Kumparan Logo

5 Tempat Paling Terisolasi di Dunia, Berani Tinggal di Sini?

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tristan da Cunha (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Tristan da Cunha (Foto: Shutter Stock)

Pernah membayangkan hidup di tempat dengan listrik terbatas, transportasi yang sulit, terbatasnya bahan makanan, dan terisolasi dari dunia luar? Jika kamu punya kesempatan untuk traveling dan menyambangi tempat-tempat terpencil dan terisolasi seperti itu, akankah kamu mau?

Dilansir Listverse, sedikitnya ada lima tempat di dunia yang dianggap paling terpencil dan terisolasi di dunia. Dengan berbagai keterbatasan fasilitas yang ada, tempat-tempat terisolasi itu dijadikan sebagai rumah bagi sebagian orang.

Apa saja, simak ulasannya berikut.

1. Palmerston Island, Inggris

Palmerston Island  (Foto: Flickr/dustinpsmith)
zoom-in-whitePerbesar
Palmerston Island (Foto: Flickr/dustinpsmith)

Hanya didiami oleh 62 orang, Palmerston Island dianggap sebagai salah satu pulau terpencil dan terisolasi. Berlokasi sekitar 3.200 kilometer di sebelah timur laut Selandia Baru, Palmerston Island ditemukan oleh Kapten James Cook pada 1774.

Walau begitu, Cook baru menginjakkan kakinya di Palmerston pada April 1777. Di tahun yang sama, Cook kemudian menamai pulau itu Palmerston sebagai bentuk dedikasinya pada Henry Temple, Viscount 2 Palmerston, Lord of the Admiralty.

Kabarnya, 62 orang penduduk pulau berasal dari leluhur yang sama, yaitu William Marsters. Pada tahun 1863, ia memutuskan untuk menyambangi Palmerston Island dan tinggal di sana bersama dengan istrinya dan kedua sepupu istrinya.

Palmerston Island  (Foto: Flickr/Phil Duckett)
zoom-in-whitePerbesar
Palmerston Island (Foto: Flickr/Phil Duckett)

Setelah mendapat izin kepemilikan pulau dari Ratu Victoria, Marsters kemudian menikahi kedua sepupu istrinya dan memiliki 23 anak. Ia kemudian membagi pulau yang juga dijuluki sebagai Cook Island tersebut menjadi tiga sebagai warisan bagi istrinya.

Bagi kamu yang hendak menyambangi Palmerston Island, disarankan untuk membawa seluruh perlengkapan atau keperluan pribadi secara lengkap. Karena tidak ada toko, bank, atau pasar di pulau ini. Satu-satunya cara untuk mendapatkan kebutuhanmu adalah dengan melakukan aktivitas jual beli langsung dengan penduduk.

Listrik yang tersedia di Palmerston juga terbatas, yaitu hanya enam jam saja. Air minum untuk dikonsumsi berasal dari air hujan, tidak ada penyulingan, dan hanya ada dua toilet umum yang tersedia di jalan utama.

Penduduk setempat hanya mengandalkan kelapa dan ikan sebagai bahan makanan. Hanya saja, jika kamu ingin membeli atau mengirim barang keluar dari pulau, kamu butuh waktu yang lama. Sebab, kapal hanya datang beberapa kali dalam setahun.

2. Migingo Island di Afrika

Migingo Island di Afrika (Foto: Flickr/Arquitetura Sustentável)
zoom-in-whitePerbesar
Migingo Island di Afrika (Foto: Flickr/Arquitetura Sustentável)

Pulau Migingo di Afrika adalah sebuah pulau yang berada di tengah danau, mirip seperti Pulau Samosir di Sumatera Utara. Hanya saja, pulau di tengah Lake Victoria itu memiliki lokasi yang jauh lebih terpencil dan terisolasi dari dunia luar.

Meski berada di antara Kenya dan Uganda, tidak ada transportasi lain selain perahu yang bisa kamu andalkan untuk menyambanginya. Menjadi kediaman bagi 500 orang penduduk, mayoritas penduduk Pulau Migingo berprofesi sebagai nelayan.

