kumparan
Food & Travel4 Juli 2018 15:55

Amankah Membeli Tiket Final Call di Online Travel Agent?

Konten Redaksi kumparan
Tiket Pesawat Murah
Tiket Pesawat Murah (Foto: Thinkstock)
Tiket pesawat murah bagi sebagian kalangan bagai mendapatkan emas bernilai tinggi. Bagaimana tidak? Kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk terbang ke suatu tempat.
ADVERTISEMENT
Tawaran tiket dengan harga miring pun bisa dengan mudah ditemukan. Salah satunya lewat program final call.
Program ini biasanya dijual melalui media sosial. Jika final call tiba, ‘paket’ ini akan diumumkan melalui broadcast massage dari aplikasi chatting.
Tapi, sebenarnya apakah aman membeli tiket final call di Online Travel Agent atau OTA?
Arifin Eko Prasetyo, Country Head AirAsia Big Loyalty menyarankan untuk membeli melalui web dan aplikasi resmi yang lebih terjamin keamannya.
“Saat ini sebenarnya kita tidak membuat, kalau ada final call kita (langsung berikan informasi) di web dan di aplikasi,” terang Arifin, saat ditemui kumparanTRAVEL di XXI Club Djakarta Theater, Rabu (4/6).
AirAsia
AirAsia. (Foto: Pixabay)
Lebih lanjut, Arifin juga mengatakan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa saja OTA tidak dapat membantu konsumennya. “Karena bila ada apa-apa mereka enggak akan bisa bantu. Tapi kalau di kita akan jelas kelihatan dan pasti akan bantu,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Memang tak bisa dipungkiri bila final call menjadi ladang emas bagi para traveler. Hal ini juga diperkuat oleh Arifin yang mengatakan, jika tiket final call bisa ludes hanya dalam satu jam. Tingginya minat masyarakat membuat beberapa pihak melihatnya sebagai celah dan memanfaatkannya.
Final call sebenarnya kita pengin direct member kita yang menikmati. Kita tidak mau ada oknum lain (yang menikmati),” tambahnya.
Hingga kini, AirAsia terus melakukan investigasi mengenai kejadian ini. Berbagai cara juga dilakukan untuk meminimalisirnya.
“Jadi, kan, di setiap member ada 10 orang. Jadi kita bisa terbangkan orang yang ada di list kita. Kalau sudah di set, dimasukkan nama-nama itu, baru bisa diubah satu tahun ke depan,” tutupnya.
ADVERTISEMENT
Bagaimana menurutmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan