kumparan
21 Desember 2018 13:13

7 Destinasi Wisata di Banyuwangi Paling Asyik untuk Berakhir Pekan

Maskapai Berbiaya Hemat, Citilink
Maskapai Berbiaya Hemat, Citilink (Foto: Humas Citilink)
Maskapai penerbangan Citilink Indonesia baru saja meluncurkan rute baru yaitu Kuala Lumpur - Banyuwangi. Peluncuran sekaligus penerbangan perdana rute ini dilakukan pada Rabu (19/12) dari Bandara Banyuwangi dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.
ADVERTISEMENT
Rute penerbangan Citilink Indonesia Kuala Lumpur - Banyuwangi menjadi rute internasional pertama bagi bandara yang berada kawasan Blimbingsari itu.
Menurut rilis yang diterima kumparanTRAVEL, Arief Yahya mengungkapkan bahwa dibukanya rute ini menjadi gerbang bagi Banyuwangi untuk memperkenalkan daerahnya sebagai destinasi wisata bertaraf internasional sekaligus mengembangkan pariwisata Indonesia.
Bagi kamu yang belum begitu awam mendengar tentang Banyuwangi tentunya pasti ingin tahu apa saja destinasi yang ada di kabupaten yang dijuluki sebagai Sunrise of Java itu. Karenanya, kali ini kumparanTRAVEL akan hadirkan tujuh di antaranya.
1. Kawah Ijen
Kawah Ijen
Kawah Ijen. (Foto: Instagram @samsull_bahrii__)
Dikenal sebagai ikon Kota Banyuwangi, Gunung Ijen atau yang lebih populer disapa sebagai Kawah Ijen tentunya harus jadi destinasi nomor wahid saat kamu menyambangi Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, gunung vulkanis berstatus aktif yang terakhir kali mengeluarkan erupsi pada tahun 1936 itu memiliki fenomena langka yang dinamai sebagai Blue Fire yaitu kobaran api yang berwarna biru dari atas puncak gunung.
Blue Fire 5
Blue Fire Kawah Ijen. (Foto: Flickr/fakta news)
Hanya ada satu-satunya di Indonesia, dan dua di dunia selain Islandia membuat Kawah Ijen menjadi destinasi populer bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Selain memiliki Blue Fire yang menawan, Kawah Ijen juga menyajikan pemandangan sunrise yang memukau.
Jadi, tak ada salahnya, kan, memasukkan Kawah Ijen ke dalam daftar liburanmu di Banyuwangi?
2. Pantai Boom
Berlokasi tak jauh dari tengah kota, ada sebuah pantai berpasir hitam yang populer di kalangan masyarakat Banyuwangi. Pantai itu dikenal dengan nama Pantai Boom.
ADVERTISEMENT
Sekitar tahun 1950-an, Pantai Boom awalnya merupakan pelabuhan penting yang sering disinggahi transportasi yang menghubungkan kawasan Jawa dengan Bali. Namun seiring waktu, Pantai Boom berubah menjadi destinasi wisata dan sedang dibangun kembali untuk dijadikan sebagai Pelabuhan Marina.
Penari Gandrung, festifal Gandrung Sewu, Banyuwangi
Para Penari di Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi. (Foto: Bella Cynthia Ratnasari/kumparan)
Di Pantai Boom, kamu bisa menyaksikan indahnya sinar matahari terbit yang terkenal di Banyuwangi serta melakukan beragam olah raga pantai. Misalnya jet ski, berkuda, paralatang dan paramotor.
Selain itu, Pantai Boom juga kerap dijadikan venue untuk acara-acara besar seperti Gandrang Sewu, sangat cocok bagi kamu yang senang dengan acara kebudayaan. Menariknya lagi, di Pantai Boom juga terdapat Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Laut, yang jadi tempat peristirahatan terakhir angkatan laut Indonesia yang gugur melawan Belanda di Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
3. Pantai Plengkung
Ombak di Pantai Plengkung
Ombak di Pantai Plengkung (Foto: Banyuwangitourism)
Senang berselancar? Kamu bisa menyambangi Pantai Plengkung atau yang juga dikenal sebagai G-Land.
Terkenal dengan ombak ganasnya yang bisa mencapai tujuh gulungan dengan ketinggian enam meter, Pantai Plengkung bahkan mendapat julukan sebagai The Seven Giant Waves Wonder.
Plengkung 3
Tepi Pantai Plengkung (Foto: Flickr/Marcos)
Bukan cuma asyik disambangi oleh peselancar, Pantai Plengkung juga indah untuk dinikmati sang pencari ketenangan. Letaknya yang masih menjadi bagian dari Taman Nasional Alas Purwo sangat cocok bagi kamu yang mencari waktu sendiri.
Ditambah lagi kawasannya yang asri dihias pepohonan rindang dan sepoi angin. Dijamin bikin kamu enggak mau pulang dari tempat ini.