Dengan luas wilayah yang hanya sekitar 20.234,3 meter persegi, Pulau Migingo terasa sangat ramai. Berbanding terbalik dengan fakta tersebut, karena lokasinya yang terpencil, Pulau Migingo tidak menyediakan fasilitas umum yang memadai bagi penduduknya.

Migingo Island di Afrika (Foto: Flickr/Justine Maronga)
zoom-in-whitePerbesar
Migingo Island di Afrika (Foto: Flickr/Justine Maronga)

Rumah-rumah penduduk tidak tertata dengan rapi. Penduduk setempat membangunnya dengan timah sisa yang masih bisa digunakan. Sistem sanitasi tidak terkelola dengan baik. Hasilnya, kamu bisa dengan mudah menemukan kotoran di tiap sisi pulau.

Selain sanitasi yang tidak dikelola dengan baik, prostitusi di Pulau Migingo juga sangat banyak dan merajalela. Di pulau ini kamu bisa menemukan beberapa rumah bordil, salon rambut, empat bar, dan sebuah pelabuhan kecil bagi perahu penduduk untuk bersandar atau memulai perjalanan.

Untuk soal sinyal, rasanya kamu tak perlu berharap banyak. Beberapa warga yang mendiami Pulau Migingo memang memiliki telepon seluler, tapi karena sinyalnya yang sangat buruk, telepon genggam mereka pun tak akan sering dipergunakan.

3. Ittoqqortoormiit di Greenland

Ittoqqortoormiit di Greenland (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Ittoqqortoormiit di Greenland (Foto: Shutter Stock)

Di Greenland, terdapat sebuah daerah bernama Ittoqqortoormiit. Daerah ini dianggap sebagai salah satu negara yang paling terisolasi di dunia di belahan barat. Dihuni oleh 450 orang penduduk, Ittoqqortoormiit berada di antara Northeast Greenland National Park dan fjord Scoresby Sund.

Para penduduknya berasal dari keturunan Inuit dan bergantung pada kebiasaan tradisional untuk dapat bertahan hidup. Terutama di musim dingin yang panjang yang bisa mencapai sembilan bulan.

Beberapa kebiasaan tradisional mereka antara lain berburu, memancing, dan memburu paus. Sementara penduduk lainnya ada pula yang bekerja di bidang pariwisata dengan menyediakan wisata Arktik dan safari bagi para turis.

Ittoqqortoormiit di Greenland (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Ittoqqortoormiit di Greenland (Foto: Shutter Stock)

Untuk dapat mencapai Ittoqqortoormiit, kamu hanya bisa menggunakan helikopter atau perahu. Kesulitannya, jadwal helikopter yang menyambangi Ittoqqortoormiit cukup sulit untuk ditemukan, sedangkan dengan menggunakan kapal, kamu membutuhkan waktu selama tiga bulan.

Karena letaknya yang terpencil dan terisolasi, seluruh kebutuhan kota mesti dipesan dan diantar jauh-jauh hari sebelumnya, saat es laut sedang mencair, untuk memudahkan kapal bersandar di pelabuhan.

Di Ittoqqortoormiit, hanya ada sebuah rumah sakit kecil yang dilayani seorang dokter dan seorang perawat, satu toko kelontong, beberapa toserba, dan sebuah pub yang hanya buka satu hari dalam seminggu. Untuk urusan listrik, Ittoqqortoormiit mengandalkan bantuan Denmark untuk membuat pusat pembangkit tenaga listrik dan bengkel teknik

4. La Rinconada di Peru

La Rinconada di Peru (Foto: Flickr/Terra-i Ciat)
zoom-in-whitePerbesar
La Rinconada di Peru (Foto: Flickr/Terra-i Ciat)

La Rinconada di Peru merupakan sebuah kawasan pemukiman yang berada di puncak Gunung Ananea, sekitar 64 kilometer di sebelah utara Danau Titicaca. Selain dianggap sebagai tempat paling terisolasi di dunia, La Rinconada juga menjadi pemukiman tertinggi di dunia yang dihuni oleh manusia.

