Kumparan Logo

54 Aset Budaya Jepang Rusak Diterjang Banjir

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kuil di Jepang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kuil di Jepang. Foto: Shutterstock

Hujan lebat yang terjadi di Kyushu, Jepang, beberapa hari lalu menimbulkan kekacauan besar. Sebanyak 54 aset budaya termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO rusak diterjang banjir.

Dilansir Japan Today, bangunan yang rusak termasuk Tambang Batubara Miike dan Situs Kristen Tersembunyi di Nagasaki. Selain itu, Kuil Aoi Aso yang sangat terkenal dan berusia 1.200 tahun juga rusak.

Pemerintah Jepang mengatakan, aset budaya yang dimiliki secara pribadi juga tak terhindarkan dari terjangan badai. Tanah longsor merusak 15 lokasi di tambang Miike yang masuk dalam daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Amerika Serikat.

Tambang yang berlokasi di Prefektur Fukuoka dan Kumamoto itu merupakan salah satu jejak kemajuan industri Jepang. Bahkan tambang ini merupakan bagian dari Situs Revolusi Industri Meiji Jepang.

X post embed

Kuil Aoi Aso yang terkenal di Hitoyoshi juga diterjang banjir akibat dari meluapnya Sungai Kuma. Kuil ini sempat disebut sebagai harta karun nasional Jepang pada tahun 2008 lalu.

Total ada 54 aset budaya yang rusak karena peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 21 aset terletak di Prefektur Kumamoto. Pemerintah akan segera melakukan perbaikan dengan cepat untuk menyelamatkan aset budaya yang rusak.

Sebuah organisasi pelestarian aset budaya meminta pemerintah untuk mencari bantuan yang ahli dalam menangani aset rusak. Pemulihan aset yang rusak membutuhkan waktu yang lama dan rumit. Pada kerusakan ringan mungkin bisa hanya dengan dibersihkan dari lumpur dan mengeringkannya agar terhindar dari jamur.

Tahap perbaikan tak hanya fokus pada aset, tapi juga pada fasilitas publik yang ikut terdampak. Proses ini akan melibatkan konstruksi besar seperti peninggian tanah dan pembangunan benteng untuk mencegah hal yang sama terulang kembali.

Laporan Hutri Dirga Harmonis

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)