Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Kini Punya Fasilitas Pengecatan Pesawat

FL Technics Indonesia, perusahaan penyedia layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) bersertifikasi FAA Part-145, resmi mengoperasikan aircraft painting booth terbaru di fasilitasnya yang berlokasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali sejak Juni 2026.
Skyway Airlines, maskapai kargo asal Filipina yang mengoperasikan armada Boeing 737-400F, menjadi pelanggan pertama. Proyek perdana ini mencakup pengecatan livery untuk pesawat ketiga Skyway Airlines, yang selanjutnya diterbangkan menuju Clark International Airport, Filipina, untuk mengikuti seremoni peresmian pada 3 Juli lalu.
“Kehadiran aircraft painting booth khusus di Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan MRO yang semakin komprehensif di kawasan ini,” ujar Martynas Grigas, Chairman FL Technics Indonesia, speerti dikutip dari siaran yang kumparan terima, Rabu (8/7).
“Kami bangga menyambut Skyway Airlines sebagai pelanggan pertama yang memanfaatkan fasilitas ini. Dalam beberapa bulan ke depan, kami telah mengamankan sejumlah proyek pengecatan pesawat lainnya, sekaligus menerima permintaan yang terus meningkat dari berbagai operator di Asia Tenggara yang membutuhkan layanan ini,” tambahnya.
Fasilitas aircraft painting booth terbaru ini melengkapi kapabilitas MRO FL Technics Indonesia yang saat ini beroperasi melalui dua fasilitas utama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kedua fasilitas tersebut telah mengantongi lebih dari 20 sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil dan didukung oleh lebih dari 700 tenaga ahli aviasi.
Lokasinya yang strategis juga memungkinkan maskapai di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara memperoleh layanan pengecatan tanpa perlu melakukan ferry flight jarak jauh atau mengirim pesawat ke fasilitas MRO di luar negeri.
Rupanya, kebutuhan akan layanan MRO di Asia Tenggara kain meningkat. Sejumlah masalah seperti lamanya waktu pengiriman pesawat baru mendorong operator untuk memperpanjang masa operasional armada yang ada melalui layanan pemeliharaan dan perawatan, termasuk pengecatan ulang livery untuk mendukung proses rebranding, transisi wet lease, maupun program return-to-service, menjadi beberapa kendala yang kerap dikeluhkan.
Maka itu, dengan semakin bertambahnya fasilitas seperti ini diharapkan dapat membantu mengurangi waktu henti pesawat (operational downtime) sekaligus menekan biaya ferry flight.
Terlebih, fasilitas terbaru di bandara Bali ini dibangun dengan standar industri internasional, yang dirancang memang untuk menangani proyek pengecatan pesawat dengan tingkat presisi tinggi, efisiensi operasional, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi penerbangan.