Berdiri di atas ketinggian lebih dari 4.900 meter di atas permukaan laut, La Rinconada memiliki suhu cuaca yang amat ekstrem. Hampir setiap hari dalam setahun suhunya mencapai subzero, sehingga turis yang tidak terbiasa tinggal di sini biasanya akan merasakan efek samping seperti sakit kepala, mual, sesak napas, dan kematin akibat hipotermia.

La Rinconada di Peru (Foto: Flickr/Peter Kariher)
zoom-in-whitePerbesar
La Rinconada di Peru (Foto: Flickr/Peter Kariher)

Tak hanya memiliki suhu udara yang ekstrem, La Rinconada tidak difasilitasi dengan infrastruktur yang baik. Tidak ada sistem sanitasi, saluran air, dan sistem pengolahan sampah membuat La Rinconada menjadi tempat yang terisolasi dan kotor.

Es dan kotoran bertebaran dan membeku di waktu yang sama di tempat yang menjadi 'rumah' bagi penduduknya. Lantas, apa yang membuat penduduk setempat bertahan? Emas.

Para penduduk bekerja menambang emas di bawah struktur informal yang dikenal sebagai sistem cachorreo. Beroperasi tanpa peraturan yang jelas, setelah bekerja, para penambang diperbolehkan membawa pulang bijih emas yang bisa dibawa. Tanpa mereka tahu berapa banyak sebenarnya kadar emas yang ada dalam bijih yang dibawa.

5. Tristan de Cunha di Inggris

Tristan da Cunha (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Tristan da Cunha (Foto: Shutter Stock)

Berada di tengah-tengah Atlantik, Tristan da Cunha dianggap sebagai pulau terpencil dengan penduduk terpadat di dunia. Lokasi Tristan da cunha berada sekitar 2.816 kilometer dari Afrika Selatan dan 3.360 dari Amerika selatan. Satu-satunya dataran terdekat dari Tristan da Cunha adalah Saint Helena yang hanya berjarak 2.430 kilometer.

Ditemukan pada tahun 1560, Tristan da Cunha mengambil nama penemunya yaitu Tristao da Cunha. Didiami oleh 267 orang, Tristan da Cunha dianeksasi oleh Kerajaan Inggris pada tahun 1816.

Meski Inggris telah memberikan banyak fasilitas umum seperti rumah sakit dengan perawatan gigi, ruang operasi dan toko penyedia bahan makanan. Tapi, karena lokasinya yang terpencil, penduduk setempat mesti memesan sejak jauh-jauh hari, seperti beberapa minggu atau beberapa bulan sebelumnya.

Tristan da Cunha (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Tristan da Cunha (Foto: Shutter Stock)

Mayoritas penduduk Tristan da Cunha adalah petani. Bagi kamu yang senang dengan ketenangan, Tristan da Cunha jadi tempat yang tepat bagi kamu untuk 'kabur' sementara waktu. Apalagi karena alamnya yang sangat indah dan hijau, tak hanya memanjakan mata tapi juga membuat pikiran jadi rileks seketika.

Hanya saja, saat kamu memutuskan untuk berlibur ke Tristan da Cunha, kamu harus terbiasa dengan listrik yang terbatas. Pasalnya, satu-satunya tempat penghasil listrik di Tristan da Cunha adalah di Edinburgh of the Seven Seas yang dihasilkan oleh generator diesel.

Dan yang terakhir, jangan pernah berharap untuk bisa menikmati hotel yang mewah atau restoran mahal. Karena kamu tidak akan menemukannya di Tristan da Cunha. Tak usah pula membawa kartu kredit, kartu kreditmu pun hanya jadi sebuah kartu yang tak bisa digunakan saat berada di sini.

Gimana, berani tinggal di lima tempat paling terisolasi di dunia ini?