YouTube Pecat 100 Karyawan, Masih Akan Ada PHK di Google Tahun Ini
ยทwaktu baca 2 menit

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Google masih berlanjut, kali ini giliran divisi platform video YouTube. Jumlah karyawan yang terdampak dilaporkan mencapai 100 orang.
Sebelumnya Google sudah memangkas lebih dari 1.000 pekerjanya. Mereka yang dipecat berasal dari berbagai divisi, seperti teknik, layanan dan produk Google Assistant.
"Kami berinvestasi secara bertanggung jawab pada prioritas terbesar perusahaan kami dan peluang signifikan di masa depan," kata juru bicara Google dalam pernyataan, dikutip dari TechCrunch.
"Untuk menempatkan kami dalam posisi terbaik dalam memanfaatkan peluang ini, sepanjang paruh kedua 2023, sejumlah tim kami melakukan perubahan agar menjadi lebih efisien dan bekerja lebih baik, serta menyelaraskan sumber daya mereka dengan prioritas produk terbesar mereka. Beberapa tim terus melakukan perubahan organisasi seperti ini, termasuk pemangkasan karyawan secara global."
100 karyawan ini disebut punya peluang untuk melamar posisi lain di YouTube. Namun tidak ada jaminan mereka akan mendapatkan posisi baru di perusahaan.
Dilansir The New York Times, para pegawai yang terdampak memiliki waktu 60 hari untuk menemukan pekerjaan baru sebelum pemecatannya resmi berlaku.
"Kami terus mendukung karyawan yang terkena dampak saat mereka mencari peran baru di Google dan di luarnya," tambah juru bicara Google.
CEO Google: Masih Akan Ada PHK di Tahun Ini, Gak Sebanyak 2023
CEO Google, Sundar Pichai, memberikan pesan internal yang membuat karyawannya khawatir. Dia mengatakan gelombang PHK masih akan ada di tahun ini.
"Kami memiliki tujuan yang ambisius dan akan berinvestasi dalam prioritas besar kami tahun ini," tulis Pichai di memo internal yang didapat The Verge. "Kenyataannya adalah untuk menciptakan kapasitas investasi ini, kita harus membuat pilihan yang sulit."
'Pilihan sulit' yang disinggung Pichai meliputi PHK dan reorganisasi di divisi perangkat keras, penjualan iklan, mesin penelusuran, belanja, peta, kebijakan, dan teknik inti Google, termasuk tim YouTube.
"Penghapusan peran ini tidak sebesar pengurangan tahun lalu, dan tidak akan mempengaruhi setiap tim. Namun saya tahu sangat sulit melihat kolega dan tim terkena dampaknya."
- Sundar Pichai, CEO Google -
Pichai menambahkan, PHK tahun ini tentang 'menghilangkan lapisan' yang tidak dibutuhkan untuk menyederhanakan eksekusi dan mendorong kecepatan pertumbuhan di beberapa sektor. Dia pun menegaskan apa yang dikhawatirkan oleh banyak karyawan Google, yakni masih akan ada PHK lanjutan di tahun ini.
"Banyak dari perubahan ini telah diumumkan, meski secara dini, beberapa tim akan terus membuat keputusan alokasi sumber daya tertentu sepanjang tahun jika diperlukan, dan beberapa peran mungkin akan terkena dampaknya," ujarnya.
