Huawei Kebut Produksi Chip AI Ascend 960DT, Tantang Dominasi Nvidia?

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan teknologi Huawei. Foto: Tyrone Siu/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan teknologi Huawei. Foto: Tyrone Siu/Reuters

Huawei dikabarkan tengah mempercepat jadwal peluncuran chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generasi berikutnya, Ascend 960DT, untuk dirilis pada kuartal I 2027. Langkah ini dilakukan perusahaan teknologi China tersebut untuk memperkuat persaingan dengan Nvidia di tengah pembatasan Amerika Serikat terhadap akses China ke teknologi semikonduktor canggih.

Sebelumnya, Huawei berencana meluncurkan Ascend 960DT pada kuartal III 2027. Jadwal tersebut dimajukan enam bulan lebih cepat. Dilansir TechCrunch, juru bicara Huawei mengatakan bahwa chip tersebut kini ditargetkan meluncur pada kuartal I 2027.

“Ascend 960DT diperkirakan siap pada kuartal I 2027. Chip Ascend 960 diluncurkan lebih cepat dari jadwal, dengan performa yang meningkat dua kali lipat dan terus berkembang dari tahun ke tahun,” kata juru bicara Huawei.

David Wang, Rotating and Acting Chairman Huawei, mengumumkan perubahan jadwal tersebut dalam acara Huawei Connect.

Pengembangan Ascend 960DT sendiri merupakan bagian dari ambisi Huawei untuk membangun sistem komputasi AI berukuran besar. Huawei ingin menghubungkan ratusan ribu hingga jutaan chip AI menjadi satu sistem komputasi raksasa. Mereka menyebut pendekatan tersebut sebagai Peerium Computing Architecture.

Arsitektur ini mengandalkan teknologi bernama UnifiedBus, yang dikembangkan Huawei untuk menghubungkan prosesor dengan memori, penyimpanan, serta perangkat jaringan.

Eric Xu, Rotating Chairman Huawei, mengatakan perusahaan menggunakan Peerium Computing Architecture untuk membangun sistem komputasi AI berukuran lebih besar yang dapat digunakan untuk melatih model AI (training) maupun menjalankan model yang sudah dilatih (inference).

Huawei telah memperkenalkan dua sistem pertama yang menggunakan arsitektur tersebut, yakni Atlas 950 SuperPoD dan Atlas 950 SuperCluster. Mereka mengklaim satu Atlas 950 SuperCluster dapat menghubungkan hingga 256 ribu kartu akselerator.

Krisis chip akibat AI. Foto: Shutterstock AI/Shutterstock

Jadwal Chip Lebih Cepat

Percepatan jadwal Ascend 960DT juga menimbulkan pertanyaan mengenai skala sistem AI Huawei secara keseluruhan. Analis teknologi China, Rui Ma, menyoroti adanya perbedaan antara spesifikasi yang sebelumnya disampaikan Huawei dengan pengumuman terbaru perusahaan.

Sebelumnya, Huawei menyebut Atlas 960 SuperPoD dapat ditingkatkan skalanya hingga menggunakan 15.488 chip Ascend 960. Namun, dalam pengumuman terbaru pekan ini, Huawei menyebut sistem ini menggunakan 4.096 chip.

“Chip-nya sendiri hadir jauh lebih cepat, tetapi SuperPoD yang mereka umumkan jauh lebih kecil dibandingkan yang sebelumnya mereka paparkan,” tulis Ma di media sosial X.

Dengan demikian, meski Huawei mempercepat kehadiran chip Ascend 960, masih terdapat pertanyaan mengenai seberapa besar sistem komputasi yang nantinya dapat dibangun menggunakan chip tersebut.

Huawei sendiri terus mengembangkan teknologi chip AI meski China menghadapi berbagai pembatasan dari Amerika Serikat untuk mendapatkan teknologi semikonduktor canggih. Pembatasan tersebut bertujuan membatasi kemampuan China dalam memperoleh chip dan teknologi yang dapat digunakan untuk komputasi AI tingkat lanjut.

Namun, Rui Ma menilai kebijakan tersebut kemungkinan tidak akan menghentikan China dalam mengembangkan teknologi semikonduktornya sendiri.

“Saya pikir sia-sia untuk menghentikan perkembangan China di bidang semikonduktor karena kepentingan untuk mencapai kemandirian saat ini sudah terlalu besar,” tulis Ma.

Persaingan pengembangan AI antara AS dan China juga semakin intensif. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak seruan sejumlah pemimpin industri AI yang meminta pengembangan teknologi tersebut diperlambat karena alasan keamanan.

Trump berpendapat AS perlu mempertahankan keunggulannya atas China dalam teknologi AI. Di sisi lain, Eric Xu dari Huawei justru berpandangan China perlu mempercepat pengembangan AI agar dapat mengejar AS.

Menurut laporan Financial Times, Xu mengatakan perusahaan-perusahaan China perlu terus mengembangkan teknologi AI sebelum mereka benar-benar dapat memahami dan mengatasi risiko yang muncul dari sistem AI yang semakin kuat.

Percepatan pengembangan Ascend 960DT menjadi salah satu langkah Huawei untuk memperkuat infrastruktur komputasi AI dalam persaingan teknologi antara China dan Amerika Serikat.