Alasan Pilih Lantai 3-6 Saat Menginap di Hotel, Ini Kata Mantan Anggota CIA

18 September 2023 7:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kamar hotel. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kamar hotel. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Saat menginap di hotel, traveler mungkin tak terlalu memusingkan lantai kamar tempatmu menginap. Ya, mau di lantai atas atau bawah, asal fasilitas yang didapat memadai itu sudah cukup, bukan?
ADVERTISEMENT
Jika iya, ada baiknya mulai sekarang jangan cuek lagi, ya. Sebab, posisi lantai atau kamar yang kamu pilih ternyata menentukan keamanan dan keselamatanmu.
Ilustrasi kamar mandi hotel. Foto: Olena Yakobchuk/Shutterstock
Sebelumnya kumparan telah membahas alasan kenapa traveler tak memilih kamar hotel yang ada di lantai dasar. Menurut seorang pakar perjalanan, hal itu berkaitan dengan keamanan dan keselamatan kamu saat menginap.
Enggak hanya itu, baru-baru ini seorang mantan anggota CIA dan FBI mengungkapkan kamar yang sebaiknya bisa dipilih traveler saat menginap di hotel.
Badan Intelijen AS, CIA. Foto: Shutterstock
Dilansir Daily Star, Tracy Walder yang telah bekerja di CIA dan juga agen khusus FBI pada 2000 dan 2005 mengungkapkan kebiasaannya saat menginap di hotel.
Saat bertugas di negara lain, Walder harus memastikan keamanan dan keselamatan kliennya. Saat harus menginap di hotel, ia mengaku memilih posisi kamar yang ada di lantai tiga dan juga enam.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, posisi lantai tersebut dinilai aman dan bisa menjangkau akses darurat, tetapi cukup jauh dari penyusup yang mungkin masuk melalui lantai dasar.

Alasan Pilih Lantai 3-6 saat Menginap di Hotel

Walder mengatakan bahwa semakin tinggi lantai hotel yang dipilih, maka semakin sulit pula kamu untuk keluar dari hotel. Senada dengan pakar perjalanan sebelumnya, Walder juga menjelaskan bahwa lantai dasar adalah lantai yang paling mudah dimasuki penyusup.
"Ketika bicara soal lantai hotel ada dua hal. Yang pertama adalah akses masuk. Biasanya seseorang yang berencana melakukan tindak kejahatan akan mencari jalan termudah untuk masuk ke hotel. Lantai satu adalah yang paling mudah," ujar mantan anggota CIA yang kini jadi profesor jurusan kriminal dan keadilan tersebut.
Ilustrasi keluarga yang menginap di hotel. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock
"Ketika ingin keluar (hotel), jika kamu terlalu tinggi seperti berada di lantai 20-21, itu akan menyulitkanmu untuk keluar dengan cepat," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Dalam perjalanannya baru-baru ini, Walder pun mengaku pernah ditempatkan di lantai dasar hotel. Hanya saja ia menolak dan meminta untuk dipindahkan, hingga akhirnya Walder dipindahkan ke lantai empat.
"Bagi saya itu sudah menjadi kebiasaan sekarang. Saya baru saja kembali dari perjalanan ke Florida akhir pekan ini, dan mereka menempatkan saya di lantai pertama. Saya meminta untuk dipindahkan dan mereka menempatkan saya di lantai empat," paparnya.
Agar lebih aman saat menginap di hotel, Walder juga selalu membawa kunci keamanan tambahan dan penahan pintu. Ia juga memastikan memiliki pelacak Apple AirTag di bagasinya.
Ilustrasi pintu masuk kamar hotel. Foto: Dragon Images/Shutterstock
Mantan agen tersebut bahkan mengenakan gelang AirTag untuk putrinya yang berusia delapan tahun saat berada di luar negeri, dan menolak menggunakan akomodasi sewaan, karena risiko keamanan.
ADVERTISEMENT
Selain mengontrol keamanan kamar hotelnya, Walder juga membagikan rencana perjalanannya kepada keluarganya menggunakan aplikasi 'Panic Button', yang memperingatkan kontak darurat tentang lokasinya jika ditekan.
“Saya pikir itu adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan – dan juga gratis,” pungkas Walder.
Bagaimana menurutmu?