Bosnya Serukan Rem Pengembangan AI, OpenAI dan Anthropic Malah Rilis Model Baru

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ChatGPT dan Claude. Foto: Primakov/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ChatGPT dan Claude. Foto: Primakov/Shutterstock

OpenAI dan Anthropic kembali tancap gas merilis model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka dalam waktu yang berdekatan pada 22 September 2026.

Anthropic meluncurkan Claude Opus 5.5 sementara OpenAI merilis model artificial intelligence GPT-6 Sol dan Luna yang harganya dipangkas untuk menyaingi kompetitor.

Menariknya, pihak Anthropic sendiri secara terang-terangan mengakui bahwa ini adalah rilis model pertama mereka sejak mereka menyuarakan perlunya mengatur laju batasan teknologi AI (pacing the frontier).

"Claude Opus 5.5 adalah rilis pertama kami sejak kami menyerukan untuk mempercepat perkembangan inovasi. Sebelum dirilis, model ini telah diuji oleh evaluator eksternal, termasuk Frontier Design dan METR," tulis Anthropic dalam situs resminya, Selasa (22/9).

Ilustrasi Anthropic Claude. Foto: daily_creativity/Shutterstock

Perang Harga dan Efisiensi

Langkah agresif dari kedua raksasa AI ini terasa sangat ironis. Sebab pada bulan yang sama, para petinggi perusahaan pengembang AI ChatGPT dan Claude tersebut satu suara soal seruan perlambatan pengembangan model.

Alih-alih demikian, perusahaan AI justru tampak saling adu harga dan efisiensi dalam rilisan terbaru mereka.

Menurut Open AI, GPT-6 Sol mengungguli Claude Opus 5 pada pengujian alur kerja bisnis di berbagai aplikasi dengan hanya menghabiskan 9% biaya per tugas Opus 5. Sementara pada upaya tinggi, GPT-6 Luna meningkat kinerjanya dibandingkan pendahulunya sebesar 5,4 poin persentase dengan biaya per tugas 58% lebih rendah.

"Meskipun GPT-6 Astra tetap menjadi model terbaik di dunia untuk penggunaan komputer, GPT-6 Sol dan Luna menawarkan kinerja yang lebih hemat biaya daripada pendahulunya," kata OpenAI.

Ilustrasi OpenAI ChatGPT. Foto: subh_naskar/Shutterstock

Tak mau kalah, Anthropic menghadirkan Claude Opus 5.5 yang performanya diklaim setara dengan Claude Fable 5.1 untuk sebagian besar pekerjaan, namun dengan biaya operasional 40% lebih murah dibandingkan pendahulunya, Opus 5.

Anthropic kini mematok harga token input sebesar USD 4 dan output USD 20 per satu juta token (20% lebih murah dari Opus 5), serta menekan biaya pembacaan cache hingga 60% menjadi hanya USD 0,20 per satu juta token.

Sebagai "serangan balik" untuk OpenAI, Anthropic menyatakan bahwa pada evaluasi FrontierCode, Claude Opus 5.5 mampu mengalahkan model andalan OpenAI, GPT-6 Astra, .

"Ia mengalahkan GPT-6 Astra dengan biaya sekitar 20% per tugas. Di Terminal Bench 4.0, ia menyamai Astra dengan biaya sekitar 40%, sementara di CursorBench ia mengalahkan GPT-5.6 Sol dengan selisih 11 poin dengan biaya sekitar sepertiga," tulis Anthropic.

Logo aplikasi chatbot Claude pada layar ponsel pintar di Frankfurt am Main, Jerman bagian barat. Foto: Kirill Kudrayvtsev/AFP

Ironi Seruan Perlambatan AI

Wacana perlambatan pengembangan AI yang dulu sempat digaungkan oleh pentolan kedua perusahaan ini seolah menguap begitu saja di hadapan kerasnya perlombaaAI.

Untuk menepis kekhawatiran publik, baik OpenAI maupun Anthropic sama-sama membungkus perilisan mereka dengan narasi bahwa AI terus meningkatkan keselarasan dan tidak bertindak di luar tugas yang diberikan.

Anthropic mengklaim bahwa Opus 5.5 berhasil mencetak skor terbaik dari semua model yang pernah ada pada uji coba audit perilaku otomatis yang mereka jalankan. Sementara GPT-6 Sol dan Luna diklaim OpenAI dibangun berdasarkan model Astra yang jadi model paling selaras milik mereka.

Pendiri dan CEO Anthropic Dario Amodei menghadiri pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, pada 23 Januari 2025. Foto: Fabrice COFFRINI / AFP

Seruan perlambatan pengembangan AI sempat dimuat CEO Anthropic Dario Amodei dalam situs pribadinya berjudul "We Must Pace the Frontier" pada 12 September 2026 lalu. Menurutnya, jika AI tidak diperlambat pengembangannya AI dapat berkembang sebelum manusia memiliki kendali atasnya.

Prediksi Amodei, AI dapat menyebabkan kerusakan yang dahsyat dalam 6-12 bulan ke depan. Sekelompok agen AI, kata dia, berpotensi mengambil alih seluruh internet dan menyebabkan kerugian ratusan miliar dolar.

Seruan perlambatan AI Amodei sempat diamini oleh CEO OpenAI, Sam Altman, dan pendiri SpaceX, Elon Musk.

"Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju pengembangan AI terdepan," kata Altman.

CEO OpenAI Sam Altman menjadi pembicara Snowflake Summit 2025 di Moscone Center, San Francisco, California, pada 2 Juni 2025. Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP