Kumparan Logo

Apa Saja Barang yang Boleh dan Tak Boleh Dibawa di Dalam Kabin Pesawat?

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menempatkan barang di tray bin saat security check Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menempatkan barang di tray bin saat security check Foto: Shutter Stock

Melakukan perjalanan dengan pesawat memang susah-susah gampang. Di luar kemudahannya untuk mencapai suatu tempat, ada aturan soal barang yang boleh dan tak boleh dibawa sebelum memulai penerbangan.

Pemeriksaan yang dilakukan di bandara bagi para penumpang juga terhitung cukup ketat. Ketahuan membawa barang yang tak seharusnya, barangmu bisa saja ditahan pihak keamanan bandara dan tak lagi dikembalikan.

Buat kamu yang ragu membawa barang-barang sebelum terbang, berikut kumparan rangkum daftar barang yang boleh dan tak boleh dibawa di dalam pesawat. Apa saja?

Abu

Abu sisa kremasi bisa dibawa dalam tas tangan dan dimasukkan ke kabin atau disimpan dalam kargo bagasi. Agar aman melewati pemeriksaan, abu tersebut mesti disimpan dalam kotak yang sudah disegel.

Lengkapi pula dengan dokumen yang relevan, seperti Sertifikat Kematian yang dikeluarkan dari otoritas resmi. Sebelum melakukan pemeriksaan atau pelaporan barang ke counter check-in, jangan lupa untuk memberi tahu petugas bandara.

Drone

Buat kamu para filmmaker atau vlogger, enggak perlu khawatir apabila ingin membawa drone. Asalkan dimensi drone yang kamu bawa masih sesuai dengan ketentuan dimensi dari maskapai, drone kamu aman untuk dibawa dalam kabin.

Wadah plastik untuk menyimpan cairan Foto: Shutter Stock

Cairan

Ada aturan yang mesti kamu patuhi sebelum membawa barang-barang berupa cairan. Aturan pertama adalah cairan tersebut mesti disimpan dalam wadah berukuran 100 ml.

Wadah berisi cairan tersebut juga harus ditempatkan dalam satu tas plastik transparan berkapasitas 1 liter dengan ukuran sekitar 20x20 cm. Pastikan juga tas plastik untuk menyimpan wadah dilengkapi dengan ritsleting yang dapat ditutup kembali.

Peralatan Medis dan Obat-obatan

Tidak ada larangan dalam membawa obat-obatan ke dalam kabin pesawat. Hanya saja, jika obatmu berbentuk cairan dan berukuran lebih dari 100 ml, jangan lupa bawa resep asli dari dokter atau tenaga medis profesional sebagai dokumen pelengkapnya.

Kalau memang mesti membawa cairan makanan atau obat-obatan dalam jumlah yang besar, kamu disarakan menghubungi bandara atau pihak maskapai untuk mengurus perizinannya.

Makanan dan Produk Berbentuk Tepung

Kue, buah, sayuran, sandwich, atau makanan padat lainnya bisa dengan bebas kamu bawa ke dalam kabin. Tapi, untuk makanan dengan saus atau mengandung kandungan cairan yang tinggi seperti sup tidak diperbolehkan.

Sementara untuk produk makanan berbentuk tepung, walaupun tidak dilarang, biasanya pihak kamanan bandara akan melakukan pemeriksaan manual.

Kamu juga diperbolehkan membawa botol air yang kosong ke dalam kabin. Setelah melalui pemeriksaan, kamu bisa mengisinya sendiri dengan tap water untuk mencegah dehidrasi selama terbang.

POTRAIT, ASI perah Foto: Shutterstock

Makanan dan Susu Bayi

Khusus untuk kebutuhan bayi, kamu diperbolehkan membawa air panas atau air minum lebih dari 100 ml. Makanan serta susu formula juga diperbolehkan masuk ke dalam kabin, termasuk ASI.

Masing-masing wadah dibatasi tidak boleh berisi ASI lebih dari dua liter. Selain itu, setiap kontainer juga mesti melalui proses pemindaian. Terkadang, pihak keamanan akan membuka kontainer untuk mengecek serta melakukan pemeriksaan terhadap cairan ASI tersebut.

Barang-barang Elektronik

Tidak ada batasan pasti dalam membawa barang-barang elektronik. Karenanya, akan lebih baik jika kamu mencari tahu terlebih dahulu aturan membawa perangkat eletronik sesuai dengan maskapai, negara, serta bandara tujuan.

Pengering rambut, catokan rambut, setrika, serta alat cukur listrik biasanya diperbolehkan masuk kabin. Begitu pula dengan ponsel, laptop, tablet, kamera, headphone, dan e-reader.

Apabila barang-barang elektronik yang mau dibawa berukuran di luar standar dimensi yang seharusnya (Panjang maks. 16 cm, lebar maks. 9,3 cm, dan ketebalan maks. 1,5 cm), maka kamu mesti menempatkannya dalam kargo bagasi.

Alat Musik

Alat musik diperbolehkan masuk ke dalam kabin. Walau begitu, kamu mesti menghubungi maskapai penerbangan yang akan digunakan terlebih dahulu.

Karena kalau alat musik yang dibawa terlalu besar, kamu mungkin saja harus membeli kursi tambahan untuk membawanya.

Ilustrasi petugas bandara memeriksa barang bawaan penumpang Foto: Shutter Stock

Alat Bantu Gerak

Kursi roda, kursi dorong, atau alat bantu berjalan manual biasanya diperbolehkan masuk ke dalam kabin. Hanya saja memang alat-alat tersebut mesti melalui proses screening keamanan terlebih dahulu.

Tapi untuk kursi roda maupun alat bantu gerak bertenaga baterai, kamu mesti menanyakan ke maskapai penerbangan terlebih dahulu.

Amunisi dan Barang Berbahaya

Senjata, pisau tajam, gunting, senapan angin, atau senjata api tidak diperbolehkan masuk kabin. Begitu pula dengan kembang api, flare, prototipe senjata. Jadi solusinya, masukkan ke dalam kargo bagasi.

Benda-benda Tajam dan Terlarang

Pisau cukur, senjata replika, pistol air, anak panah, tongkat, ketapel, gunting berukuran besar, dan berbagai benda yang dianggap dapat dijadikan sebagai senjata dilarang masuk ke dalam kabin.

Rokok

Rokok dan produk tembakau lainnya diizinkan masuk ke dalam bagasi jinjing di kabin. Walau begitu, kamu cuma diperbolehkan bawa satu korek api saja ke atas pesawat.

Korek api dan rokok elektronik mesti disimpan dalam kantong plastik yang bisa ditutup, sama seperti yang harus kamu lakukan pada barang-barang cair. Jangan simpan rokok elektrik di dalam kargo bagasi pesawat, kalau kamu tak ingin rokokmu disita.