka juga melakukannya dari berbagai sisi, mulai dari simulasi jika laptop dibuka dari sudut atau dari bagian tengah.
ADVERTISEMENT
Jumlah total proses buka-tutup laptop di tes tersebut bersifat rahasia, namun teknisi Yamato Lab memberi clue bahwa proses tersebut kira-kira jika dikonversikan berlangsung selama 4 hari penuh.
Teknisi Lenovo lain di Yamato Lab bercerita ketika mengembangkan produk, semua prototipe laptop mesti melewati berbagai tes tersebut hingga lolos uji. Namun mereka tak memberi tahu berapa jumlah prototipe laptop yang rata-rata rusak dalam proses penyiksaan tersebut.

Mengetes Audio, WiFi, hingga Kamera

Yamato Lab di Jepang, lokasi uji durabilitas Lenovo ThinkPad. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan
Tes lainnya yang dipamerkan kepada peserta tur ialah pengujian audio mereka di sebuah ruangan kedap suara.
Para teknisi mengisolasi ruangan agar suara dari luar tidak masuk sehingga rekaman hasil pengujian audio dapat dipisahkan dengan suara lain selain suara dari audio laptop sendiri. Di antara yang diuji ialah kenyaringan speaker sampai tingkat noise yang dihasilkan.
ADVERTISEMENT
Dengan mengetahui hasil pengetesan audio, Lenovo dapat menjaga kualitas audio mereka tetap unggul dari kompetitor dan juga terus mengembangkan agar inovasi pada suatu desain tidak mengurangi kualitas performa audio.
Berdekatan dengan ruangan pengujian audio, Yamato Lab juga menguji performa antena wireless untuk koneksi WiFi guna mengukur akurasi dari posisi antena dalam desain laptop.
Tes performa audio laptop Lenovo. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan
Cara pengetesannya ialah menggunakan gelombang radio di dalam ruangan gelap yang menyerap gelombang tersebut dan mengisolasi dari gelombang di luar. Dari situlah pola performa WiFi laptop dapat tergambar apakah merata dari segala sisi atau tidak.
Kami juga dipamerkan dengan lab desain kamera yang berada di lantai 21. Menurut teknisi Lenovo, pengetesan ini dilatarbelakangi dengan banyaknya telekonferensi di era COVID-19. Walhasil, muncul banyak permintaan agar brand penyedia ptoduk laptop memperbaiki kualitas kamera.
ADVERTISEMENT
“(Di Yamato Lab) Anda akan melihat bagaimana kami melakukan berbagai pengetesan berbasis skenario pengguna, ada lab tes penyiksaan dan kami punya berbagai tingkat inovasi di sana. Anda bisa melihat bagaimana kami bekerja di sana,” tutup Yasumichi.
Perlu diingat, bahwa pengetesan tersebut dilakukan dalam pengujian yang terukur dengan standar tertentu. Jadi, meski desain laptop Lenovo sudah disiksa sedemikian rupa sebelum dijual ke pasar, jangan sekali-kali Anda menjatuhkan atau menyiksanya sendiri secara sengaja, ya!