Sam Altman: Saya Tak Lagi Berpikir Kita akan Bisa Menambal Semua Bug

CEO OpenAI Sam Altman menyebut keamanan siber sebagai risiko AI yang menurutnya belum ditanggapi serius oleh para pemimpin organisasi, negara, maupun individu. Pernyataan itu disampaikannya dalam acara View From The Top yang diselenggarakan Stanford Graduate School of Business dan tayang di kanal YouTube Stanford GSB pada 22 Oktober.
Sam Altman menjawab pertanyaan pewawancara Claudia Chen, mahasiswa MBA angkatan 2027 Stanford GSB, tentang apa yang bisa dilakukan individu dan pemimpin bisnis untuk bersiap menghadapi risiko AI. Alih-alih menyebut “daftar 30 hal”, ia memilih satu: keamanan siber.
“Saya bahkan tidak tahu kata yang cukup dramatis untuk menggambarkannya, tapi masalah yang sedang mendekati kita ini menurut saya masih belum kita anggap serius,” ujarnya.
Model AI Bakal Terus Lebih Pintar
Altman merujuk pada kehebohan seputar model Mythos awal tahun ini. Menurutnya, situasi memang membaik karena sejumlah bug ditambal, tetapi banyak orang tidak menangkap lajunya.
Cara berpikirnya, kata dia, seolah-olah celah yang ditemukan model saat itu adalah semua celah yang ada atau yang akan pernah bisa ditemukan model.
Padahal, lanjutnya, model akan terus menjadi jauh lebih pintar dan berpotensi menemukan bug di luar model ancaman biasa, termasuk di level hardware. Para CISO (Chief Information Security Officer) dan profesional keamanan, kata Altman, masih panik, tetapi kebanyakan pemimpin organisasi sudah “agak move on” sementara model terus berkembang.
“Saya tidak lagi berpikir kita akan bisa menambal semua bug,” kata Altman. Ia berpendapat pertahanan perlu diganti total, dengan memakai teknologi yang sama sebagai “semacam perisai pertahanan jenis baru”.
Ia menyebutnya isu keselamatan dan keamanan yang sangat besar, dan mengaku takjub betapa sedikit perhatian yang diterimanya.
Peringatan Datang saat Celah Besar Internet Dibongkar
Peringatan Altman ini, secara mengejutkan datang di tengah lonjakan penemuan celah keamanan sepanjang 2026.
Konteks pembicaraan Altman merujuk pada Mythos dan Project Glasswing. Pada 7 April, Anthropic meluncurkan Project Glasswing, koalisi tertutup dengan sekitar 40 organisasi lebih, berpusat pada model Claude Mythos Preview.
Anthropic menyebut model itu menemukan ribuan celah berkeparahan tinggi di setiap sistem operasi dan browser utama. Dalam sebulan pertama, program itu melaporkan lebih dari 10.000 celah berkeparahan tinggi atau kritis. Namun penambalan tertinggal jauh: Anthropic sendiri mengakui kurang dari 1% celah yang ditemukan telah ditambal.
Selain itu yang membuat geger ialah PHP2Shell (21 Oktober). Dua celah kritis di PHP, CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, memungkinkan eksekusi kode jarak jauh tanpa login, dengan skor CVSS v4.0 sebesar 9.2.
Detailnya bocor sebelum patch siap, sehingga sejumlah organisasi di Belanda, termasuk NCSC, mematikan situs mereka sebagai langkah pencegahan. Eksploitasi aktif dilaporkan dimulai sebelum patch tersedia. Perbaikan ada di PHP 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35.
Pada hari yang sama, proyek Node.js (21 Oktober) merilis perbaikan untuk 10 kerentanan, empat di antaranya berkeparahan tinggi, termasuk celah eksekusi kode jarak jauh pada pustaka Brotli. Versi Node.js 20 dan yang lebih lama tidak mendapat perbaikan karena sudah habis masa dukungnya.
Patch tidak sama dengan aman. Riset Qualys menemukan aplikasi enterprise yang kompleks butuh rata-rata lima bulan sepuluh hari untuk diperbaiki setelah patch siap diuji.
