6 Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Traveling ke Kopenhagen, Denmark

Kopenhagen di Denmark memang tidak sepopuler London atau Paris. Tapi bukan berarti kota yang terletak di pesisir Laut Baltik ini tidak memiliki pesona yang memukau.
Kopenhagen memiliki bangunan-bangunan yang indah, sejarah yang tidak bisa dilupakan, dan memiliki kontribusi yang besar terhadap dongeng-dongeng yang kita baca saat masih kecil. Negara yang pernah diduduki bangsa Viking ini juga tidak bisa diremehkan kekuatan dan kekayaannya.
Untuk itu, berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan ketika mengunjungi Kopenhagen.
1. Mengulang kembali dongeng masa kecil
Bagi kamu yang masih terpukau dengan dongeng sebelum tidur yang diceritakan oleh orang tuamu saat masih kecil dulu, inilah saatnya untuk mengulang kembali cerita-cerita tersebut. Pendongeng Hans Christian Andersen menghabiskan banyak waktunya di Kopenhagen sampai ia meninggal.
Karya-karyanya antara lain Si Itik Buruk Rupa, Thumbelina, Putri dan Kacang Polong, Putri Duyung Kecil, dan Ratu Salju yang menjadi inspirasi cerita Disney Frozen.
Jangan lupa untuk melihat patung Putri Duyung yang menjadi ikon kota Kopenhagen sejak 1913. Selain itu, Hans Christian Andersen Fairy Tale House juga patut dilirik jika kamu ingin tahu mengapa dongeng-dongeng Andersen banyak yang berakhir sedih.
2. Bermain di salah satu taman hiburan tertua di dunia
Terletak di sebelah stasiun kereta utama Kopenhagen, Tivoli tidak akan mungkin luput dari pandangan kita. Taman hiburan tertua kedua di dunia ini sudah berdiri sejak 1843.
Walt Disney sempat beberapa kali datang ke Tivoli yang membuatnya terinspirasi dalam membangun Disneyland. Ketika ada di dalam Tivoli, jangan lupa untuk naik wahana Rutschebanen yang merupakan salah satu roller coaster dari kayu tertua di dunia yang masih beroperasi sampai sekarang.
3. Berbelanja di Strøget
Kopenhagen juga cocok untuk kamu yang suka berbelanja. Strøget merupakan jalan utama di mana toko-toko berjejer di sisi-sisinya.
Jangan takut ditabrak mobil, karena hanya pejalan kakilah yang boleh masuk ke Strøget. Banyak barang yang bisa kamu beli di sini, mulai dari produk-produk lokal, oleh-oleh, sampai merek-merek terkenal, seperti Louis Vuitton dan Gucci.
4. Melihat kehidupan alternatif di Christiania
Ada sekelompok orang di Kopenhagen yang tidak mau terikat dengan hukum dan peraturan negara Denmark. Mereka menempati sebuah daerah yang disebut dengan Christiania.
Meskipun terletak di dalam Kopenhagen, para penduduk Christiania percaya bahwa Christiania adalah negara sendiri yang memiliki peraturannya sendiri. Mereka tidak membayar pajak, tidak mengizinkan adanya kekerasan di daerah mereka, memakan makanan-makanan yang diproduksi secara lokal dan organik, dan memegang prinsip hidup yang ramah lingkungan.
Daerah ini juga terbuka untuk turis. Tapi jangan lupa untuk memahami terlebih dahulu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di daerah seluas 7,7 hektare ini. Karena apa yang boleh dilakukan di Kopenhagen, mungkin tidak boleh dilakukan di Christiania.
5. Mengagumi istana-istana megah dan indah
Denmark adalah negara kerajaan. Tidak heran ada beberapa istana yang berdiri megah di negara tersebut. Salah satunya yang paling terkenal adalah Christianborg yang merupakan kantor pemerintahan dan juga tempatnya keluarga kerajaan menerima tamu istimewa.
Istana lainnya adalah Rosenborg yang telah berdiri sejak abad 17 dan saat ini berfungsi sebuah museum. Sementara Amelienborg adalah istana yang saat ini menjadi tempat tinggal Ratu Denmark dan keluarganya.
Jika kamu masih belum puas dengan wisata istana, Kronborg dapat menjadi pilihan. Istana ini dapat ditempuh dengan menggunakan kereta selama satu jam ke arah utara Kopenhagen. Cerita William Shakespeare berjudul Hamlet mengambil setting di istana ini.
6. Merasakan suasana kampung nelayan di Nyhaven
Tidak lengkap rasanya mengunjungi kota pesisir tanpa melihat bangunan-bangunan di tepi pelabuhan yang bersejarah. Di Nyhaven berjejer rumah-rumah nelayan berwarna-warni yang sudah ada sejak abad ke-16 dan 17.
Bangunan-bangunan tersebut sekarang sudah diubah menjadi restoran dan kafe. Di depan rumah-rumah tersebut ada pelabuhan kecil, di mana perahu-perahu kayu melabuhkan jangkarnya.
Di sini kamu juga dapat mengikuti wisata dengan menggunakan perahu dan menikmati makanan dan minuman khas Denmark setelahnya.
Laporan Daniel Chrisendo
