Alasan Raibnya Kursi Nomor 13 dan 17 di Pesawat, Salah Satunya Percaya Takhayul

17 Februari 2021 7:04
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Alasan Raibnya Kursi Nomor 13 dan 17 di Pesawat, Salah Satunya Percaya Takhayul (27867)
zoom-in-whitePerbesar
Stiker berbentuk segitiga yang ada di pesawat. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Pesawat terbang jadi salah satu moda transportasi yang kerap dipilih wisatawan untuk traveling atau berpergian jarak jauh. Selain bisa memangkas waktu, perjalanan yang nyaman hingga awaknya yang ramah menjadi alasan, kenapa pesawat jadi salah satu transportasi favorit masyarakat.
ADVERTISEMENT
Namun, entah sadar atau tidak, beberapa maskapai tidak memasukkan kursi nomor 13 dan 17 dalam urutan map kursi pesawat. Dua nomor keramat tersebut sengaja dilangkahi dari kursi nomor 12 dan 16.
Lantas, mengapa demikian? Ternyata, raibnya kedua nomor tersebut ada hubungannya dengan sebuah mitos.
Dilansir The Sun, nomor 13 dianggap sebagai nomor keramat yang dikaitkan dengan kesialan, angka buruk, dan membawa ketidak keberuntungan.
Alasan Raibnya Kursi Nomor 13 dan 17 di Pesawat, Salah Satunya Percaya Takhayul (27868)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kabin pesawat tanpa penumpang Foto: Shutter Stock
Selain itu, nomor 13 juga dianggap sebagai Yudan Iskariot, yaitu seorang murid yang mengkhianati Yesus. Jadi, orang yang duduk di bangku nomor 13 dianggap tumbal atau perjamuan terakhir.
Air France, Iberia, dan Ryanair adalah beberapa maskapai penerbangan yang tidak memiliki kursi baris 13. Seorang juru bicara Ryanair mengatakan bahwa kebijakan itu bukanlah keinginan maskapai, melainkan tradisi manufaktur Amerika.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya maskapai penerbangan, beberapa hotel juga meniadakan ruangan dengan nomor kramat tersebut. Selain 13, nomor 17 juga ditiadakan dalam urutan kursi pesawat. Salah satu maskapai yang melakukannya adalah Lufthansa.
Alasan Raibnya Kursi Nomor 13 dan 17 di Pesawat, Salah Satunya Percaya Takhayul (27869)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi urutan nomor kursi pesawat maskapai Lufthansa Foto: Lufthansa
"Di beberapa budaya, angka 13 dianggap sial. Itulah sebabnya tidak ada baris ke-13 di pesawat, karena kami menghormati takhayul,'' ujar pihak Lufthansa.
Sementara itu, angka 17 dinilai sial karena jika diubah ke dalam angka romawi 'XVII' angka tersebut memiliki arti "hidupku sudah berakhir" dalam bahasa latin. Mitos yang menganggap 13 dan 17 sebagai angka keramat masih dipercayai di beberapa negara, seperti Italia dan Brasil.
"Melihat Lufthansa menyambut banyak penumpang internasional, kami mencoba mempertimbangkan sebanyak mungkin kepercayaan budaya yang spesifik ini," kata perwakilan Lufthansa.
ADVERTISEMENT
Gimana, kamu pernah menemukan kursi nomor 13 dan 17 saat naik pesawat?
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020