Anthropic Rilis 2 AI Baru; Opus & Sonnet 5.5, Padahal CEO-nya Minta Injak Rem AI

Anthropic merilis Claude Sonnet 5.5 pada Senin (28/9), seminggu setelah meluncurkan Claude Opus 5.5. Padahal belakangan ini, CEO Dario Amodei selalu menyerukan agar industri AI dunia memperlambat laju pengembangan model AI.
Amodei menyerukan pelambatan AI kepada dewan keamanan PBB agar manusia mampu mencegah risiko pengembangannya. Kendati demikian pelatihan model dan kemajuan teknis tetap jalan. Amodei sendiri menilai jeda total sulit dan kecil kemungkinannya dalam waktu dekat.
Logika Anthropic ada pada kata "frontier". Pelambatan yang diminta menyasar model paling mampu, sedangkan Sonnet 5.5 diposisikan di bawahnya (bukan frontier). Anthropic menganggap Sonnet 5.5 tidak menggeser batas kemampuan model-modelnya.
Langkah Anthropic merilis dua model ini sejalan dengan rivalnya OpenAI. Pekan lalu OpenAI merilis GPT-6 Sol dan Luna, versi lebih ramping dan hemat dari model andalannya, Astra.
Amodei cepat mendapat dukungan pemimpin lab AI lain. Sam Altman setuju bahwa AI frontier perlu dipelankan, Elon Musk juga bilang Amodei benar. Namun pernyataan itu belum menjadi kesepakatan industri yang mengikat.
Yang baru di Opus 5.5 dan Sonnet 5.5
Pembagian peran
Opus 5.5 untuk pekerjaan kompleks yang butuh pertimbangan matang. Sonnet 5.5 untuk tugas harian yang cakupannya jelas, seperti memperbaiki bug serta membuat dokumen, slide, dan spreadsheet yang rapi. Haiku 5.5 dijanjikan hadir dalam beberapa pekan.
Performa dan harga
Sonnet 5.5 berjalan lebih dari 30% lebih cepat dan biayanya hingga 30% lebih murah per tugas dibanding pendahulunya. Harganya 2 dolar AS per juta token input dan 10 dolar AS per juta token output, separuh harga Opus 5.5. Model ini tersedia di AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure.
Keamanan
Selain pengaman siber di atas, Anthropic menyebut Sonnet 5.5 paling kecil kemungkinan (dari semua model yang diuji internal), untuk aktif mencari celah di lingkungan uji (sandbox).
