Kumparan Logo

Alasan Kenapa Penumpang Sebaiknya Tidak Minum Kopi dan Teh di Pesawat

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pramugari memberikan champagne bagi penumpangnya (PTR) Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pramugari memberikan champagne bagi penumpangnya (PTR) Foto: Shutter Stock

Secangkir kopi memang cocok dijadikan teman saat melakukan penerbangan. Selain membuat tubuh menjadi segar, kopi dikenal sebagai minuman yang dinilai dapat meningkatkan mood.

Namun, seorang pramugari mengungkapkan rahasia mencengangkan tentang minum kopi di pesawat terbang. Mantan pramugari maskapai penerbangan asal AS itu menyebut bahwa kopi dan teh merupakan salah satu fasilitas yang sebaiknya dihindari penumpang pesawat saat berada di pesawat.

"Jangan minum kopi di pesawat. Ini sama dengan air minum yang mengalir melalui saluran air kamar mandi," katanya kepada VICE.

Dilansir Hello Magazine, pramugari itu menyebut bahwa air yang digunakan untuk menyeduh kopi sama dengan air di toilet. Bagi penumpang yang minum air tersebut diprediksi terkena E. Coli. E. coli adalah bakteri yang biasa hidup di usus dan hewan, namun beberapa jenis E. Coli dapat menyebabkan infeksi usus.

Kopi di Pesawat Foto: Shutter Stock

Bakteri tersebut berisiko lebih tinggi merusak usus seorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti wanita hamil, anak kecil, orang dewasa, dan orang tua. Sumber lainnya juga membenarkan bahwa air minum yang digunakan untuk menyeduh kopi dan teh adalah air keran yang digunakan toilet pesawat.

Pada tahun 2012, sebuah penelitian untuk menguji tingkat air bersih yang tersedia di pesawat terbang. Hasilnya, ditemukan 12 persen dari air itu memiliki bakteri. Selain itu, ternyata wadah yang digunakan untuk kopi tidak benar-benar dicuci setiap habis digunakan.

Selain itu, pada 2009 silam, Hunter College NYC Food Policy Center dan DietDetective.com melakukan sebuah penelitian untuk memeriksa standar keamanan air di pesawat. Studi tersebut menunjukkan bahwa banyak maskapai penerbangan mungkin telah menyediakan air yang tidak sehat kepada penumpang.

Ilustrasi Kopi di Pesawat Foto: Shutter Stock

Penelitian itu dilakukan pada 11 maskapai penerbangan internasional utama dan 12 maskapai regional Amerika Serikat. Hasilnya, 7 maskapai penerbangan internasional dan hampir semua maskapai regional memiliki kualitas air minum yang buruk yang disajikan untuk penumpang.

Sementara itu, dalam sampel EPA 2004 yang diambil pada 158 pesawat, 13 persen mengandung bakteri coliform. Bahkan, dua maskapai penerbangan dilaporkan mengandung E.coli berbahaya di dalam air.

Jika kamu benar-benar sering bepergian dengan pesawat terbang, pertimbangkanlah untuk tidak minum air dalam bentuk apa pun, mulai dari teh, kopi, hingga es batu.

Meskipun tidak semua maskapai penerbangan menyajikan air yang terkontaminasi, ada baiknya penumpang pesawat tidak minum kopi selama penerbangan.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).