3 Pendaki Tersesat di Gunung AS Gegara Andalkan Saran AI Gemini

Tiga pendaki pemula tersesat dan harus bermalam di sebuah lembah curam di Gunung Shasta, California, Amerika Serikat. Ketiganya mengaku mengikuti saran dari chatbot AI Google Gemini yang merencanakan pendakian tersebut.
Ketiga pemuda asal Roseville, California, memulai perjalanan dengan berkemah pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, di ketinggian sekitar 2.560 meter. Mereka kemudian berangkat menuju puncak pada Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 03.00 waktu setempat dengan membawa ransel kecil.
Pendaki Gunung Shasta disarankan berbalik arah apabila belum mencapai puncak pada pukul 12.00. Namun, rombongan tersebut terus mendaki hingga akhirnya tiba di puncak sekitar pukul 19.00.
Keputusan itu membuat mereka harus turun dalam kondisi gelap. Mereka sempat menghubungi Kantor Sheriff Siskiyou County untuk meminta petunjuk arah, tetapi kemudian keluar dari jalur yang seharusnya.
Alih-alih mengikuti Clear Creek Route, ketiganya masuk ke kawasan Mud Creek Canyon. Salah satu pendaki juga mengalami cedera lutut sehingga pergerakan rombongan terhambat.
Mereka akhirnya bermalam di saluran air yang curam. Pada Senin pagi, 31 Agustus 2026, rombongan tersebut ditemukan oleh petugas pendakian dari Dinas Kehutanan Amerika Serikat (US Forest Service) bersama sukarelawan tim pencarian dan penyelamatan Siskiyou County.
Para petugas kemudian mendampingi ketiga pendaki berjalan keluar hingga mencapai titik awal jalur pendakian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dalam laporannya, Kantor Sheriff Siskiyou County mengungkapkan bahwa ketiga pendaki mengandalkan Gemini untuk merencanakan perjalanan. AI tersebut disebut menyarankan mereka membawa makanan dan air dalam jumlah yang jauh lebih sedikit daripada kebutuhan rombongan.
Bekal yang hanya bermodalkan saran dari kecerdasan buatan itu tidak memadai, ketika pendakian yang awalnya direncanakan berlangsung selama delapan jam berubah menjadi perjalanan selama beberapa hari.
Otoritas setempat menegaskan pentingnya mematuhi aturan berbalik arah pada pukul 12.00. Pendaki juga diminta menyiapkan beberapa metode navigasi, termasuk peta atau alat navigasi yang bisa digunakan tanpa koneksi internet.
Ponsel tidak bisa menjadi satu-satunya alat penunjuk arah karena perangkat dapat kehilangan sinyal, kehabisan daya baterai, atau memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Calon pendaki juga disarankan menghubungi pos penjaga Gunung Shasta sebelum melakukan perjalanan. Langkah ini diperlukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai jalur, cuaca, kondisi salju, serta potensi bahaya.
"Jangan pernah hanya mengandalkan AI untuk merencanakan perjalanan," tulis Kantor Sheriff Siskiyou County, mengutip Chicago Tribune.
Gunung Shasta memiliki ketinggian sekitar 4.322 meter dan menjadi gunung tertinggi kelima di California. Beberapa jalurnya tidak membutuhkan kemampuan panjat teknis, tetapi tetap menuntut stamina, navigasi, persediaan, dan perencanaan keselamatan yang memadai.
