Kumparan Logo
Cover Collection Heritage Cap Go Meh Singkawang
Heritage Cap Go Meh Singkawang

5 Fakta Menarik Perayaan Festival Cap Go Meh di Singkawang

kumparanTRAVELverified-green

comment
16
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Heritage Cap Go Meh Singkawang Foto: kumparan/Andri Firdiansyah Arifin
zoom-in-whitePerbesar
Heritage Cap Go Meh Singkawang Foto: kumparan/Andri Firdiansyah Arifin

Festival Cap Go Meh menjadi salah satu perayaan yang tak kalah meriahnya dengan Tahun Baru Imlek. Selain dirayakan di negara asalnya, festival Cap Go Meh juga digelar secara meriah di beberapa kota besar di Indonesia.

Misalnya Singkawang dengan perayaan festival Cap Go Meh-nya yang mampu menarik minat wisatawan nusantara hingga mancanegara. Karena tak hanya diisi dengan berbagai macam acara, perayaan festival Cap Go Meh yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini selalu menampilkan sesuatu yang berbeda.

Sebelum menyaksikan kemeriahan perayaan tersebut, berikut lima fakta menarik festival Cap Go Meh di Singkawang.

Tatung dari Luar Negeri

Festival Cap Go Meh Singkawang 2019. Foto: Dok. Kemenparekraf

Perayaan festival Cap Go Meh di kota Singkawang memiliki ciri khas sendiri, yaitu adanya pawai dan atraksi Tatung. Tatung adalah orang-orang terpilih yang dirasuki oleh roh halus, dan kebal terhadap benda-benda tajam.

Pawai serta atraksi dari tatung ini dimaksudkan untuk menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat, dan peniadaan kesialan.

Saat para tatung diarak keliling Singkawang, mereka biasanya dalam keadaan tidak sadar dan melakukan berbagai atraksi yang di luar nalar, yang dipenuhi hal mistis dan menegangkan. Seperti menusukkan senjata tajam ke tubuh sendiri tanpa terlihat kesakitan atau berdarah.

Festival Cap Go Meh Singkawang 2019. Foto: Dok. Kemenparekraf

Atraksi para tatung merupakan pertunjukan yang paling ditunggu dalam festival Cap Go Meh di Singkawang, terutama oleh para penggiat fotografi.

Dan salah satu hal menarik dari festival Cap Go Meh tahun ini di Kota Singkawang adalah hadirnya para tatung-tatung luar negeri. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Panitia Imlek Cap Go Meh Kota Singkawang 2020, Tjhai Leonardi.

“Perayaan festival Cap Go Meh Singkawang pada tahun ini dimeriahkan dengan kehadiran tatung dari luar negeri yang akan mengikuti ritual cuci jalan dan pada hari H tanggal 8 Februari 2020, di pagi hari,” kata Leonardi.

Upacara pemanggilan Tatung biasanya dipimpin oleh pemuka agama setempat yang sengaja mendatangkan roh orang yang sudah meninggal untuk merasuki Tatung. Roh-roh yang dipanggil untuk dirasuki ke dalam Tatung diyakini merupakan para tokoh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima perang, hakim, sastrawan, pangeran, dan orang suci lainnya.

Replika Pagoda Tertinggi di Indonesia

Replika pagoda tertinggi di Indonesia yang akan ditampilkan di Festival Cap Go Meh Singkawang 2020 Foto: Dok. Istimewa

Selain diisi oleh berbagai acara dan pawai-pawai budaya, festival Cap Go Meh di Singkawang pada tahun ini juga diramaikan dengan kehadiran replika pagoda terbesar dan tertinggi di Indonesia.

Menurut Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Supardiyana, replika pagoda ini juga akan masuk ke dalam rekor MURI.

“Yang membedakan tahun ini akan ditampilkan replika pagoda tertinggi di Indonesia yang akan mendapatkan rekor muri,” katanya.

Replika pagoda yang menghiasi festival Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang juga menyimpan makna tersendiri. Pagoda setinggi 20,20 meter ini merefleksikan tahun saat ini yaitu 2020. Sedangkan pagoda yang terdiri dari 8 lantai tersebut juga menyimpan makna lainnya.

Akhir dari Hal Tabu di Perayaan Imlek

Ilustrasi Imlek. Foto: AFP/STR

Saat perayaan Imlek ada banyak hal tabu yang tidak boleh dilakukan atau dibeli. Bagi keturunan Tionghoa yang masih mempraktikkan tradisi tertentu, seperti tidak menyapu, keramas, mencuci baju, hingga menangis ketika Imlek, pantangan tersebut baru akan berakhir setelah Cap Go Meh usai.

Tak heran jika perayaan Cap Go Meh dilakukan dengan meriah, mulai dari menghidangkan lontong cap go meh yang khas, pertunjukan barongsai, lampion merah menghias jalan, hingga festival megah dan meriah setiap tahunnya. Sama seperti yang dilakukan oleh penduduk Singkawang, Kalimantan Barat.

Festival Lampion

Festival Cap Go Meh Singkawang 2019. Foto: Dok. Kemenparekraf

Selain pagelaran budaya, Singkawang rutin menyelenggarakan festival lampion. Tidak hanya barisan lampion yang digantung, tetapi juga pawai dengan tema lampion dan dekorasi Imlek.

Festival lampion ini beberapa kali juga telah memecahkan rekor Muri. Misalnya saja pada 2009 ada 10.895 lampion dinyalakan di Singkawang . Menyusul pada 2018 ada 20.607 lampion dinyalakan. Sedangkan tahun ini, ribuan lampion juga akan diterbangkan ke udara.

“Perayaan Imlek sampai Cap Go Meh di Singkawang sangat meriah. Pada hari pertama sampai hari ke-12 adanya pertunjukkan seni, hari ke-13 pawai malam lampion, hari ke-14 ada ritual cuci jalan oleh para tatung, dan hari ke-15 yang merupakan puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh dirayakan secara khusus,” kata Supardiyana.

Dipenuhi dengan Berbagai Macam Acara

Arak-arakan peserta Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat. Foto: dok: Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf

Terakhir, selain empat hal tersebut, biasanya masyarakat Singkawang memeriahkan festival Cap Go Meh dengan panggung seni dan budaya serta stan kuliner. Semua kuliner yang tersaji juga bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Panitia Imlek Cap Go Meh Kota Singkawang 2020, Tjhai Leonardi. Pria yang akrab disapa Leo itu mengatakan bahwa tahun ini panitia juga mengadakan berbagai atraksi hiburan dan stan-stan UMKM.

“Panitia mengadakan pameran UMKM, CGM Expo di Stadion Kridasana dengan panggung hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh artis-artis lokal, nasional, seni budaya lokal, sanggar, paguyuban yang setiap malam tampil selama 15 hari, dengan stand-stand UMKM, stand berbagai aneka kebutuhan, hiburan, kuliner dan lain-lain,” tutur Leo.

Bagaimana, siap mengikuti perayaan festival Cap Go Meh di Singkawang?