Kumparan Logo

Alasan Maskapai Penerbangan Tak Selalu Pakai Garbarata saat Boarding Penumpang

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bandara. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bandara. Foto: Shutterstock

Saat naik pesawat, biasanya penumpang akan melakukan boarding melalui jembatan penghubung antara bandara dan pesawat atau yang dikenal dengan garbarata.

Namun, terkadang penumpang tak bisa selalu menikmati fasilitas tersebut dan harus menggunakan bus untuk dapat naik ke pesawat. Mengapa demikian?

Dilansir LadBible, rupanya ada beberapa alasan kenapa penumpang tidak selalu bisa menggunakan fasilitas garbarata atau jembatan penghubung bandara ke pesawat. Salah satunya adalah berkaitan dengan biaya operasional maskapai penerbangan.

Pesawat Qantas Foto: Shutter Stock

Bagi maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier, pihak maskapai biasanya akan menggunakan bus atau tangga sebagai akses untuk naik-turun penumpang. Simpelnya begini, untuk menggunakan fasilitas tersebut, maskapai akan dibebankan biaya tambahan yang dimasukkan ke dalam landing fee atau biaya pendaratan pesawat di bandara.

Pesawat komersial menggunakan unit garbarata di terminal baru Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (10/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Sebagai contoh, di Bandara Gatwick London, landing fee yang dibebankan kepada maskapai adalah sebesar 14,95 poundsterling atau Rp 288 ribu per penumpang. Namun, jika maskapai tidak menggunakan fasilitas garbarata dan menggantinya dengan tangga biasa, maskapai bisa menghemat hingga 3,48 poundsterling atau Rp 67 ribu.

Karena itulah kebanyakan maskapai berbiaya rendah tidak menyediakan fasilitas tersebut bagi penumpang. Walau demikian, ada juga kok maskapai LCC yang menyediakan fasilitas tersebut untuk penumpang.

Alasan Lain Maskapai Penerbangan Tak Gunakan Garbarata

Garbarata tak selalu tersedia mengingat keterbatasan parking stand di bandara. Selain itu, setiap maskapai penerbangan memiliki jadwal tersendiri untuk bisa mendapatkan fasilitas garbarata.

Mengutip akun Instagram resmiAngkasa Pura, yaitu @ap_airports, penggunaan fasilitas ternyata juga harus menyesuaikan peraturan yang berlaku di masing-masing bandara.

embed from external kumparan

Jika pesawat terparkir tidak jauh dari terminal keberangkatan, ada fasilitas garbarata yang digunakan untuk loading penumpang ke pesawat. Namun, fasilitas garbarata ini digunakan jika tipe garbarata sesuai dengan tipe pesawat saja.

Sedangkan jika pesawat terparkir 200 meter dari terminal keberangkatan, maka pihak maskapai akan menyediakan bus untuk mengantarkan penumpang.

Kedua fasilitas ini nantinya juga akan penumpang gunakan ketika tiba di bandara tujuan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 tahun 2015.

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)