5 Makanan Khas yang Selalu Ada Saat Perayaan Cap Go Meh
·waktu baca 5 menit

Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan yang sama pentingnya dengan Imlek bagi masyarakat Tionghoa. Ya, Cap Go Meh menjadi bagian penutup Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ke-15 setelah tahun baru China.
Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang terdiri dari tiga kata yakni 'Cap' yang berarti sepuluh, 'Go' adalah lima, dan 'Meh' berarti malam. Secara harfiah Cap Go Meh bermakna "15 hari atau malam setelah Imlek".
Sebagai rangkaian penutup Imlek, festival ini juga dimeriahkan dengan sederet acara adat hingga kuliner lezat. Nah, sebelum menyimak deretan kuliner khas yang wajib ada saat Cap Go Meh, kamu bisa mengikuti laman resmi @pesonaid_travel di Instagram atau Twitter untuk mencari info dan inspirasi tentang destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif #DiIndonesiaAja
Kamu juga bisa mendukung program #BeliKreatifLokal dengan menjajal aneka makanan yang dijual para pelaku UMKM Indonesia.
Hal itu sejalan dengan ajakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno untuk mendukung dengan membeli produk-produk lokal. Menparekraf juga mengajak pelaku usaha untuk beralih ke e-commerce sehingga bisa membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Yang ingin saya garis bawahi kita semua harus membeli produk ekonomi kreatif lokal yang harus di-support oleh kita sendiri,” ujar Sandiaga Uno seperti dikutip dari siaran pers “Menparekraf Ajak Masyarakat Beli Produk Ekonomi Kreatif Lokal”.
Nah, sudah penasaran apa saja makanan yang wajib hadir saat perayaan Cap Go Meh yang ada #DiIndonesiaAja? Yuk, simak ulasannya.
1. Kue Keranjang (Nian Gao)
Kue keranjang atau yang biasa disebut nian gao merupakan salah satu makanan khas yang wajib disajikan pada perayaan Imlek atau Cap Go Meh.
Kue manis yang menjadi simbol keberuntungan ini disajikan mulai tujuh hari sebelum Imlek hingga Cap Go Meh. Bahkan ada juga yang menjadikan kue keranjang sebagai sesaji, dan baru boleh dimakan saat Cap Go Meh tiba.
Kue yang telah ada sejak 3.000 tahun silam ini, bertekstur kenyal dan manis.
2. Lontong Cap Go Meh
Lontong Cap Go Meh menjadi kuliner yang selalu hadir dan disajikan dalam rangkaian perayaan penutup Tahun Baru Imlek. Sajian ini merupakan sebuah hidangan lezat yang memiliki cita rasa tersendiri.
Makanan khas ini hadir sebagai buah dari akulturasi Tionghoa dan Jawa. Tepatnya, warga Tionghoa pertama kali datang dan bermukim di kota-kota pelabuhan pesisir utara Jawa. Mereka berinteraksi dengan masyarakat lokal, dan mengadaptasi budaya setempat.
Lontong yang digunakan dalam sajian ini dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya panjang. Konon, bentuk lontong yang panjang, melambangkan panjang umur. Sedangkan bagi warga Tionghoa yang menyajikan kuah opor dengan kunyit, warna keemasan kuahnya melambangkan keberuntungan.
Isian dalam sepiring lontong Cap Go Meh sebenarnya tidak berbeda dari sajian lontong pada umumnya. Ada opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng ati, telur pindang, acar, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.
3. Onde-onde
Onde-onde menjadi salah satu sajian yang wajib ada saat Festival Cap Go Meh. Bahkan, camilan satu ini sudah menjadi makanan favorit masyarakat Tionghoa sejak Dinasti Song (960-1279). Masyarakat Tionghoa menyebut kudapan ini dengan yuanxiao (kue bulan-bulat dari tepung beras).
Bukan sekadar menjadi hidangan, bentuk bulan dengan warna keemasan membuat onde-onde menjadi makanan lambang keberuntungan. Sehingga, masyarakat Tionghoa percaya makanan ini menjadi simbol harapan baik di tahun baru.
Kamu ingin cari camilan lain yang mengganjal lapar? Kamu juga bisa mencicipi nikmatnya roti lapis berisi potongan daging sei dari UMKM lokal Let's Toast. Roti lapis ini berisi potongan sayuran, telur dadar, dan juga variasi isian lain yang cocok jadi menu kudapan di sela-sela waktu sibuk. Selain roti lapis, ada juga aneka minuman segar dan roti manisnya.
4. Jeruk
Bila kamu perhatikan, setiap menjelang Imlek hingga Cap Go Meh, supermarket hingga pasar dipenuhi dengan jeruk. Hal ini ternyata ada kaitannya dengan tradisi masyarakat Tionghoa, lho!
Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna oranye keemasan jeruk melambangkan kemakmuran. Sehingga buah segar ini menjadi makanan yang wajib hadir dalam perayaan Imlek maupun Cap Go Meh.
Komunitas Hokkien pun menjalankan tradisi melempar jeruk sejak abad ke-19. Bak pemancing jodoh, tradisi ini biasanya dilakukan oleh para perempuan yang berharap jeruknya akan diambil laki-laki yang pantas menjadi pasangan mereka kelak.
5. Wedang Ronde
Wedang ronde tak hanya menjadi sajian yang wajib hadir saat perayaan Imlek atau Cap Go Meh saja, makanan ini juga wajib dihidangkan saat perayaan yang berkaitan dengan budaya Tionghoa. Bagi masyarakat Tionghoa, wedang ronde merupakan makanan para dewa.
Wedang ronde memiliki tiga unsur warna yakni, hijau yang melambangkan sebuah harapan, merah membawa keberuntungan, dan putih jadi lambang kesejahteraan dan persatuan.
Ronde terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan sedikit air dan dibentuk bola-bola yang direbus. Kemudian disajikan dengan kuah jahe manis.
Nah, itu tadi deretan makanan khas yang wajib ada saat perayaan Cap Go Meh. Mengingat sekarang kita masih berada di tengah pandemi, perayaan kali ini harus tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!
Suka camilan manis yang bikin suasana hati terjaga seharian? Kamu bisa coba salah satu UMKM lokal yang menjual makanan Bogor kekinian berupa aneka produk cokelat menggugah selera, yaitu Chocoletters. Beberapa macam cokelat yang wajib dicoba antara lain coklat kacang mete, cokelat kurma, dan coklat dengan topping buah kering nanas, bluberi, atau stroberi. Kamu bisa kepoin langsung Instagram-nya di @chocoletters.bgr.
Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 6M, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, serta menghindari makan bersama! Kamu juga bisa cek lokasi-lokasi usaha pariwisata yang sudah mengantongi sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, environmental sustainability) atau (kebersihan, kesehatan, keselamatan dan Kelestarian lingkungan)
Sementara itu, bagi kamu yang belum divaksin, jangan lupa untuk sesegera mungkin melakukan proses vaksinasi, ya! Karena dengan divaksin, pembentukan herd immunity bisa segera tercipta.
