Kumparan Logo

Ada-ada Saja, Bukannya Social Distancing, Anak Muda Amerika Malah Main ke Pantai

kumparanTRAVELverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung berjemur dan bermain pasir di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat. Foto: AFP/CHANDAN KHANNA
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung berjemur dan bermain pasir di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat. Foto: AFP/CHANDAN KHANNA

Pemandangan sepi di berbagai negara akibat diberlakukannya isolasi, karantina, social distancing, dan bahkan lockdown karena virus corona sebenarnya tak lagi barang aneh. Untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang makin luas, banyak negara kini menutup semua tempat wisata, bahkan membatalkan event bergengsi.

Tempat-tempat wisata populer macam Menara Eiffel di Paris dan Colosseum di Roma saja kosong melompong karena tak berpenghuni. Kota Venesia yang selama ini kesulitan karena overtourism bahkan kosong seperti tak berpenghuni.

Kanalnya yang biasa kotor karena polusi berangsur-angsur mulai bersih, karena jumlah wisatawan turun drastis dan penduduk lokal memilih tinggal di rumah. Tapi, nampaknya pemandangan itu tak terjadi di Amerika.

Suasana sepi di sekitar monumen Colosseum, Roma, Italia, Senin (16/3). Foto: Filippo MONTEFORTE / AFP

Walau COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 7.700 orang di Amerika dan menewaskan lebih dari 110 pasien, termasuk tujuh di Florida, nampaknya anak-anak muda di Negeri Paman Sam itu tak kenal rasa takut.

Seperti diberitakan AFP, mereka justru memadati Pantai Miami dan menjejali klub-klub malam. Mahasiswa-mahasiswi Amerika Serikat itu justru lebih tertarik mengabaikan rekomendasi social distancing demi bisa berpesta semalam suntuk.

Padahal anjuran menjaga jarak satu dengan yang lain adalah imbauan untuk mencegah mereka terjangkit pandemi. Memang selama ini periode liburan musim semi merupakan peak season bagi Miami Beach.

Miami Beach adalah sebuah kota di lepas pantai Miami. Kawasan ini terkenal karena pasirnya yang lembut, laut, klub malam, dan bar yang berderet di sepanjang jalan.

Pengunjung berjemur dan bermain pasir di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat. Foto: AFP/CHANDAN KHANNA

Walau Miami Beach tutup saat senja, nampaknya anak-anak muda Amerika itu tak terlalu peduli. Di setiap sisi pantai kamu bisa melihat banyak orang yang berenang dan berjemur. Bahkan sempat ada foto-foto yang menunjukkan mereka tengah berpesta di bar.

Ketika foto tersebut tersebar dan menjadi viral, berbagai reaksi negatif pun muncul menanggapi hal itu. Presiden AS Donald Trump, bahkan menegur wisatawan-wisatawan muda itu dalam konferensi persnya, Rabu (18/3).

Trump memperingatkan bahwa aktivitas itu berisiko dan membuat orang lain terinfeksi virus menular dan mematikan. "Kami tidak ingin mereka berkumpul," katanya.

Pengunjung berdiri di dekat restoran tutup di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat. Foto: AFP/CHANDAN KHANNA
Restoran yang tutup di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat. Foto: AFP/CHANDAN KHANNA

Kegiatan anak-anak muda itu bukan hanya menyulut Trump, tetapi juga Walikota Miami Beach, Dan Gelber. Ia memperingatkan anak-anak muda yang datang berkunjung ke kotanya untuk menghentikan kegiatan seperti itu.

"Itu tidak menyenangkan dan memiliki konsekuensi yang menghancurkan," ujarnya seperti yang dikutip dari AFP, Kamis (19/3).

Oleh karena itu, Pemerintah Miami berpesan pada bar, klub malam, dan pusat kebugaran untuk menutup usaha mereka pada Selasa (17/3) pukul 23.00 waktu setempat, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Tindakan 'pengusiran' halus ini dilakukan untuk membuat anak-anak muda itu pergi dari Miami Beach dan tak kembali untuk sementara waktu. Sekaligus untuk membatasi penyebaran wabah virus corona.

kumparan post embed