Kumparan Logo

Alasan Penumpang Dilarang Tidur Saat Pesawat Take Off dan Landing

kumparanTRAVELverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penumpang wanita duduk di bangku tengah pesawat (portrait) Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang wanita duduk di bangku tengah pesawat (portrait) Foto: Shutter Stock

Bagi penumpang pesawat yang memiliki aktivitas super padat, tidur sejenak di pesawat saat penerbangan menjadi salah satu kesempatan emas untuk beristirahat. Melepas lelah sebentar dengan menutup mata biasanya dimulai ketika penumpang sudah duduk manis di bangkunya.

Kalau kamu termasuk penumpang yang sering tidur di pesawat, sebaiknya, kebiasaan ini tidak lagi dilakukan selama penerbangan, khususnya saat pesawat masih dalam kondisi take off dan menjelang landing. Dilansir Travel and Leisure, tidur di kedua waktu itu berpotensi membahayakan pendengaranmu.

Bahaya tersebut berkaitan dengan perubahan yang cepat pada tekanan udara di kabin selama kedua momen itu berlangsung. Saat lepas landas dan mendarat terjadi pergantian tekanan udara pada kabin pesawat yang signifikan.

Ilustrasi penumpang First Class tidur di pesawat Foto: Shutter Stock

Apoteker Inggris, Angela Chalmers, mengatakan bahwa perubahan ketinggian akan membuat perubahan tekanan pada udara, sehingga menimbulkan tekanan di telinga. Hal ini akan menimbulkan semacam penuh di area tabung Eustachian sehingga telinga terasa tertutup atau tersumbat.

“Perubahan cepat pada altitude berefek pada tekanan udara di telinga. Hal ini bisa mengakibatkan kekosongan pada pembuluh eustachian yang membuat telinga buntu dan suara (di sekitar) terdengar kecil,” papar Angela Chalmers.

Perubahan tekanan yang cepat ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan di telinga. Jika kamu tidak siap, tekanan ini bisa berisiko merusak gendang telinga. Dan tidur saat landing atau take off, akan memperbesar kemungkinan itu.

Menggunakan Bantal Saat Tidur di Pesawat Foto: Shutter Stock

Lebih lanjut, Chalmers, menyarankan untuk tidak tidur dulu saat take off atau landing, karena kamu lebih sedikit menelan udara saat tidur. Sedangkan saat kamu terjaga, organ pendengaranmu akan merespons secara alami dengan membuka pembuluh eustachian untuk mengembalikan keseimbangan tekanan udara.

Hal itupun bisa membuatmu mudah pusing, kerusakan gendang telinga, infeksi telinga, kehilangan pendengaran, hingga mimisan.

Ilustrasi Tidur di Pesawat Foto: Shutter Stock

Ada banyak yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi efek kebuntuan di telinga saat take off maupun landing, misalnya dengan menguap dan sering-sering menelan, minum air, serta mengunyah permen. Kamu juga bisa bernapas sambil mencubit hidungmu untuk membuka pembuluh eustachian.

Berusahalah tetap terjaga saat take off dan landing yang juga merupakan durasi paling berisiko dalam perjalanan pesawat. Alihkan rasa kantukmu dengan membaca majalah pesawat atau mendengarkan musik. Atau boleh juga mengobrol dengan penumpang lain di sebelahmu.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).