Kumparan Logo

Alasan Kenapa Thailand Dijuluki Sebagai Negeri Gajah Putih

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kuil indah di Bangkok, Thailand Foto: Pixabay/PublicDomainPicture
zoom-in-whitePerbesar
Kuil indah di Bangkok, Thailand Foto: Pixabay/PublicDomainPicture

Traveler tentu sudah tidak asing dengan sebutan Negeri Gajah Putih yang disematkan untuk Thailand. Bukan sembarangan, ternyata ada alasan kenapa Thailand mendapat julukan demikian.

Dilansir World Atlas, ungkapan Negeri Gajah Putih diambil karena gajah merupakan hewan yang secara berabad-abad telah menjadi ikon bagi Thailand. Selain itu, diperkirakan ungkapan ini berasal dari Keluarga Kerajaan Thailand yang dulunya memiliki gajah putih.

kumparan post embed
Gajah-gajah yang ada di taman nasional Chiang Mai, Thailand Foto: Shutter Stock

Gajah putih di sini bukannya spesies gajah yang berbeda, ya, melainkan gajah yang memiliki warna kulit yang lebih cerah.

Orang-orang Thailand menggunakan istilah "Chang samkhan" yang berarti "gajah keberuntungan," atau "putih" yang berarti kemurnian.

Gajah-gajah ini kemudian ditangkap dari alam liar dan kemudian dirawat oleh para keluarga kerajaan. Hanya gajah putih yang memenuhi syarat saja yang akan dipelihara.

Suasana perayaan hari gajah di Thailand. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Adapun, gajah-gajah tersebut harus memiliki jari kaki, bulu mata, sistem reproduksi, serta perilaku yang baik.

Saat semua syarat tersebut terpenuhi mereka akan dirawat dengan baik oleh keluarga kerajaan. Saat ini, Raja Thailand diperkirakan memiliki sekitar 11 gajah putih.

kumparan post embed

Simbol dan Sejarah dari Gajah Putih

Gajah putih digambarkan sebagai hewan suci oleh Thailand, dan juga beberapa negara Asia lainnya seperti Myanmar, Kamboja, dan juga Laos.

Saat ini, gajah putih melambangkan simbol keilahian dan juga kekuatan kerajaan Thailand. Selain itu, hal tersebut juga melambangkan kekayaan, kesuksesan, kebijaksanaan, dan kemakmuran.

Pengawal kerajaan bersiap melakuan tembakan penghormoatan saat perayaan ulang tahun ke-68 Raja Thailand Maha Vajiralongkorn di Bangkok, Thailand, Selasa (28/7). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Semakin banyak yang dimiliki maka negara akan dianggap kuat dan sejahtera.

Selain itu, gajah putih di Thailand juga telah dipuja sejak abad ke-17 silam. Menurut salah seorang sejarawan, dalam Perang Siam-Burma pada tahun 1563, Raja Chakkraphat yang menjadi penguasa Thailand saat itu menolak untuk memberikan beberapa gajah putih miliknya kepada Raja Burma. Peran ini pun disebut sebagai Perang Gajah Putih.

Wisatawan yang sedang melihat gajah dari dekat di Thailand Foto: Shutter Stock

Pemujaan gajah putih India dan Thailand sudah ada sejak abad ke-17. Sejarawan merujuk Perang Siam-Burma pada tahun 1563 yang pecah ketika Raja Chakkraphat, penguasa Thailand yang disebut Siam pada saat itu, menolak untuk memberikan beberapa gajah putih kerajaannya kepada Raja Burma. Perang yang dihasilkan disebut Perang Gajah Putih.

Kini, Chang, yang berarti gajah dalam Bahasa Thailand juga telah diresmikan sebagai hewan nasional.

Gajah pun menjadi salah satu hewan yang paling dilindungi di negara tersebut. Hewan-hewan ini dirawat di taman-taman nasional dan pusat konservasi yang tersebar di Thailand. Misalnya seperti di Suaka Margasatwa Thungyai Naresuan di Provinsi Uthai Thani dan hutan lindung Dong Phayayen-Khao Yai.

kumparan post embed

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)