5 Fakta Unik Lawang Sewu yang Jarang Diketahui, Benarkah Punya Seribu Pintu?

25 Agustus 2022 12:03
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lawang Sewu di Semarang. Foto: Rini Indra/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Lawang Sewu di Semarang. Foto: Rini Indra/Shutterstock
Saat mendengar Semarang pasti yang terlintas di benakmu adalah salah satu destinasi wisata ikoniknya. Ya, mana lagi kalau bukan Lawang Sewu yang jadi favorit wisatawan.
Belum lengkap rasanya plesiran ke Semarang, kalau belum berkunjung ke destinasi wisata yang sarat akan sejarah.
Dibangun sekitar tahun 1900-an, Lawang Sewu menjadi saksi bisu dari peristiwa pertempuran lima hari yang berlangsung pada tahun 1945 antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Jepang.
Tapi enggak hanya itu, ada sederet fakta menarik lainnya tentang Lawang Sewu. Apa saja itu? Yuk, simak ulasannya

1. Menyimpan Sejarah Perkeretaapian Indonesia

Lawang Sewu identik dengan kereta api. Foto: Teguh Jati Prasetyo/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Lawang Sewu identik dengan kereta api. Foto: Teguh Jati Prasetyo/Shutterstock
Sejarah Lawang Sewu tak lepas dari sejarah perkeretaapian di Indonesia, karena pada Juli 1907, gedung ini dibangun sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscappij (NIS), kantor pusat perusahaan kereta api swasta.
Kantor ini pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia yang menghubungkan Semarang dengan Surakarta dan Yogyakarta dengan jalur pertama Semarang-Tanggung pada 1867.
Sejarah perkeretaapian Indonesia juga tak lepas dari Lawang Sewu. Hal ini dikarenakan kamu bisa menemukan berbagai macam koleksi bersejarah yang menggambarkan perjalanan kereta api Indonesia di masa lampau.
Kamu bisa menemukan pakaian para masinis alat komunikasi (telepon kayu, telegraf), alat hitung friden, lemari karcis edmonson, karcis kereta kuno, mesin cetak tanggal untuk karcis kereta, dan lainnya.

2. Pernah Menjadi Sebuah Penjara

Suasana Lawang Sewu di malam hari. Foto: Iwan Tantomi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Lawang Sewu di malam hari. Foto: Iwan Tantomi/Shutterstock
Selain erat kaitannya dengan sejarah perkeretaapian Indonesia, siapa sangka Lawang Sewu juga pernah menjadi saksi kekejian penjajahan di masa lampau.
Sebab, pada tahun 1942-1945, Lawang Sewu juga pernah digunakan sebagai kantor Riyuku Soyuku (Jawatan Transportasi Jepang).
Setelah Jepang berkuasa di Indonesia, gedung ini pun diambil alih dan ruang bawah tanahnya dijadikan sebagai saluran pembuangan air, serta ruang tahanan sekaligus penyiksaan.
Penjara bawah tanah tersebut menjadi saksi atas penyiksaan dan pembantaian terhadap orang-orang Indonesia, yang dilakukan oleh tentara Jepang pada saat diberlakukannya kerja paksa atau romusha.
Dulu penjara bawah tanah ini bisa dikunjungi oleh wisatawan, tetapi karena alasan keamanan, kini pengunjung tidak bisa mengunjungi area penjara bawah tanah tersebut.

3. Punya Toilet Mewah

Bentuk atas Lawang Sewu di Semarang Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk atas Lawang Sewu di Semarang Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Fakta menarik lainnya, Lawang Sewu ternyata memiliki toilet yang terbilang unik. Mengutip laman Instagram resmi @kai121_, toilet di Lawang Sewu punya arsitektur yang cantik dan mewah.
"Ubin dan wastafelnya masih asli buatan pabrik Van den Berg di Belanda. Sementara urinoirnya diimpor khusus dari Inggris bermerek The Adamant. Jenis urinoir ini cuma bisa ditemui di dua tempat yakni di Museum Lawang Sewu dan di Rosethal Glascow, Skotlandia," ungkap Railmin.

4. Punya Lukisan Kaca Ikonik

Gedung Lawang Sewu, Semarang Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Lawang Sewu, Semarang Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Bagi kamu yang pernah berkunjung ke Lawang Sewu tentu pernah melihat salah satu lukisan kaca ikonik yang kerap menjadi spot foto favorit wisatawan. Tahukah kamu kalau ada cerita menarik di balik lukisan kaca tersebut?
Ya, lukisan kaca patri di Lawang Sewu adalah karya Johannes Louresa Schouten. Lukisan ini menggambarkan kemakmuran tanah di Pulau Jawa beserta keindahan alamnya.
Sosok Dewi Fortuna dan Dewi Venus menggambarkan Belanda selalu diberkahi keberuntungan dan kejayaan selama berada di Nusantara dan bagian roda kereta api bersayap yang menggambarkan kejayaan perkeretaapian di masa itu.

5. Jumlah Pintu tak Sampai Seribu

Wisatawan yang tengah berfoto di Lawang Sewu Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan yang tengah berfoto di Lawang Sewu Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Dalam bahasa Jawa "lawang" berarti pintu, dan "sewu" bermakna seribu. Adapun, Lawang Sewu berarti Pintu Seribu. Pertanyaannya apakah benar Lawang Sewu menjadi bangunan yang memiliki seribu pintu?
Ternyata jumlah daun pintu di Museum Lawang Sewu enggak beneran seribu. Kalau dihitung-hitung nih ada total 928 daun pintu di Lawang Sewu.
Masyarakat sekitar lebih mudah menyebutnya dengan Lawang Sewu karena kalau disebut "lawang sangangatus wolulikur" (pintu 928) dianggap terlalu panjang. Hanya kurang 72 pintu saja bukan untuk benar-benar disebut sewu?