Alasan Kenapa Penumpang Pesawat Wajib Mematikan Ponsel Selama Penerbangan

15 Januari 2021 6:55
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi penumpang pesawat salah tingkah karena diminta mematikan ponsel Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang pesawat salah tingkah karena diminta mematikan ponsel Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Larangan menggunakan handphone atau ponsel di dalam pesawat telah lama diberlakukan oleh seluruh maskapai di dunia. Saat berada di kabin, penumpang diwajibkan mematuhi aturan tersebut demi keselamatan selama penerbangan.
ADVERTISEMENT
Sebelum lepas landas, pramugari selalu memperingatkan melalui pengeras suara, bahwa ponsel yang dibawa ke dalam pesawat harus dialihkan ke mode penerbangan (flight mode), bahkan dimatikan. Hal ini dilakukan agar smartphone yang kamu bawa selama penerbangan tidak mengganggu sistem komunikasi pesawat.
Alasan keselamatan menjadi faktor terbesar larangan tersebut, sebab pesawat akan terbang di ketinggian lebih dari 10.000 kaki. Ponsel yang menyala bisa memantulkan sinyal dari beberapa menara operator seluler yang dilewati pesawat, sehingga mampu mengirimkan sinyal yang jauh lebih kuat.
Fitur Airplane Mode atau modus pesawat terbang di ponsel Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Fitur Airplane Mode atau modus pesawat terbang di ponsel Foto: Shutterstock
Mungkin banyak yang belum tahu, bahwa selama penerbangan, pilot terus terhubung dengan air controller di darat dan memerhatikan radar. Sebab, pesawat kerap mengudara dengan jarak yang berdekatan dengan pesawat lainnya. Percakapan pilot dan Air Traffic Control (ATC) mengandalkan gelombang radio.
ADVERTISEMENT
Jika situasi tidak mendukung, gelombang sinyal elektronik dari ponsel dan alat elektronik penumpang tentu dapat mengganggu komunikasi pilot. Pilot biasanya akan mendapatkan suara mengganggu di jalur komunikasinya atau gambar yang mengganggu pada radar.
Apabila hal ini terjadi, kapten atau pramugari akan langsung mengumumkan agar penumpang pesawat segera mematikan gadget elektroniknya.
Pada umumnya, keharusan mematikan ponsel dan gadget elektronik lainnya di penerbangan itu tidak memakan waktu lama. Biasanya hanya sekitar 10-15 menit selama pesawat masih berada di bawah ketinggian 10.000 kaki (3.000 meter).
Ilustrasi penumpang pesawat asyik bergosip  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang pesawat asyik bergosip Foto: Shutter Stock
Berdasarkan pertimbangan itulah, maka seluruh penumpang diminta untuk mematikan ponsel, bukan sekadar mengaktifkan airplane mode saja, lho. Selain mencegah gangguan navigasi, mematikan ponsel juga bertujuan agar penumpang memperhatikan instruksi keselamatan oleh pramugari dan cepat tanggap apabila ada hal yang salah.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, beberapa negara sudah mengizinkan penggunaan ponsel saat penerbangan, bahkan ada yang menyediakan Wi-Fi di dalam kabin pesawat. Namun, kebijakan ini tentu didampingi dengan aturan dan syarat yang ketat.
Ponsel yang diperbolehkan, yaitu ponsel yang telah dilengkapi dengan fitur flight mode (plane safe) atau airplane mode, atau perangkat telekomunikasi yang menggunakan sistem komunikasi satelit. Meski demikian, secanggih apa pun antisipasi yang dilakukan, penggunaan ponsel tetap sangat riskan dalam kabin pesawat udara.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020