kumparan
23 Februari 2018 19:26

7 Wisata Sejarah di Surabaya dengan Biaya di Bawah Rp 20 Ribu

Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya
Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya. (Foto: Wikimedia Commons)
Kabur sejenak di akhir pekan tak perlu bikin kantong bolong. Banyak yang bisa dinikmati secara murah meriah dan tentunya berfaedah, seperti wisata sejarah misalnya. Dan, Surabaya adalah surganya.
ADVERTISEMENT
Seperti yang diketahui, Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Kolonialisasi bangsa asing membakar semangat perjuangan arek-arek Suroboyo untuk melawan. Bukti perjuangan itu masih bisa kita lihat hingga kini.
Siapkan outfit terbaikmu, lensa kamera terkerenmu, sarapan yang mengenyangkan, dan mulailah berpetualang. Yuk, jelajahi tujuh situs bersejarah di Surabaya yang bisa kamu kunjungi dan tentunya murah meriah:
1. House of Sampoerna - Gratis
Keliling Surabaya jangan lupa mampir ke House of Sampoerna. Kompleks bangunan megah bergaya kolonial Belanda akan menyambutmu di sana. Museum itu menyajikan seluk beluk sejarah pabrik rokok dan keluarga pengelola pabrik rokok Sampoerna.
Selain itu, kamu juga bisa ikut tur bus Surabaya Heritage Track yang diadakan House of Sampoerna. Gratis! Selama satu jam kamu akan diajak berkeliling kawasan bersejarah di Kota Pahlawan ditemani pemandu.
ADVERTISEMENT
2. Klenteng Sanggar Agung - Rp 13 Ribu++
Masuk ke tempat ibadah ini sebenarnya tidak dipungut biaya. Namun, lokasinya terletak di kawasan Kenjeran Park (Kenpark), sehingga kita harus membayar tiket masuk. Tiap pengunjung dikenakan Rp 5 ribu, kendaraan roda dua Rp 8 ribu, dan kendaraan roda empat Rp 10 ribu.
Dijamin tak akan menyesal mampir ke Klenteng Sanggar Agung. Di sana kamu bisa melihat dua patung raksasa ikonik, yakni Patung Dewi Kwam Im setinggi 20 meter dan Patung Maha Brahma berwajah empat yang berlapis emas.
3. Tugu Pahlawan - Rp 2 Ribu
Monumen ikonik ini sayang untuk dilewatkan. Dibangun untuk merawat ingatan atas perjuangan arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945 lampau, monumen setinggi 41,15 meter ini juga fotogenik.
ADVERTISEMENT
Masuk ke kawasan Tugu Pahlawan tidak dipungut biaya. Namun, jika kamu ingin masuk ke Museum Perjuangan Sepuluh Nopember yang berada di bawah tugu, tiketnya Rp 2 ribu saja. Museum ini berisi foto-foto perebutan kekuasaan dari pemerintah Belanda.
4. Monumen Kapal Selama (Monkasel) - Rp 10 Ribu
Surabaya juga dikenal punya pangkalan TNI Angkatan Laut yang terbesar dan terlengkap di Indonesia. Maka tak heran jika kota itu punya Monumen Kapal Selam yang ramai oleh pengunjung tiap hari. Di Monkasel kamu bisa melihat kapal selam KRI Pasopati 410 buatan Uni Soviet yang sempat terlibat dalam pembebasan Irian Barat dari Belanda.
Kamu bahkan bisa masuk ke dalam bangkai kapal selam itu dan mengamati interiornya. Ada ruang tidur awak kapal, ruang diesel, ruang tinggal perwira, dan lain-lain. Di ruang pemutaran film kamu juga bisa menonton film dokumenter sejarah angkatan laut Indonesia.
ADVERTISEMENT
5. Museum Bank Indonesia - Gratis
Museum ini menempati gedung eks De Javasche Bank yang dulunya merupakan bank sentral Hindia Belanda. Arsitekturnya yang bergaya Belanda membuat museum ini sering dijadikan lokasi foto pre-wedding atau buku tahunan.
Kamu bisa melihat koleksi sejarah perbankan di museum ini. Mulai dari koleksi mata uang lawas, ruang penyimpanan uang, dan lain-lain. Tapi, karena agak sepi suasana mistis terasa di museum ini.
6. Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria - Gratis
Tempat ini populer disebut sebagai Gereja Kepanjen karena memang terletak di kawasan Kepanjen, Surabaya. Gereja katolik ini tampak megah dengan arsitektur bergaya kuno dan berwarna merah bata elegan.
Dibangun pada 1815, bangunan ini merupakan gereja tertua yang dimiliki Surabaya. Keberadaan menara kembar menambah kesan kokoh pada situs tersebut.
ADVERTISEMENT
7. Museum Surabaya - Gratis
Museum yang diresmikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada Mei 2015 itu berada di Gedung Eks Siola di Jalan Tunjungan. Dulunya gedung tersebut adalah pusat perbelanjaan dan dibangun pada 1877. Kini disulap menjadi museum sejarah Surabaya yang lengkap.
Mulai dari perabot zaman kolonial Belanda, potret walikota Surabaya dari masa ke masa, hingga alat-alat kesehatan kuno. Tidak cukup satu atau dua jam untuk mengeksplorasi semua sudutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan