Bali Bangun Kebun Terumbu Karang Raksasa, Kadispar Bali: Bisa Jadi Atraksi Baru

Bali segera miliki kebun terumbu karang raksasa yang akan segera dibangun di beberapa tempat. Pembangunan terumbu karang tersebut terangkum dalam program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Kebun terumbu karang seluas 50 hektare ini akan dibangun melalui anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp 111,2 miliar.
Plt Direktur Jenderal Pengeolaan Ruang Laut, TB Haeru Rahayu, mengatakan program ICRG sendiri merupakan program padat karya restorasi terumbu karang yang menyasar lima lokasi perairan di Bali, yaitu Nusa Dua, Serangan, Sanur, Pantai Pandawa, dan Buleleng.
"Program ICRG yang akan dibangun dengan melibatkan kurang lebih 11 ribu pekerja diharapkan dapat menjadi daya ungkit kondisi ekonomi masyarakat pesisir, juga para pelaku usaha di masa pandemi COVID-19 dan secara bersamaan akan memulihkan lingkungan ekosistem terumbu karang," kata Haeru, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/10).
Ia menjelaskan bahwa Program ICRG dilakukan dengan skema padat karya dan bantuan sarana wisata bahari untuk menunjang taman atau kebun karang sebagai atraksi pariwisata bawah laut. Untuk itu, ia berharap kerja sama dengan baik dari semua stakeholder terkait.
“Semua mendukung untuk dapat mengerjakan pekerjaan ICRG dengan baik, mensupport program PEN untuk masyarakat guna mengatasi COVID-19. Ini juga menjadi kepentingan kita semua, sehingga akan menghasilkan manfaat yang baik secara ekonomi bagi masyarakat dan ekologi bagi lingkungan pesisir laut di provinsi ini," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Prov Bali, I Putu Astawa, mengatakan pembangunan terumbu karang ini nantinya bisa menjadi atraksi wisata baru bagi wisatawan.
"Arahnya antara lain memang jadi atraksi pariwisata," ujarnya singkat saat dihubungi kumparan Senin (12/10).
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin, menjelaskan ada beberapa metode yang akan digunakan dalam restorasi terumbu karang ini, mulai dari Mars Assisted Reef Restoration System, Biorock, Balok Beton, Tanam Berupa Meja Karang, Tanam Fishdom, Tanam Patung, hingga Tanam Relief Bawah Laut.
"Ini jadi bagian riset kita melihat langsung replantasi karang di Indonesia. Kita gunakan metode-metode itu untuk percepat pertumbuhan replantasi terumbu karang," kata Safri.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
