Nvidia Pamer Agen AI RTX Spark Latih Robot Hugging Face, Bisa Duduk sampai Tidur

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hugging Face Microduck yang saat ditampilkan di NVIDIA GTC Berlin 2026 bersama CEO NVIDIA, Jensen Huang. Foto: YouTube/ NVIDIA
zoom-in-whitePerbesar
Hugging Face Microduck yang saat ditampilkan di NVIDIA GTC Berlin 2026 bersama CEO NVIDIA, Jensen Huang. Foto: YouTube/ NVIDIA

CEO Nvidia, Jensen Huang, mendemonstrasikan bagaimana agen AI yang berjalan pada RTX Spark dapat digunakan untuk melatih robot bebek AI milik Hugging Face, Microduck, dengan memanfaatkan Nvidia Isaac Lab, Hermes Agent, dan Nemotron 3.5 Bolt 74B. Hasilnya, robot mini itu mampu memahami perintah suara dari si pengembang untuk melakukan berbagai aksi, mulai dari berjalan, duduk, tidur, hingga bangkit berguling.

Platform AI (kecerdasan buatan) Hugging Face meluncurkan robot Microduck seharga 399 dolar AS (sekitar Rp 6,2 juta). Perangkat mungil setinggi 25 sentimeter ini langsung meledak di pasar global hingga terjual lebih dari 10.000 unit dengan nilai transaksi menembus 5 juta dolar AS hanya dalam hitungan hari. Lonjakan pesanan tersebut bahkan memaksa penundaan jadwal pengiriman unit baru melewati Natal 2026.

Popularitas Microduck kian memuncak saat CEO Nvidia, Jensen Huang, memboyong robot bebek tersebut ke atas panggung konferensi akbar Nvidia GTC di Berlin, Jerman, Rabu (21/10) waktu setempat.

Huang memamerkan kelincahan Microduck yang dikembangkan oleh anak usaha Hugging Face asal Prancis, Pollen Robotics. Di hadapan ribuan peserta, robot berbobot 800 gram ini berjalan berlenggang (waddle), merebahkan diri untuk "tidur", lalu berguling bangkit secara mandiri.

"Orang tua kalian bernama Pollen Robotics, dan tampaknya semua orang sangat menyukai kalian sampai-sampai produk ini ludes terjual!" canda Jensen Huang di panggung Nvidia GTC, sembari menyebut situs Pollen kewalahan menerima pesanan global.

Huang memperlihatkan bagaimana platform Nvidia Omniverse, Isaac Sim, dan Isaac Lab melatih jaringan saraf tiruan Microduck sebelum pengembang mengunduh hasil simulasinya ke unit fisik. Bos raksasa cip global itu mendemonstrasikan pengoperasian robot tersebut menggunakan produk anyar perusahaannya, laptop Nvidia RTX Spark.

Saat meluncurkannya, CEO Hugging Face, Clem Delangue, menegaskan Microduck mengusung misi demokratisasi teknologi robotika.

"Selamat datang di era robot terjangkau bersumber terbuka untuk mendemokratisasi AI fisik dan model dunia!" ujar Clem Delangue, dikutip dari The Verge. Delangue menambahkan, pengembang dapat leluasa melatih trik motorik baru pada Microduck menggunakan algoritma reinforcement learning.

Hugging Face Microduck yang saat ditampilkan di NVIDIA GTC Berlin 2026 bersama CEO NVIDIA, Jensen Huang. Foto: YouTube/ NVIDIA

Andalkan Cip Rockchip Asal China untuk AI Mandiri

Di balik desainnya yang menggemaskan, Microduck dibekali perangkat keras canggih yang mencakup kamera terintegrasi, sensor lidar, dan dua unit sensor gerak inersia (IMU). Pollen Robotics mempercayakan pemrosesan komputasi lokal pada prosesor RK3566 buatan Rockchip, perusahaan semikonduktor asal Shanghai, China, yang menggunakan lisensi arsitektur ARM dari Inggris.

Pihak Pollen Robotics memilih cip tersebut karena memiliki NPU terintegrasi berkekuatan 1 TOPS (tera operations per second). NPU ini bertugas menjalankan fungsi visi komputer serta pengenalan objek langsung di dalam perangkat (on-device). Mekanisme ini menjamin keamanan privasi data pengguna karena robot tidak perlu mengirim rekaman visual ke server cloud.

Analis Utama dari firma riset Omdia, Lian Jye Su, membeberkan signifikansi Rockchip dalam rantai pasok teknologi dunia.

"Perusahaan ini adalah vendor kunci untuk AI yang beroperasi langsung di perangkat, bukan di komputasi awan," tutur Lian Jye Su kepada CNBC. Kendati demikian, Su memberi catatan bahwa cip kelas efisiensi daya ini tidak dirancang untuk menangani beban AI edge yang terlalu kompleks.

Sorotan besar terhadap Microduck di panggung GTC sekaligus memperkuat rumor kesepakatan korporasi kedua raksasa teknologi. Nvidia saat ini dilaporkan sedang merampungkan rencana akuisisi terhadap Hugging Face dengan nilai valuasi mencapai 12,9 miliar dolar AS.