Apple Intelligence Akhirnya Masuk China usai Tertunda 2 Tahun, Belum Disuntik Siri

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apple mengumumkan peningkatan pada sistem AI "Apple Intelligence," selama Konferensi Pengembang Sedunia (Worldwide Developers Conference/WWDC) tahunan Apple di Apple Park, kantor pusat perusahaan Apple Inc., di Cupertino, California (9/6/2025). Foto: Josh Edelson/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Apple mengumumkan peningkatan pada sistem AI "Apple Intelligence," selama Konferensi Pengembang Sedunia (Worldwide Developers Conference/WWDC) tahunan Apple di Apple Park, kantor pusat perusahaan Apple Inc., di Cupertino, California (9/6/2025). Foto: Josh Edelson/AFP

Apple resmi memulai uji coba fitur kecerdasan buatan (AI) Apple Intelligence untuk pengguna di China pada Rabu (4/11). Langkah ini menandai kehadiran perdana teknologi AI generatif milik raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut di Negeri Tirai Bambu setelah tertunda selama dua tahun sejak pertama kali diperkenalkan ke dunia.

Apple menggandeng model AI Qwen milik Alibaba guna menghadirkan fitur AI canggih di perangkat iPhone, mendampingi model dasar milik Apple sendiri. Perusahaan membatasi uji coba perdana ini khusus bagi para pengembang aplikasi terdaftar.

Apple menjadwalkan peluncuran resmi untuk publik luas di China pada Desember 2026 mendatang.

Versi awal ini mencakup 18 fitur AI, mulai dari penerjemahan panggilan telepon secara langsung hingga alat perangkum dan penyunting pesan teks. Meski begitu, Apple belum menyertakan pembaruan asisten pintar Siri dalam peluncuran tahap pertama ini.

Fitur perintah suara Siri di perangkat Apple. Foto: REUTERS/Stephen Lam

Tantangan Regulasi dan Persaingan Pasar Domestik

Keterlambatan ekspansi Apple Intelligence terjadi karena ketatnya regulasi pemerintah China terhadap teknologi AI. Otoritas setempat mewajibkan setiap penyedia layanan AI mendaftarkan sistem mereka ke pengawas internet nasional, memproses data secara domestik, serta memakai pusat data lokal.

Di sisi lain, mitra global Apple seperti OpenAI dan Google tidak beroperasi di China. Apple baru mengantongi izin regulasi pada Juli lalu setelah menjajaki pembicaraan bersama beberapa raksasa teknologi lokal seperti Alibaba, Baidu, ByteDance, dan Tencent.

Pendiri firma riset iiMedia, Zhang Yi, menilai kemitraan dengan pemain lokal membuktikan kompromi strategis Apple demi mematuhi aturan setempat.

"Langkah ini menandakan konsesi struktural oleh Apple terkait penetapan harga dan kendali atas pengalaman AI di pasar China," ujar Zhang Yi kepada AFP.

Zhang menambahkan penundaan peluncuran Apple Intelligence murni terjadi akibat tingginya biaya kepatuhan regulasi, bukan karena kendala riset dan pengembangan.

Analis senior Counterpoint Research, Ivan Lam, memandang langkah ini sangat krusial bagi Apple meski persaingan tetap berat.

"[Peluncuran ini] mengisi celah yang sudah lama ada dalam penawaran AI Apple," kata Ivan Lam kepada AFP. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kehadiran fitur tersebut belum tentu memberi Apple keunggulan mutlak di pasar smartphone China yang sangat padat.

Data firma riset Omdia mencatat lebih dari 110 juta perangkat iPhone di China sudah mendukung Apple Intelligence. Namun, analis senior Omdia, Zhong Xiaolei, mengingatkan Apple mengenai agresivitas kompetitor lokal.

"Produsen ponsel dan perusahaan internet China kini aktif mengembangkan fitur AI serta ekosistem agen cerdas secara mandiri," tutur Zhong Xiaolei kepada AFP.