Kumparan Logo

Australia Minta Google Hapus Foto Situs Keramat Uluru

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Uluru-Kata Tjuta National Park. Foto: Flickr/Cesar8150
zoom-in-whitePerbesar
Uluru-Kata Tjuta National Park. Foto: Flickr/Cesar8150

Australia meminta Google untuk menghapus foto puncak situs keramat Uluru yang ada di layanan Google Maps. Google diminta untuk menghapus foto-foto yang diambil dari puncak Uluru yang menjadi monolit suci bagi Suku Aborigin.

Dilansir CNN, foto-foto yang diunggah ke Google Maps tersebut mendapat keluhan dari masyarakat Aborigin Anangu, pemilik situs tradisional Uluru. Adapun, foto puncak Uluru tersebut diambil sebelum larangan pendakian ke situs tersebut dilakukan.

Ilustrasi berkemah di Uluru-Kata Tjuta National Park Foto: Shutter Stock

Di dalam foto yang diambil oleh seorang pendaki pada tahun 2018 tersebut, wisatawan bisa menyaksikan foto-foto puncak Uluru di Google Maps. Bahkan, terdapat pula pemandangan jalan atau Street View di jalur menuju situs tersebut.

Parks Australia, sebagai pihak yang berwenang dalam menjaga kekayaan alam negara, diminta mewakili penghapusan foto situs keramat tersebut ke Google.

embed from external kumparan

"Google mendukung permintaan ini dan sedang dalam proses menghapus konten tersebut," kata juru bicara Parks Australia dalam sebuah pernyataan.

Pihaknya menjelaskan setelah memberitahu Google tentang gambar yang dibuat oleh salah satu wisatawan di Uluru, Google segera menindaklanjuti hal dan konten tersebut akan segera dihapus.

Turis mengunjungi Uluru-Kata Tjuta National Park Foto: Flickr/Martin Cooper

"Kami memahami Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta yang sangat sakral bagi orang Anangu," kata salah satu juru bicara Google.

Google pun menambahkan bahwa mereka akan menghapus foto dan video tersebut setelah Parks Australia menyampaikan kekhawatiran mereka. Tapi foto-foto mengenai pendaki di Uluru tetap bisa dilihat dari Google Maps.

Sebelumnya kunjungan ke Uluru atau Ayers Rock telah lama ditutup pada Oktober 2019 lalu. Orang Anangu merasa keberatan, karena pengunjung yang datang membuat permukaan situs tersebut terkikis setiap harinya ketika pendakian ke situs tersebut dibuka. Selain itu, tak sedikit wisatawan yang membuang sampah dan mencemari lubang air di dekatnya.

Uluru merupakan sebuah situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak sekitar 450 kilometer di sebelah barat Kota Alice Springs, Teritori Utara, Australia.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)