kumparan
5 Maret 2019 11:29

5 Tips agar Terhindar dari Sambaran Petir saat Mendaki Gunung

Ilustrasi petir di gunung
Ilustrasi petir di gunung Foto: Pixabay
Tiga orang pendaki Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat, ditemukan tewas oleh pendak lainnya pada Minggu (3/3). Ketiganya diduga tewas karena tersambar petir saat sedang beristirahat di dalam tenda mereka.
ADVERTISEMENT
Mendaki gunung memang merupakan salah satu aktivitas yang penuh risiko, karena cuaca buruk menjadi faktor yang membahayakan para pendaki saat melakukan pendakian.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sebelum mendaki gunung ada beberapa hal yang harus kamu cermati, terutama saat ingin mendaki gunung di musim hujan. Karena mendaki gunung saat musim hujan jauh lebih berisiko daripada musim kemarau.
"Cari informasi kondisi peringatan dini cuaca sebelum mendaki. Mendaki gunung saat musim penghujan sangat berisiko terhadap suhu dingin, hipotermia, longsor, terpaan hujan deras, sambaran petir, cedera akibat jalan licin, diserang binatang buas, dan lainnya. Sebenarnya mendaki gunung saat musim penghujan lebih berisiko daripada musim kemarau. Oleh karena itu, harus paham kondisi cuacanya," ujar Sutopo, saat dihubungi kumparan pada Senin (4/3).
ADVERTISEMENT
Bahkan, saking bahayanya, sangat tidak disarankan mendaki gunung saat musim hujan. Namun, bagi kamu yang tetap ingin mendaki gunung saat musim hujan, berikut kumparan rangkum beberapa tips agar terhindar dari sambaran petir saat mendaki gunung.
1. Hindari Berlindung di Bawah Pohon
Ilustrasi petir menyambar pohon
Ilustrasi petir menyambar pohon Foto: Pixabay
Petir akan menyambar objek tertinggi yang ada di suatu wilayah, tak terkecuali pohon-pohon yang menjulang tinggi. Selain itu, sebaiknya kamu tidak membuat tenda di dekat tiang atau menara tinggi yang mudah tersambar oleh petir.
"Jangan mendirikan tenda atau berteduh di bawah pohon tinggi, karena pohon tinggi tersebut mudah jadi sasaran petir. Jika pohon disambar petir, maka dapat merembet ke tenda atau orang yang ada di sekitarnya," ujar Sutopo.
ADVERTISEMENT
Ketika petir menyambar pohon ataupun menara tinggi, aliran listrik dari sambaran petir akan mengalir ke tanah. Hal tersebut tentunya dapat membahayakan orang yang berada di bawahnya.
2. Matikan Alat-alat Komunikasi
Ilustrasi petir di gunung
Ilustrasi petir di gunung Foto: Pixabay
Alat-alat elektronik mampu memancarkan ataupun menerima gelombang, seperti telepon genggam, handy talky (HT), GPS, ataupun radio. Nah, gelombang pada peralatan komunikasi tersebut yang dapat memancing petir untuk mengalirkan sambarannya ke benda-benda tersebut.
"Matikan alat-alat yang memancarkan gelombang, seperti handphone, HT, GPS, dan radio. Gelombang ini dapat memancaing petir menyambar, karena beda potensi dengan muatan listrik awan. Apalagi pakai alat-alat yang memancarkan gelmbang di lapangan terbuka, petir akan mudah menyasar," tambah Sutopo.
Oleh sebab itu, ketika cuaca buruk atau petir melanda, kamu wajib mematikan segala alat-alat komunikasi.
ADVERTISEMENT
3. Hindari Padang Rumput
Ilustrasi padang rumput
Ilustrasi padang rumput Foto: Pixabay
Kamu sebaiknya menghindari berada di padang rumput yang luas, puncak, atau pegunungan yang terbuka. Sebisa mungkin hindari tempat tersebut agar terhindar dari sambaran petir dan dirikan tenda di celah-celah tebing.
"Jangan berada di padang rumput luas, puncak atau punggung bukit, atau gunung yang terbuka. Karena daerah ini akan mudah jadi sasaran petir saat kondisi mendung," kata Sutopo.
Jika sudah berada di posisi tersebut, disarankan untuk segera turun dan mencari tempat perlindungan, seperti lembah, mencari shelter atau pos, atau pun mencari area yang lebih rendah.
4. Melepaskan Peralatan Berbahan Logam
Ilustrasi naik gunung
Ilustrasi naik gunung. Foto: Pixabay
Hindari aksesori berbahan logam. Jenis bahan ini adalah penghantar listrik, sekaligus bisa menangkap kilat.
"Hindari penggunaan bahan dari logam, karena logam adalah penghantar listrik yang mudah disambar petir," kata Sutopo.
ADVERTISEMENT
Selain itu, sebaiknya kamu menghindari tubuh bersentuhan langsung dengan tanah, agar terhindar dari sambaran listrik. Alasi dengan matras atau bahan-bahan yang tidak dapat mengalirkan listrik ketika ingin berbaring atau duduk saat berada di dalam tenda.
5. Buat Jarak Aman antar Kelompok Pendaki
Ilustrasi berkemah
Ilustrasi berkemah Foto: Dok. Thinkstock
Saat dalam kondisi trekking kelompok, biasakan menjaga jarak. Hal ini untuk mencegah kondisi terburuk jika salah satu rekan tersambar petir, maka yang lain tidak akan ikut tersambar.
"Jangan terlalu bergerombol dengan orang lain. Jaga jarak sekitar 4 meter agar tidak terjadi penyaluran energi listrik," tambah Sutopo.
Kemudian jika kondisi mendung, apalagi sudah ada petir, jangan berendam di dalam air (danau dan sungai). Segera keluar ke tempat yang kering.
ADVERTISEMENT
Selamat mencoba!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan