Kumparan Logo

Ash, Bayi Koala Pertama yang Lahir Setelah Kebakaran Hutan Australia

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyelamat margasatwa mengangkat seekor koala yang diselamatkan di hutan yang terbakar di dekat Cape Borda di Pulau Kanguru, Australia, Selasa (7/1). Foto: AAP Image/David Mariuz/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Penyelamat margasatwa mengangkat seekor koala yang diselamatkan di hutan yang terbakar di dekat Cape Borda di Pulau Kanguru, Australia, Selasa (7/1). Foto: AAP Image/David Mariuz/via REUTERS

Peristiwa kebakaran hutan di Australia beberapa waktu lalu membawa duka bagi binatang yang hidup di sana. Binatang-binatang itu kehilangan habitatnya, bahkan ada yang mati terlalap api.

Kini, keadaan sudah jauh lebih baik. Kabar gembira pun datang dari salah satu kebun binatang, yakni Australian Reptile Park. Seekor bayi koala untuk pertama kalinya lahir di sana setelah kebakaran hebat itu.

instagram embed

Dilansir newscom.au, bayi koala itu diberi nama Ash. Tak asal-asalan pilih nama, pihak kebun binatang mempunyai alasan tersendiri memilih nama itu, yakni karena Ash mempunyai arti debu.

Debu sangatlah identik dengan kebakaran hutan yang pernah melanda Australia. Lahirnya Ash dikatakan sebagai obat duka setelah peristiwa kebakaran hebat tersebut. Ash menjadi harapan baru bagi binatang di Australia.

instagram embed

Menurut penjaga kebun binatang, Dan Rumsey, momen keluarnya Ash dari kantong induknya sangat luar biasa.

“Ash diperkirakan sudah berusia lima bulan dan ia berada di momen yang tepat saat pertama kali ia keluar dari kantong ibunya,” kata Rumsey.

embed from external kumparan

Kini, Ash berada dalam perawatan ketat pihak kebun binatang agar pertumbuhannya terjaga. Induknya pun terlihat sangat antusias dengan kehadiran sang anak karena ia juga tampak merawatnya dengan baik.

“Ibunya, Rosie, memperlihatkan sisi keibuannya yang luar biasa. Kita tahu kini Ash berada di tangan yang tepat,” imbuh Rumsey.

instagram embed

Setelah foto-foto Ash diunggah di media sosial, banyak warga Australia yang tak sabar untuk melihat Ash secara langsung. Mereka tampaknya tak perlu menunggu waktu lama karena Australian Reptile Park yang berada di Sydney sudah buka kembali dan bisa dikunjungi sejak 1 Juni kemarin.

Koala terancam punah akibat penyakit klamidia. Foto: Skeeze via PIxabay

“Kami sangat bersemangat untuk membuka pintu kembali. Kami tahu binatang di sini sangat merindukan pengunjung. Kami sudah melakukan tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan pengunjung dan juga para binatang,” kata Rumsey.

Laporan Hutri Dirga Harmonis

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.