Cakrawala University Punya Kampus Baru di Jakarta dan Terima 1.205 Calon Maba

Cakrawala University telah menerima 1.205 calon mahasiswa baru dari total 2.478 pendaftar. Ribuan calon mahasiswa baru tersebut telah mengikuti program PKKMB Intake 2026 di bulan September 2026. Mereka bakal jadi bagian dari career-ready students dan menempuh pendidikan di 15 program studi yang tersedia.
Dari seluruh pendaftar, sekitar 48,6% berhasil melewati rangkaian seleksi ketat dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan akademiknya bersama Cakrawala University.
Rektor Cakrawala University, Alim Anggono, S.Psi., M.S.Ed., akan memastikan setiap mahasiswa mendapat pendampingan karier sejak awal kuliah hingga lulus nantinya.
“Sejak awal, Cakrawala dibangun supaya mahasiswa tak berjalan sendiri dalam menyiapkan kariernya. Kami mendampingi mereka sejak masuk kuliah, lewat kurikulum kita yang berbasis industri, magang dari semester pertama, hingga persiapan karir. Kami ingin setiap mahasiswa Cakrawala lulus dengan membawa pengalaman yang relevan,” ujar Alim.
Di kampus ini, para mahasiswa akan belajar melalui berbagai project, mengembangkan keterampilan praktis, serta mulai mempersiapkan karier sejak semester awal.
Hal ini menjadi bagian dari pendekatan Cakrawala University untuk membuat pembelajaran di kampus lebih dekat dengan situasi dan kebutuhan yang akan mahasiswa temui di industri kerja nantinya.
“Harapannya, para mahasiswa nggak perlu menunggu sampai semester akhir untuk mulai menyiapkan karier. Dari semester pertama, mereka sudah dikenalkan dengan industri, mengerjakan berbagai project, dan mulai membangun portofolio, bahkan kesempatan untuk bisa magang dari semester satu itu sangat terbuka untuk seluruh mahasiswa karena pembelajarannya menggunakan kurikulum industri. Jadi, waktu lulus nanti, mereka sudah tahu mau ke mana dan punya bekal untuk sampai ke sana,” lanjut Alim.
Resmikan kampus baru di tengah Jakarta
Penerimaan 1.205 calon mahasiswa ini menjadi awal perjalanan para mahasiswa baru di tahun akademik 2026/2027 dalam mengembangkan potensi mereka, membangun pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia industri.
Cakrawala University memiliki dua lokasi kampus di Jakarta:
Kampus Sudirman — berlokasi di The Landmark Center, Jl. Jenderal Sudirman No. Kav 1 Lantai 9, Setia Budi, Jakarta Selatan.
Kampus Kemang — berlokasi di Jl. Kemang Timur No. 1, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kampus Sudirman merupakan lokasi baru yang, baru saja diresmikan. Letaknya ada di Lantai 9 The Landmark Center, Jl. Jend. Sudirman Kav 1, Setiabudi, Jakarta Selatan. Lokasi ini dipilih karena berada persis di jantung kawasan bisnis, teknologi, dan keuangan terbesar di Indonesia — sesuai visi kampus yang ingin mahasiswanya dekat dengan dunia industri sejak awal kuliah.
Kehadiran gedung baru di Sudirman ini menjadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa baru, berdampingan dengan program kurikulum berbasis industri dan skema kuliah fleksibel-hybrid yang ditawarkan kampus ini.
Sosok di Balik Cakrawala University
Di balik pertumbuhan Cakrawala University, ada sosok Achmad Zaky, pendiri sekaligus eks CEO Bukalapak. Zaky tercatat sebagai salah satu Founder Cakrawala University, bersama Zaky Muhammad Syah, Alim Anggono, Nugroho Herucahyono, dan Wildan Fahmi Gunawan.
Keterlibatan Zaky tidak berhenti di status pendiri. Ia turut mendukung pendanaan kampus ini melalui modal ventura Init-6, yang menjadi salah satu pilar ekosistem pendukung Cakrawala University bersama startup edutech Dibimbing.id.
Sementara itu, roda operasional harian kampus dipegang oleh Alim Anggono sebagai Rektor Cakrawala University, dan Zaky Muhammad Syah yang juga menjabat CEO Dibimbing.id.
Di kampus ini, sejak semester pertama, mahasiswa sudah dikenalkan dengan proyek nyata dari industri lewat kurikulum yang dirancang berbasis kebutuhan dunia kerja.
Dengan kombinasi lokasi strategis di dua kawasan di Jakarta , dukungan pendanaan dari tokoh startup ternama seperti Achmad Zaky, serta kurikulum yang menekankan kesiapan kerja sejak dini, Cakrawala University memposisikan diri sebagai kampus yang menjembatani kesenjangan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri di Indonesia.
