5 Suku di Dunia Ini Jadikan Tato Sebagai Identitas Diri dan Status Sosial

17 Maret 2021 7:11 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suku Mentawai yang sedang melakukan Tari Sikerei Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Suku Mentawai yang sedang melakukan Tari Sikerei Foto: Wikimedia Commons
ADVERTISEMENT
Tato saat ini dikenal sebagai tren fashion di kalangan anak muda. Biasanya tato dibuat pada bagian tangan, kaki, punggung, perut, bahkan muka.
ADVERTISEMENT
Namun, jauh dari tren style saat ini, tato sudah muncul di kalangan beberapa suku di dunia sebagai simbol dan ritual komunitas adat. Bahkan, tato dianggap sebagai simbol status sosial dan ritual adat sebuah suku.
Bukan hanya identitas diri, beberapa suku di dunia juga menganggap tato sebagai simbol kecantikan dan kejantanan. Lantas, suku mana saja yang menjadikan tato sebagai ritual yang sakral dan wajib dilakukan?
Berikut kumparan rangkum 5 suku di dunia yang menjadikan tato sebagai identitas diri.

1. Suku Mentawai - Sumatera Barat, Indonesia

Ilustrasi tato suku Mentawai, Sumatera Barat Foto: Wikimedia Commons
Tato Mentawai di Sumatera Barat dinobatkan sebagai tato tertua di dunia mengalahkan seni tato di Mesir. Tato atau yang dikenal sebagai 'Titi' ini sudah muncul sejak 1500-500 SM.
ADVERTISEMENT
Dalam komunitas Suku Mentawai, orang yang pandai melukis tato tubuh disebut dengan “Sipatiti” atau “Sipaniti”. Dilansir laman resmi Kemendikbud, tato Mentawai merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang digunakan sebagai simbol, serta tanda pengenal bagi para pemegang profesi, yakni ahli pemanah, ahli pengobatan, pangkat dan lain sebagainya.
Sebagian besar motif tato Suku Mentawai ini adalah batu, hewan, tumbuhan, busur, mata kail, duri rotan, tempat sagu, dan binatang ternak. Ini merupakan lambang keseimbangan alam dan keindahan. Dalam penatoan, jarum yang digunakan terbuat tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan.

2. Suku Dayak - Kalimantan, Indonesia

Potret Suku Dayak Ngaju dengan tubuh penuh tato Foto: Wikimedia Commons
Indonesia memang lekat dengan seni lukis tubuh. Selain Mentawai, suku lainnya yang menjadikan seni tersebut sebagai identitas diri adalah Suku Dayak di Kalimantan.
ADVERTISEMENT
Bagi sebagian suku asli Pulau Kalimantan ini, tato adalah bagian yang tak terpisahkan dari tubuh mereka, bahkan dianggap sebagai anggota tubuhnya.
Tato menjadi sesuatu yang sakral dan erat kaitannya dengan ritual, maupun prosesi yang dijalankan oleh masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak sendiri, tato memiliki fungsi mulai dari penanda kepemilikan, jimat untuk menjaga dari roh jahat, penghargaan atas jasa karena sering menolong, tanda keberanian di medan perang, tanda sebagai perantau ulung, hingga penanda beda kelas sosial.
Sementara, tato bagi perempuan Dayak sendiri dapat berarti dirinya telah siap untuk menikah. Makna dari tato begitu dekat dengan kekuasaan dan kekuatan.
Tak jarang, tato pun diukir di tubuh para kepala suku sebagai bentuk penanda bahwa ia adalah seorang pemimpin dan raja di kelompoknya.
ADVERTISEMENT

3. Suku Moi - Papua, Indonesia

Suku Moi di Kabupaten Sorong Papua Barat. Foto: Bumi Papua
Suku Moi yang berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat, ini juga dikenal sebagai suku yang akrab dengan budaya menato tubuh. Seni tato pada Suku Moi sudah dimulai sejak zaman Neolitikum, sekitar tahun 1500 SM.
Motif tato yang dibuat biasanya berbentuk garis-garis geometris dan melingkar, disertai titik-titik yang berbentuk segitiga kerucut. Bagian tubuh yang biasanya ditato adalah dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul dan punggung.
Saat ini seni budaya tato di Suku Moi sudah jarang dilakukan oleh generasi muda, karena dianggap kuno. Sehingga seni menato tubuh di Suku Moi ini diprediksi bisa hilang lantaran tidak dilestarikan oleh generasi baru.

4. Suku Maori - Selandia Baru

ilustrasi suku Maori Foto: Shutter stock
Suku Maori, penduduk pertama dan asli di Selandia Baru, juga mempunyai ciri khas tato yang melekat di tubuh mereka. Tato yang dibuat di wajah itu dikenal dengan sebutan Mako.
ADVERTISEMENT
Seni tato Maori pertama kali dikenal dunia ketika penjelajah asal Inggris, Captain James Cook, mendarat di Selandia Baru pada 1769. Kemudian, tato Maori kian dikenal di Eropa pada 1814, ketika pemimpin Suku Maori bernama Hongi dibawa ke Inggris untuk membantu penerjemahan Injil ke bahasa lokal.
Sejak saat itulah, tato tersebut dikenal dunia dan menjadi identitas suku. Bagi Suku Maori, kepala merupakan bagian tubuh paling suci dibanding bagian tubuh lainnya, karena itu banyak penduduk suku tersebut yang melukis tato di wajahnya.
Bahkan, banyak penduduk Suku Maori yang menutupi nyaris seluruh wajahnya dengan tato Mako. Tato Mako bagi Suku Maori merupakan simbol pangkat militer, status sosial, kekuasaan, dan prestise.
Bagi Suku Maori, tato sangat dihormati dan disakralkan. Sebab, tato Mako dianggap sebagai ritual kedewasaan bagi penduduknya yang beranjak dewasa.
ADVERTISEMENT

5. Suku Atayal - Taiwan

Wanita Atayal yang Punya Tato Wajah Foto: Wikimedia Commons
Atayal mungkin menjadi satu dari sekian banyak suku yang memiliki tato sebagai ciri khas. Atayal atau Tayal merupakan kelompok pribumi di Taiwan.
Tinggal di Taiwan Tengah dan Taiwan Utara, konon mereka memiliki tradisi menato sejak 1.400 tahun yang lalu. Atayal menato wajah sebagai penanda yang membedakan kelompoknya dengan suku lain.
Zaman dahulu, tradisi menato wajah merupakan momen penting. Untuk mendapatkannya pun bukan perkara mudah.
Sebagai contoh agar anak laki-laki diterima sebagai pria, mereka harus ditato saat berusia sekitar 15 tahun. Sebelum mendapatkannya, anak laki-laki harus memburu dan mengayau sebagai tanda mereka mampu.
Sementara bagi wanita, tugasnya sedikit berbeda, yaitu mereka harus bisa menenun. Saking pentingnya keterampilan menenun, seorang wanita tanpa tato wajah tidak diizinkan untuk menikah.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).