5 Fakta Gunung Sakurajima yang Meletus di Jepang, Ternyata Dulu Sebuah Pulau
·waktu baca 3 menit

Gunung Sakurajima di Kagoshima, Jepang, erupsi pada Minggu (24/7) sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Awan panas yang keluar dari kawah serta abu besar yang mencapai ratusan meter membuat Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengumumkan status Level 5 dari Level 3, yang merupakan level tertinggi.
Letusan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di gunung tersebut. Menurut sejarah, Gunung Sakurajima telah beberapa kali meletus dan mengeluarkan awan panas.
Tak heran jika Sakurajima menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di Jepang. Selain jadi gunung berapi paling aktif, berikut fakta menarik tentang Gunung Sakurajima seperti dilansir berbagai sumber.
1. Dulunya Sebuah Pulau
Sakurajima dulunya adalah sebuah pulau. Tetapi karena letusan sebelumnya, sekarang bagian gunung tersebut melekat pada sebuah semenanjung.
Sakurajima berada di Kaldera Aira yang terbentuk akibat letusan luar biasa yang terjadi 22.000 tahun yang lalu.
Letusan dahsyat tersebut menyebabkan kantung magma di bawah kawah menjadi runtuh.
Kaldera yang terbentuk akibat letusan memiliki lebar lebih dari 20 km. Sakurajima merupakan kawah baru untuk kaldera Aira yang masih aktif.
2. Memiliki Tiga Puncak
Sakurajima adalah gunung api bertipe komposit. Gunung tersebut memiliki tiga puncak yaitu Kitadake (Puncak Utara), Nakadake (Puncak Tengah), dan Minamidake (Puncak Selatan) yang masih sangat aktif hingga sekarang.
Menjulang 1.117 m di atas permukaan laut, Kitadake adalah puncak tertinggi di Sakurajima saat ini.
Gunung Sakurajima terletak di bagian Teluk Kagoshima yang dikenal sebagai Teluk Kinko dan terhubung dengan daratan Semenanjung Osumi yang membentuk sebuah tanjung dengan luasnya sekitar 77 km persegi.
3. Gunung yang Terbentuk Ribuan Tahun Lalu
Sakurajima merupakan gunung yang terbentuk oleh kegiatan vulkanik dalam kaldera Aira yang dimulai 13.000 tahun yang lalu.
Gunung ini berada sekitar 8 kilometer (km) di sebelah selatan pusat kaldera. Sementara letusan paling awal yang tercatat dalam sejarah terjadi tahun 963 M.
Sebagian besar letusan Sakurajima adalah letusan stromboli dan hanya memengaruhi kawasan puncak, namun letusan yang lebih besar pernah terjadi pada 1471-1476, 1779–1782, dan 1914.
Kegiatan vulkanik di Kitadake sudah berhenti sekitar 4,900 tahun yang lalu. Letusan-letusan selanjutnya terjadi di Minamidake.
4. Pernah Meletus Beberapa Kali
Sebelumnya, Sakurajima merupakan gunung api yang tidur selama lebih dari satu abad hingga letusan dimulai 12 Januari 1914.
Selanjutnya sekitar satu bulan, Sakurajima berulang kali meletus dan mengeluarkan lava dalam jumlah besar.
Kegiatan vulkanik Sakurajima semakin aktif pada tahun 1955, dan sejak itu pula, Sakurajima terus menerus meletus secara teratur.
Ribuan letusan-letusan kecil terjadi setiap tahunnya, melemparkan abu ke angkasa hingga di ketinggian beberapa kilometer di atas Sakurajima. Pos Pengamat Gunung Api Sakurajima didirikan pada tahun 1960 untuk memantau kegiatan terakhir Sakurajima.
Hingga kini, kegiatan vulkanik Sakurajima terus berlangsung, dan menyebarkan debu vulkanik dalam jumlah besar ke daerah sekelilingnya.
5. Gunung yang Jadi Daya Tarik Wisatawan
Menjadi bagian dari Taman Nasional Kirishima-Yaku, Sakurajima menawarkan daya tarik tersendiri.
Lelehan lava di Sakurajima merupakan atraksi untuk wisatawan.
Selain itu, di sekitar Sakurajima juga dibangun sejumlah resor pemandian air panas.
