Pasang Alat Perekam Rahasia, Eks Insinyur OpenAI Asal Arab Saudi Ditangkap FBI

FBI menangkap Abdulrahman Alfozan, mantan insinyur OpenAI asal Arab Saudi, atas dugaan memasang alat perekam audio tersembunyi di ruang konferensi eksekutif perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut.
Dilansir Reuters, menurut pernyataan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Alfozan (35) bekerja sebagai insinyur di OpenAI sejak Juli 2025. Email yang dikirim ke alamat yang dikaitkan dengan namanya tidak mendapat tanggapan. Hingga laporan ini disusun, belum diketahui siapa pengacara yang mewakilinya.
Departemen Kehakiman menyebut OpenAI menemukan alat perekam tersebut pada 30 September 2026 di salah satu gedungnya di San Francisco. Perangkat itu terhubung ke port USB di bagian belakang televisi yang berada di ruang konferensi eksekutif.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Berdasarkan pengaduan FBI, perangkat berukuran sebesar ibu jari tersebut dilengkapi mikrofon dan dapat terhubung ke kamera. Alat itu disembunyikan di dalam tisu toilet dan dipasang sekitar 28 September 2026. Data yang tersimpan di perangkat tersebut telah dienkripsi sehingga tidak dapat diakses.
Penyelidik kemudian menemukan perangkat serupa yang telah dimodifikasi di dalam tas pribadi Alfozan. Melalui unggahan di X OpenAI menyatakan bahwa perusahaan menggunakan model AI internal untuk mengidentifikasi orang yang diduga memasang perangkat sekaligus melacak asal-usulnya.
OpenAI juga mengaku memiliki bukti bahwa karyawan tersebut berniat memasang perangkat perekam tambahan di area sensitif kantor untuk merekam rapat secara diam-diam.
“Sejauh ini, kami tidak menemukan indikasi bahwa individu tersebut mengakses atau mengekstraksi bobot model, kode sumber, maupun data pelanggan secara tidak semestinya. Karyawan tersebut telah diberhentikan,” kata OpenAI.
Dilaporkan ke FBI
OpenAI kemudian melaporkan kasus tersebut kepada FBI, yang sampai saat ini masih melanjutkan penyelidikan. Direktur FBI, Kash Patel, mengatakan Alfozan diduga menyembunyikan perangkat perekam di ruang konferensi eksekutif tempatnya bekerja untuk merekam komunikasi sensitif mengenai teknologi super inteligensi milik perusahaan.
“Abdulrahman Alfozan diduga menyembunyikan perangkat perekam rahasia di ruang konferensi eksekutif tempatnya bekerja untuk merekam secara diam-diam komunikasi sensitif mengenai teknologi superinteligensi perusahaan,” ujar Patel sebagaimana dikutip Reuters.
Alfozan juga menggunakan agen AI untuk produktivitas guna mencari informasi mengenai kalender ruang rapat dan kemampuan ruangan tersebut selama sekitar satu bulan hingga 16 September 2026. Ia telah berstatus penduduk tetap yang sah di AS sejak September 2020.
Jika dinyatakan bersalah, Alfozan menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun, denda 250 ribu dolar AS, serta tiga tahun pembebasan dengan pengawasan.
Profil LinkedIn Alfozan menyebutkan bahwa ia pernah menempuh pendidikan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan University of California, Berkeley. Ia juga pernah bekerja di Meta dan Microsoft. Namun, Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen informasi yang tercantum dalam profil tersebut.
OpenAI Juga Selidiki Pelanggaran Internal
Secara terpisah, OpenAI disebut tengah melakukan pembicaraan awal untuk mengakuisisi Trail of Bits, perusahaan rintisan yang mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan dalam perangkat lunak open-source. Menurut Reuters, pembicaraan masih berlangsung dan kesepakatan itu bisa saja batal.
Pada Jumat lalu, OpenAI juga mengumumkan telah memecat tiga peneliti setelah penyelidikan internal menemukan bahwa mereka melanggar kebijakan perusahaan terkait penanganan informasi sensitif.
Ketiga peneliti tersebut adalah Jasmine Wang, Tomek Korbak, dan Mikita Balesni. Mereka telah menerbitkan surat yang menjelaskan kondisi di balik pemecatan masing-masing serta menyampaikan kekhawatiran bahwa keputusan pemecatan yang mendadak dapat menimbulkan ketidakpastian di kalangan karyawan.
Mereka juga menilai langkah tersebut berpotensi merusak budaya kerja yang memungkinkan para peneliti menyampaikan kekhawatiran mengenai keselamatan.
