Bill Gates Peringatkan AI Bisa Picu Kematian 1 Miliar Orang

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Co-founder Microsoft dan juga lembaga filantropi Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates. Foto: KIM HONG-JI / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Co-founder Microsoft dan juga lembaga filantropi Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates. Foto: KIM HONG-JI / POOL / AFP

Bill Gates memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk memicu bencana yang menewaskan hingga satu miliar orang. Ia menilai ancaman terbesar muncul ketika orang yang berniat jahat memakai perangkat AI terbaru.

"AI jelas cukup kuat untuk memicu rangkaian peristiwa yang menyebabkan satu miliar kematian," kata Gates dalam cuplikan wawancara dengan program Meet the Press milik NBC, mengutip Bloomberg. "Belum pernah ada senjata sekuat kombinasi antara orang yang berniat jahat dan perangkat AI terbaru."

Pendiri Microsoft itu juga menilai pengawasan oleh perusahaan AI sendiri tidak cukup. Menurutnya, aparat penegak hukum dan pembuat kebijakan perlu ikut membahas langkah perlindungan serta pemantauan yang wajib diterapkan.

Peringatan Gates menambah deretan seruan dari kalangan industri teknologi agar risiko kecerdasan buatan mendapat perhatian lebih besar. Awal bulan ini, Jacob Coxon keluar dari Anthropic. Ia menuduh Anthropic dan mantan tempat kerjanya yang lain, OpenAI, "mempertaruhkan nyawa kita" dengan berlomba mengembangkan AI supercerdas.

Co-founder Microsoft dan juga lembaga filantropi Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates. Foto: THOMAS KIENZLE / AFP

Seorang karyawan Anthropic lainnya menyatakan bahwa peluang AI memusnahkan manusia dalam satu dekade mendatang melebihi 10 persen. Angka tersebut merupakan penilaian pribadi karyawan itu.

CEO Anthropic, Dario Amodei, kemudian menyerukan perlambatan pengembangan AI. CEO OpenAI, Sam Altman, dan Elon Musk turut mendukung seruan tersebut.

Gates sebelumnya menulis dalam sebuah esai pada Agustus 2026 bahwa pihak yang berniat jahat dapat memakai AI yang semakin canggih untuk serangan siber, penipuan, disinformasi, dan tindakan lain yang menimbulkan kerugian dalam skala besar. Ia menyoroti potensi ancaman terhadap rumah sakit, lembaga keuangan, jaringan listrik, dan sistem pemerintahan.