Kumparan Logo

Bandara NYIA Kulon Progo Siapkan Gerai Khusus UMKM

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pekerja beraktivitas di area pembangunan Terminal Bandar Udara Internasional NYIA, Kulon Progo. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pekerja beraktivitas di area pembangunan Terminal Bandar Udara Internasional NYIA, Kulon Progo. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport, kini sudah dalam tahap pembangunan hingga 76,5 persen. Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu nantinya akan dilengkapi dengan terminal penumpang seluas 210 ribu meter persegi berkapasitas 14 juta penumpang per tahun hingga lima titik gerai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

instagram embed

Adapun gerai UMKM tersebut masing-masing berukuran 1,5 meter persegi dan satu gerai berukuran 50 meter persegi. Semuanya tersebar di area boarding lounge.

Sementara itu, untuk menentukan UMKM dan produk yang ditampilkan di gerai, Angkasa Pura I menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Gerai UMKM ini akan memprioritaskan produk-produk lokal DIY. Untuk pembagian gerai, dua titik dialokasikan untuk UMKM Kulon Progo, dan sisanya akan kami seleksi untuk UMKM DIY dan kabupaten sekitarnya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan.

Sejumlah pekerja beraktivitas di area pembangunan Terminal Bandar Udara Internasional NYIA, Kulon Progo. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Lebih lanjut, hingga saat ini pihaknya sudah menyaring 190 produk unggulan binaan Diskop UMKM DIY yang berpotensi masuk NYIA. Adapun jenis produk yang mereka miliki seperti kerajinan (batik, kayu, kulit, perak, kontemporer), fashion (hijab, baju, tas, sepatu, sandal), dan kuliner (makanan dan minuman kemasan).

Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I, Devy Suradji, mengatakan, nantinya produk UMKM akan terbagi menjadi food, craft, dan fashion yang akan mengisi gerai-gerai yang disediakan Angkasa Pura I di area keberangkatan NYIA.

Proses itu akan berlangsung selama operasional terminal internasional, hingga bandara siap beroperasi penuh di akhir 2019.

Sejumlah pekerja beraktivitas di area pembangunan Terminal Bandar Udara Internasional NYIA, Kulon Progo. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Kemudian, pihaknya juga akan melakukan kurasi produk dan evaluasi sesuai tata kelola yang ditentukan. Khusus UMKM yang bergerak di bidang kuliner, wajib memiliki izin PIRT, sertifikat halal, dan lolos uji BPOM.

"Kami berharap melalui gerai khusus UMKM di NYIA ini, dapat meningkatkan upaya promosi dan pemasaran bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kulon Progo maupun Provinsi DIY," ucap Devy.