4. Pulau Santen
Pantai khusus wanita di Pulau Santen, Banyuwangi
Pantai khusus wanita di Pulau Santen, Banyuwangi (Foto: Budi Candra Setya/ANTARA)
Bagi kamu para ukhti yang mencari destinasi halal dalam negeri, kamu bisa menyambangi Pulau Santen. Sebab pulau di Banyuwangi ini bukan hanya sekadar halal saja, tapi juga hadir secara khusus untuk perempuan.
ADVERTISEMENT
Pantai berkonsep syariah yang hanya diperuntukkan bagi wanita itu sengaja menyasar halal tourism sekaligus memberikan kebebasan bagi para wanita untuk bebas menikmati pantai tanpa gangguan dari lawan jenis
Pantai khusus wanita di Pulau Santen, Banyuwangi
Pantai khusus wanita di Pulau Santen, Banyuwangi (Foto: Budi Candra Setya/ANTARA)
Hanya berjarak 2,5 kilometer dari pusat kota Pantai Pulau Santen yang diresmikan oleh Bupati Abdullah azwar Annas itu juga menghadirkan pemandangan Selat Bali yang memanjakan mata.
5. Air Terjun Lider
Di antara beragam air terjun, Air Terjun Lider adalah air terjun tertinggi di Banyuwangi. Dengan dua air terjun di sisi kiri dan kanan serta hijaunya dedaunan dan lumut di sekitarnya membuat Air Terjun Lider memancarkan eksotisme tropis yang tak bisa dilupakan.
Memiliki ketinggian mencapai 60 meter, Air Terjun Lider bagaikan putri cantik yang hanya dapat ditemui setelah melakukan pengorbanan yang besar. Mengapa tidak?
ADVERTISEMENT
Sebelum mencapainya, dibutuhkan niat dan tenaga ekstra untuk trekking sejauh 1 kilometer dan menyeberangi enam sungai dengan batuan licin di sekitarnya. Menantang sekali, kan.
6. Desa Wisata Osing Kemiren
Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi
Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi (Foto: Flickr/U.S. Consulate General Surabaya)
Bosan dengan wisata alam, kamu bisa menyempatkan diri untuk berkunjung ke cagar budaya Desa Wisata Osing Kemiren yang berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.
Di desa wisata tersebut, kamu bisa menyaksikan kearifan lokal yang berasal dari keturunan kerajaan Hindu Blambangan yang tersisa dan berbeda dari masyarakat lainnya. Bayangkan saja, masyarakat di Desa Wisata Osing masih mempertahankan kebiasaan tradisionalnya di tengah kehidupan yang semakin modern.
Penduduk asli Desa Osing Kemiren di Banyuwangi
Penduduk asli Desa Osing Kemiren di Banyuwangi (Foto: Flickr/U.S. Consulate General Surabaya)
Hal itulah yang membuat Desa Wisata Osing menjadi daya tarik tersendiri bagi mata wisatawan yang menyambangi Banyuwangi. Di Desa Wisata Osing Kemiren, kamu bisa menyaksikan secara langsung beragam tradisi unik.
ADVERTISEMENT
Di antaranya Gedhogan (menumbuk hasil bumi dengan alu), menyalakan obor di sepanjang jalan, ritual jemur kasur dan Barong Ider Bumi setiap tanggal dua di bulan Syawal.
Dan bagi kamu penyuka kopi, jangan lupa untuk mencoba kopi khas osing yang bernama Jarang Goyang. Konon, jika kopi ini diminum oleh orang yang kamu sayangi, ia juga akan menyayangimu. Seru, bukan?
7. Agrowisata Kaliklatak
Jalur trekking di Agrowisata Kaliklatak
Jalur trekking di Agrowisata Kaliklatak (Foto: Flickr/francis57a13)
Bukan hanya lengkap dengan destinasi wisata alam dan budaya, Banyuwangi juga punya wisata edukatif yang cocok untuk keluarga di Agrowisata Kaliklatak. Perkebunan yang menjadi perintis agrowisata di Banyuwangi itu menghadirkan wisata yang tak sekadar rekreasi semata, tapi juga mendidik pengunjungnya.
Memanen kopi di Agrowisata Kaliklatak Banyuwangi
Memanen kopi di Agrowisata Kaliklatak Banyuwangi (Foto: Flickr/A mitchell)
Misalnya saja dengan melakukan peragaan pengolahan kopi sejak penanaman, pemeliharaan, panen, dan pengolahan menjadi biji kopi yang siap untuk dikonsumsi. Begitu juga dengan tanaman karet, mulai dari cara mengambil getah hingga masa produksi sampai jadi bahan baku pembuatan produk dari karet.
Agrowisata Kaliklatak di Banyuwangi
Agrowisata Kaliklatak di Banyuwangi (Foto: Flickr/francis57a13)
Karena kawasannya yang berada di area dataran tinggi, berwisata di Perkebunan Kaliklatak memberikan kamu suasana yang baru dan memanjakan mata. Sebab kamu bisa menikmati hawa yang sejuk dan pemandangan indah dari Gunung Ranti hanya dalam satu kesempatan.
ADVERTISEMENT
Siap memasukkan Banyuwangi dalam bucket list liburanmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan